iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Mentalitas Maria


Maria, si pendegar yang baik

Iniil Lukas mengisahkan bahwa Maria tidak berbuat apa-apa, santai dan hanya asyik mendengarkan Yesus, sang guru idolanya.

Apa yang dilakukan oleh Maria sebetulnya jauh lebih berat dari yang dikerjakan oleh Marta.

Ada 2 alasan untuk pernyataan di atas:

(1) Maria sadar betapa berharganya kunjungan Yesus ke rumah mereka, sehingga penting bagi Maria untuk tahu gerak-gerik Yesus selama kunjungan penting itu.
  • Apa yang dikatakan Yesus adalah hal paling berharga di mata Maria, bahkan dari segala kesibukan sebagaimana dilakukan saudarinya Marta.
  • Bagi Maria, momentum visitasi Yesus ke rumah mereka adalah momentum yang sangat berharga dan jangan sampai terlewatkan.
Maria lebih memilih "mendengarkan" apa yang dikatakan Yesus daripada menanggapi keluhan Marta, saudarinya. 

Bagi Maria, apa yang dikatakan Yesus itu sangat berharga dan mulia. Perkataan Yesus itu tak sebanding dengan keluhan dan celotehan Marta yang justru membuatnya sebal dan galau.


(2) Kedua, Yesus melakukan visitasi secara spontan ke rumah Marta dan Maria. Itu berarti Yesus tak meminta diperlakukan istimewa di rumah itu. Injil menuturkan bahwa :
  • Yesus sendiri mengetahui kondisi ekonomi keluarga sederhana itu.
  • Yesus datang ke rumah itu untuk mempersembahkan sesuatu yang istimewa bagi mereka, yakni kedatangannya secara personal, tanpa ditemani para muridNya.
  • Di rumah Marta dan Maria Yesus menyampaikan rahasia agung Allah kepada mereka berdua, baik Marta maupun Maria.
Maka sangat disayangkan mengapa hanya Maria yang mau mendapatkan kado istimewa itu, sementara Marta justru sibuk dengan aktivitas kesehariannya. > Lanjut Baca!