iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Pemimpin Pelayan

Pemimpin Pelayan
Dari seorang pemimpin dituntut keterampilan berkomunikasi, kefasihan berbicara, kegesitan bekerja, kemampuan mepemimpin diri sendiri dan orang lain, kemampuan konseling (mendengarkan, mengajak mencari solusi sendiri) dan lain sebagainya.

Dengan kemampuan ini seorang pemimpin hampir pasti semakin berfungsi secara maksimal dalam kelompok yang ia pimpin, tanpa melarut dan tanpa kehilangan diri sendiri

Dalam konteks jaman ini, di mana komunikasi begitu telanjang dan tanpa sensor, seorang kepemimpinan harus sungguh paham dinamika kultural (budaya), sosial, psikologis dan tata kelola organisasi terkini.

Komunitas atau organisasi dengan demikian harus menjadi proses menggapai tujuan dari setiap orang yang terlibat di dalamnya.

Hal itu berarti bahwa tugas-tugas yang harus melekat pada diri seorang pemimpin di abad ini adalah kemampuan menjadi seorang:
  1. PENGAJAR - yang mampu memberi petunjuk, memberi penilaian dan memberi koreksi. Ketiga hal itu berkaitan dengan kemampuan seorang pemimpin dalam memberi petunjuk, nilai, dan koreksi kepada mereka yang diajar atau dididik atau bawahan. Bukankah dari setiap pengajar kita selalu membbutuhkan kejelasan?
  2. KOORDINATOR - yang mumpuni mengatur tugas serta lalulintas komunikasi serta menuntaskan konflik ]sebab ia memandang konflik sebagai penghamburan energi yang tak berguna]. Sebagai koordinator, si pemimpin membutuhkan kesatuan demi kuatnya karakter kepemimpinannya.
  3. PENOLONG - yang mampu membimbing, memberi nasihat dan memberi dorongan. Pemimpin harus cerdas mengungkapkan pengamatan dan intuisinya serta mempunyai otoritas bukan karena kekuasannya melainkan karena keyakinan akan visinya dan kharisma pribadinya.
  4. SAKSI - yang menyampaikan secara menyeluruh pengalaman yang ada di dalam dan pengalaman yang berasal dari luar komunitasnya dalam rangka menentang apa yang dihidupi secara salah oleh anggota komunitasnya.
Sementarai itu peran seorang pemimpin di era ini menyangkut :

Pertama, Peran sebagai pemegang sistem mandat (exousia, wewenang) - di mana tugas dan wewenangnya didapatkan dari anggota komunitas (demokrasi), kendati dalam batas-batas tertentu si pemimpin diberi ruang gerak untuk mengambil prakarsa pribadi.

Kedua, Pemberi mandat - di mana peran seorang pemimpinan fokus pada 2 perhatian utama, yakni komunitas (persekutuan beberapa orang) yang membutuhkan kesaksian dan pengajaran riil.


Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.