Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Karunia-karunia Roh Kudus (2)

Sebagaimana telah saya sebutkan dalam artikel sebelumnya, karunia-karunia Roh Kudus itu dapat dibagi dalam dua bagian besar, yakni Karunia-krunia pelayanan dan karunia-karunia Pribadi. Nah, pada tulisan bagian kedua ini, secara khusus, saya akan coba jelaskan bagian yang pertama, yakni Karunia-karunia Pelayanan. Dalam Efesus 4:11dicatat demikian: "Dan Ialah (Roh Kudus, red) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar."

Jadi, karunia-karunia Roh Kudus itu secara khusus hadir dan hidup dalam diri para: rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan para pengajar. Siapa saja mereka? Mari kita lihat satu per satu...


01. Rasul-rasul

Dalam Bahasa Yunani (Kitab perjanjian Baru, terutama Surat-surat Paulus banyak menggunakan bahasa Yunani), secara etimologis, kata "Rasul" berasal dari kata αποστολος - APOSTOLOS (noun) atau αποστελλω - APOSTELLÔ (verb) yang berarti mengutus. 
Dari terminologi di atas, seorang rasul ialah mereka yang yang diutus (utusan). Gelar rasul (apostolos) juga digunakan untuk kelompok tertentu dalam Perjanjian Baru:  YESUS KRISTUS (Ibr 3:1), KEDUABELAS MURID (Mat 10:2), PAULUS (Rm 1:1; 2 Kor 1:1; Gal 1:1), ORANG LAIN (Kis 14:4,14; Rm 16:7; Gal 1:19; 2:8-9; 1 Tes 2:6-7).


02. Nabi-nabi

Secara etimologis (bahasa Yunani), istilah "nabi" berasal dari kata προφητης - PROPHÊTÊS (n) atau  προφημι - PROPHÊMI (v) yang berarti seseorang yang menceritakan hal sebelumnya. Terminologi προφημι adalah gabungan preposisi προ - PRO = sebelum, dan φημι - PHÊMI = menceritakan. 

Jadi, yang disebut Nabi itu ialah:
  • Seseorang yang menerima Sabda Ilahi; atau mereka yang di era Perjanjian Lama berbicara di bawah pengaruh ilahi, termasuk dalam hal bernubuat. 
  • Pemberita dan penafsir sabda Allah yang dipenuhi Roh (Kudus), yang dipanggil Allah untuk mengingatkan, menasihati, menghibur, dan membangun (Kis 2:14-36; 3:12-26; 1Kor 12:10; 14:3). 
  • Seseroang yang harus menjalankan karunia nubuat, kadang-kadang mereka adalah "pelihat" yang menceritakan tentang masa depan (Kis 11:28; 21:10-11). 
  • Seseorang yang dipanggil untuk menyingkapkan dosa, memberitakan kebenaran, mengingatkan akan datangnya penghakiman, dan memberantas keduniawian dan kesuraman di antara umat Allah (Luk 1:14-17).

03. Pemberita-pemberita Injil

Pemberita Injil dalam bahasa Yunani berasal dari kata ευαγγελιστης - EUAGGELISTÊS (n) atau ευαγγελιζω - EUAGGELIZÔ (v) yang berarti memberitakan Injil.
Jadi, seorang pemberita Injil (evangelis), sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru ialah
seorang 'milik Allah' yang berbakat dan ditugaskan untuk memberitakan Injil (yaitu Kabar Baik) keselamatan kepada yang belum selamat dan membantu membuka gereja yang baru di sebuah kota. Satu-satunya evangelis yang ditulis namanya dalam Alkitab adalah Filipus (Kis 21:8).
Seorang evangelis juga ialah mereka yang sering tidak menetap di suatu tempat tertentu melainkan bepergian sebagai misionaris.

04. Gembala-gembala dan Pengajar

Struktur bahasa Yunani menyiratkan bahwa dua kata "gembala" dan "pengajar" ini dijabat oleh satu orang karena hanya menggunakan satu kata sandang. Gembala (ποιμην - POIMÊN) adalah seseorang yang memelihara ternak, secara metafora ditujukan bagi pemimpin rohani dari suatu gereja tertentuPara gembala adalah mereka yang bertugas untuk mengawasi dan memelihara kebutuhan rohani jemaat lokal. Mereka juga disebutkan "penatua" (Kisah Para Rasul 20:17; Titus 1:5) dan "penilik jemaat" (1 Timotius 3:1; Titus 1:7). 

Sementara seorang Pengajar (διδασκαλος - DIDASKALOS (n) dari kata διδασκω - DIDASKÔ (v) yang berarti mengajar. Para guru adalah mereka yang memiliki karunia yang diberikan Allah secara khusus untuk menjelaskan, menguraikan secara terinci, dan memberitakan firman Allah agar membangun tubuh Kristus (Efesus 4:12). Tugas khusus para guru ialah memelihara Injil yang dipercayakan kepada mereka dengan pertolongan Roh Kudus (2 Timotius 1:11-14). Mereka harus dengan setia mengarahkan gereja kepada penyataan alkitabiah dan berita asli Kristus dan para rasul, serta bertekun di dalam tugas ini.



sebelumnya << baca artikel >> berikutnya

lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter