Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Karunia-karunia Roh Kudus (3)

Pada tulisan sebelumnya telah ditegaskan bahwa karunia-karunia Roh Kudus itu tak terbatas pada karunia PELAYANAN, tetapi juga terdapat Karunia-karunia PRIBADI. Mengenai karunia pelayanan telah saya paparkan dalam Bagian-2. Nah, dalam bagian ini kita saya akan memfokuskan diri pada Karunia-karunia Pribadi.

KARUNIA-KARUNIA PRIBADI

A. Roma 12:6-8
Menurut Surat Paulus kepada jemaat di Roma (lih. Rm 12:6-8), karunia-karunia Roh Kudus yang bersifat pribadi itu mencakup:

1. Karunia Bernubuat
Istilah nubuat dalam bahasa Yunani ialah προφητεια - PROPHÊTEIA (n), dari kata kerja προφητευω - PROPHÔTEUÔ yang artinya bernubuat [bdk. Kata προφητεια dalam Roma 12:6 ditambahkan dengan kalimat  'kata tên analogian tês pisteôs ("sesuai dengan iman kita").] Kata ini juga bermakna 'prediksi', atau kemampuan untuk menceritakan kejadian yang belum terjadi (baca: masa depan). Berdasarkan penjelasan di atas, maka (sebuah) nubuat itu harus selaras dengan doktrin iman (kita).

2. Karunia Melayani
Kata διακονια - DIAKONIA (n) dari kata διακονος - DIAKONOS berarti diaken, pelayan, abdi. Kata ini berasal dari kata διακονεω - DIAKONEÔ (v) yang artinya melayani. Pada dasarnya kata ini bermakna: pelayanan terhadap majikan atau tamu. Paulus mengangkat makna kata ini dalam Roma 12:7 menjadi  pelayanan dalam komunitas Kristen baik individual maupun secara keseluruhan terutama atas kebutuhan tenaga kerja bagi orang lain.

3. Karunia Mengajar
Kata yang digunakan dalam bahasa Yunani perihal "mengaajar" adalah διδασκαλια - DIDASKALIA (n) dan διδασκω - DIDASKÔ yang berarti mengajar; seni atau sikap mengajar. Karunia sebagai pengajar ini disebutkan sesudah "rasul dan nabi" (1 Kor12:28, Ef 4:11). Namun dalam konteks Roma 12:6 disebutkan sesudah karunia bernubuat. 

Mengajar dan memberitakan sering digunakan bersama-sama. Di dalam Injil, Yesus Kristus pertama kali "memberitakan" dan disusul dengan "mengajar". Pada jaman Gereja Perdana, terminologi "pemberitaan" adakalanya dibedakan dengan "pengajaran", meskipun dalam beberapa contoh, kedua istilah ini sering digabungkan (Kis 5:42, 28:31). 
"Pemberitaan" adalah pemberian maklumat akan Injil keselamatan melalui Yesus Kristus, sedangkan "pengajaran" adalah instruksi sistematik berisikan rincian iman Kristen dan kewajiban melengkapi pertobatan dan mempertahankan iman.
Meskipun "pemberitaan" dan "pengajaran" berbeda fungsi, namun karunia pelayanan ini disatukan dalam satu pribadi (1 Tim 2:7; 2 Tim1:11).

4. Karunia Menasehati
Istilah Yunani untuk kata kerja 'menasihati' adalah παρακλησις - PARAKLÊSIS (n) dan παρακαλεω - PARAKALEÔ (v) yang artinya memohon atau tindakan menasehati, memberi semangat, menghibur, bahkan menegur. 

Pada umumnya tulisan dalam Alkitab adalah suatu παρακλησις - PARAKLÊSIS (nasehat, teguran atau pemberian semangat dengan tujuan memperkuat dan mengokohkan iman orang percaya).
Lihat misalnya dalam Ibrani 10:25 ("Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.")

5. Karunia Membagi-bagikan
Membagi-bagikan dalam bahasa Yunani adalah μεταδιδωμι - METADIDOMI, gabungan dari preposisi μετα - META (dengan, sesudah, di antara) yang merujuk kepada ide persekutuan; serta διδωμι- DIDOMI yang artinya memberikan dalam pengertian umum sebagai lawan dari kata menerima.

Kata ini bermakna seseorang yang mendistribusikan derma atau sedekah di dalam jemaat. Lihat misalnya dalam Rm 12:13 ("Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!"); 2 Kor 8:12 ("Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.")

6. Karunia Memimpin
Kata Yunani untuk pemimpin adalah προιστημι - PROISTÊMI yang merupakan gabungan dari preposisi προ - PRO (sebelum), dan ιστημι - HISTEMI (berdiri).

Kata ini bermakna seseorang yang memiliki karunia sebagai pemimpin sekaligus memelihara jemaat, seperti dicatat oleh Timotius (1 Tim 5:17): "Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar."; Ibr 13:7 ("Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka."); juga dalam 1 Ptr 5:2-3 ("Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.")

7. Karunia Menunjukkan Kemurahan
Bahasa Yunani meyebut ελεεω - ELEEÔ untuk 'kemurahan'. Kata ini berasal dari kata ελεος - ELEOS (kemurahan). Istilah ini menunjuk pada kemurahan, belas kasihan pada seseorang yang berada dalam keadaan tidak berbahagia, sakit, berusia lanjut, dan lain-lain. Dalam konteks Roma 12:8 ditujukan kepada teman dan kerabat, simpati dalam bentuk tindakan dan bukan hanya ada di bibir saja.

Kata lain yang digunakan adalah ελεεω - ELEEÔ (v) yang berarti "menunjukkan kemurahan" atau  ελεος - ELEOS (n) yang artinya "kemurahan". Contoh: seorang pelaku kriminal akan meminta ελεος - ELEOS dari hakim dengan harapan pengurangan hukuman. Sementara kata οικτιρμος - OIKTIRMOS lebih sering ditujukan kepada Allah; karena obyeknya adalah seseorang yang mengalami penderitaan dan tidak memiliki harapan sama sekali.

Satu hal yang ditekankan adalah melakukan ελεεω - ELEEÔ adalah dengan sukacita (εν ιλαροτητι - EN HILAROTÊTI). Lihat misalnya dalam 2 Kor 9:7 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."



sebelumnya << baca artikel >> berikutnya

lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter