Entri yang Diunggulkan

Kita Sedang Memproduksi Diri Kita Sendiri

Sejalan dengan Michel Foucault, di dunia postmodern, orang tak ingin menemukan dirinya sendiri, rahasia-rahasianya dan kebenarannya yang tersembunyi. Orang justru merasa diwajibkan untuk menciptakan dirinya sendiri. Melalui kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, relasi antar manusia semakin…

Kaum Muda Versus Kaum Tua

Kaum Muda Versus Kaum Tua
Pada pertengtahan tahun 2009 saya pernah diminta oleh FKUB sebagai pembicara DIALOG ANTARAGAMA untuk kalangan orang muda se-Kotamadya Medan. Waktu itu yang diundang masing-masing 10-25 orang dari tiap-tiap agama (yang diakui Pemerintah ada 5 agama plus 1 Kepercayaan).

Jadi saya sebagai pembicara dari agama Katolik. Pembicara dari agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, Kong Hu Chu berasal dari FKUB Kota Medan sendiri. Lucunya lagi, mereka adalah professor-professor tua dan pada umumnya sudah bangkotan hehehehe... Jadi hanya saya yang berasal dari luar institusi itu, dan tentu yang termuda di antara semua pembicara.

Pada saat seminar mau dimulai, kami duduk di 'tahta' yang telah disediakan. Tentu setelah melewati prosesi yang menjemukan a la pemerintah Indonesia. Ya dong.. sambutan aja panjang-panjang, tapi - maaf, euweuh isina wkwkwkw... Saat mau duduk di 'tahta' pembicara, di panggung bernuansa hijau itu mereka bertanya dari wakil Katolik. Begitu saya maju, mereka seakan tidak percaya. Ya, begitulah nasib berbadan kecil, dan penampilan sederhana, dan ceking huahahahaha..

Seakan tidak mau kalah, tibalah giliran saya (urutan kedua setelah Agama Kristen). Di awal pembicaraan (yang hanya diberi durasi 15 menit sebelum dilanjutkan dengan-tanya jawab), lantas saya membuka sesi saya:

"Selamat pagi bapak/ibu dan rekan-rekan muda yang peduli agama ! Hari ini kita, khususnya kaum muda di kota Medan ini telah difasilitasi oleh FKUB untuk berdialog dan membuka pintu kerjasama yang lebih konkrit demi membangun semangat persaudaraan (brotherhood) dan demi menjaga harmonitas (harmonity) di Kota Medan yang kita cintai ini. Tapi, sayang sungguh sayang, namanya dialog kaum muda, tapi lihatlah professor-professor tua yang duduk disamping kiri-kanan saya ini. Tak satupun yang terlihat muda."

Plak..plak..plak... riuh tepuktangan dan tawa pun berderai gemuruh dari para peserta dialog, juga wajah muram dan 'tersinggung' dari para penatua jemaat itu !?!

Begitulah di negara kita tercinta ini. Orang-orang tua selalu berteriak agar memperhatikan kaum muda, masa depan bangsa dan negara kita. Tapi, pada kenyataannya, (maaf!) Anda-anda yang sudah tua kok susah banget percaya sama kaum muda. Tobat dong hahahahaha....

lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter