Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Karunia-karunia Roh Kudus (4)

Tulisan merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya, yakni tentang Karunia-karunia PRIBADI. Di tulisan sebelumnya telah dipaparkan mengenai Karunia-karunia Pribadi menurut Roma 12:6-8. Nah, pada bagian akhir dari tema "Karunia-karunia Roh Kudus" ini, saya akan bentangkan "Karunia-karunia Pribadi" sebagaimana tertulis dalam Surat Paulus kepada jemaat di Korintus.


KARUNIA-KARUNIA PRIBADI


B. 1 Kor 12: 8-10
Menurut 1 Korintus 12:8-10 Karunia-karunia Pribadi terdiri dari:

1. Karunia untuk Berkata-kata Dengan Hikmat

Yunani λογος σοφια (LOGOS SOPHIA) = perkataan bijak/arif. Dalam konteks 1 Kor 12:8 berhubungan dengan kebijakan ilahi, kemampuan untuk mengatur hubungan seseorang dengan Allah berbeda dengan kata φρονεσις (PHRONESIS) = kemampuan mengenal, memahami, dan beradaptasi dengan seseorang.

λογος σοφια (LOGOS SOPHIA) = Ucapan yang berhikmat melalui pekerjaan Roh Kudus. Inilah penerapan penyataan firman Allah atau hikmat Roh Kudus pada suatu keadaan atau masalah yang khusus (Kis 6:10; 15:13-22). Akan tetapi, ini tidak sama dengan memiliki hikmat Allah untuk kehidupan sehari-hari. Hikmat itu dicapai dengan belajar yang rajin dan merenungkan jalan Allah dan firman-Nya, dan melalui doa (Yak 1:5-6).

2. Karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan

Yunani, λογος γνωσεως - 'LOGOS GNOSEÔS', perkataan "pengetahuan". Kata γνωσεως - 'GNOSEÔS' adalah bentuk genitif (menyatakan sumber atau milik) dari kata γνωσις - 'GNÔSIS', sedangkan kata γνωσις - 'GNÔSIS' adalah nomina berasal dari γινωσκω - 'GINOSKO', "mengetahui", sehingga kata γνωσις - 'GNÔSIS' diterjemahkan menjadi "pengetahuan" yaitu cabang pengetahuan tertentu bukan pengetahuan dalam arti luas.

Dalam konteks 1 Korintus 12:8, λογος γνωσεως - 'LOGOS GNOSEÔS' berarti kecakapan membentangkan dan menerangkan secara teoritis prinsip-prinsip mendasar atau pengetahuan yang lebih dalam dari doktrin Kristen, barangkali dapat disamakan dengan ungkapan "kunci pengetahuan" menurut ayat di bawah ini: 
  1. Luk 11:52 "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil 'kunci pengetahuan'; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi." Ayat-ayat lain tentang "pengetahuan" yang berhubungan dengan λογος γνωσεως - 'LOGOS GNOSEÔS', di antaranya: 
  2. 1 Korintus 13:2 "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh 'pengetahuan'; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." 
  3. 1 Kor 13:8 "Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; 'pengetahuan' akan lenyap."; 
  4. 1 Kor 14:6 "Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau 'pengetahuan' atau nubuat atau pengajaran?"; 
  5. 2 Kor 8:7 "Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, —- dalam iman, dalam perkataan, dalam 'pengetahuan', dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami —- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini." 
γνωσις - 'GNÔSIS', "pengetahuan" berbeda dengan 'SOPHIA', "hikmat". γνωσις - 'GNÔSIS' merujuk kepada pengetahuan itu sendiri, sedangkan σοφια - 'SOPHIA' merujuk kepada kebijaksanaan yang diterapkan dalam tindakan. γνωσις - 'GNÔSIS' menerapkan secara ringkas pengertian tentang kebenaran, sedangkan σοφια - 'SOPHIA'menerangkan lebih rinci makna kebenaran dalam segala aspeknya.

3. Karunia iman

Kata πιστις (PISTIS) berasal dari verba πειθω (PEITHO) = "meyakinkan" (orang lain) termasuk pengertian "menghasut" (Mat 27:20), menaruh harapan, mengandalkan, menganggap benar, percaya. Kata ini punya makna yang cukup luas baik dari segi subyektif maupun obyektif namun secara umum bermakna kemampuan untuk percaya.

Dalam konteks 1 Kor 12:9, πιστις (PISTIS) = Salah satu "karunia" Roh Kudus, berbeda dengan iman sebagai penyerahan total atau iman yang menyelamatkan. Karunia "iman" ini adalah iman yang bekerja secara ajaib seperti "iman untuk memindahkan gunung".

4. Karunia untuk Menyembuhkan

Terminologi ιαμα - 'IAMA', berasal dari verba ιαομαι - 'IAOMAI', "menyembuhkan". Karunia-karunia ini diberikan kepada jemaat untuk memulihkan kesehatan jasmani dengan memakai sarana adikodrati (Matius 4:23-25; 10:1; Kisah Para Rasul 3:6-8; 4:30). Bentuk jamak χαρισματα - 'KHARISMATA'(dalam perkataan "karunia-karunia") menunjukkan penyembuhan berbagai macam penyakit dan menganjurkan bahwa setiap tindakan penyembuhan merupakan suatu karunia yang khusus dari Allah.

Sekalipun karunia-karunia untuk menyembuhkan ini tidak dikaruniakan kepada setiap anggota tubuh dalam suatu cara yang istimewa (1 Korintus 12:11, 30), namun semua anggota boleh mendoakan orang sakit. Pada waktu ada iman, orang yang sakit itu akan disembuhkan. Kesembuhan dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketaatan terhadap petunjuk-petunjuk dalam Yak 5:14-16. Allah memberikan χαρισματα - 'KHARISMATA', "karunia-karunia", dan bukan ιαματα - 'IAMATA', "kesembuhan-kesembuhan". 'IAMATA' dapat bermakna obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, sedangkan 'KHARISMATA'adalah aneka ragam kemampuan untuk menyembuhkan aneka ragam penyakit, dengan atau tanpa obat.

5. Karunia untuk Mengadakan Mujizat

Istilah Yunani untuk ini adalah ενεργηματα δυναμεων - 'ENERGÊMATA DUNAMEÔN', dari kata ενεργημα - 'ENERGEMA',"pekerjaan"; Dan δυναμις - 'DUNAMIS', "mujizat". Kata 'DUNAMIS' berasal dari verma δυναμαι - 'DUNAMAI', "mampu". Semua kata yang dibentuk dari stem δυνα- ; 'DUNA-' senantiasa berhubungan dengan kemampuan. Ini merupakan perbuatan-perbuatan kuasa adikodrati yang dapat mengubah tatanan hukum alam yang normal.

6. Karunia untuk Bernubuat

Istilah  προφητεια - 'PROPHÊTEIA' = nubuat berasal dari kata προφητευω - 'PROPHÔTEUÔ' yang berarti : bernubuat". Kata προφητευω - 'PROPHÔTEUÔ', sendiri berasal dari kata προφητης - 'PROPHÊTÊS', "nabi". Kita harus membedakan di antara nubuat sebagai suatu penyataan sementara dari Roh (1 Korintus 12:10) dan nubuat sebagai suatu karunia pelayanan jemaat (Ef 4:11). Sebagai suatu karunia pelayanan, nubuat hanya diberikan kepada beberapa orang percaya, yang kemudian harus berfungsi sebagai nabi di dalam jemaat. Sebagai penyataan rohani, nubuat itu sebenarnya tersedia bagi setiap orang Kristen yang dipenuhi Roh (Kisah Para Rasul 2:17-18).

Nubuat merupakan suatu karunia istimewa yang memungkinkan orang percaya untuk meneruskan perkataan atau penyingkapan secara langsung dari Allah di bawah dorongan Roh Kudus (1 Korintus 14:24-25, 29-31). Ini bukanlah penyampaian sebuah khotbah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Nubuat dijalankan di bawah kehendak Allah dan bukan kehendak manusia. Perjanjian Baru tidak pernah menunjukkan bahwa jemaat secara aktif mencari penyataan atau petunjuk dari mereka yang mengaku sebagai nabi. Nubuat diberikan kepada jemaat hanya pada waktu Allah memprakarsai beritanya (1 Korintus 12:11; 2 Petrus 1:21).

7. Karunia untuk Membedakan Bermacam-macam roh

 διακρισεις πνευματων - 'DIAKRISEIS PNEUMATÔN' (pembedaan roh-roh) adalah kata yang digunakan dalam Perjanjian Baru. Kata διακρισις - 'DIAKRISIS' berasal dari διακρινω - 'DIAKRINÔ', "membedakan", "memutuskan", "menghakimi". Sementara διακρισις - 'DIAKRISIS' adalah tindakan atau kuasa melihat perbedaan dengan jelas, bukan διακνοσις - 'DIAGNOSIS', menganalisa berdasarkan pemikiran atau pengertian diri sendiri.

Karunia ini merupakan kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh untuk membedakan dan menilai nubuat-nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus atau bukan (1 Yohanes 4:1; 1 Korintus 14:29). Menjelang akhir zaman ini ketika guru palsu (Matius 24:5) dan pemutarbalikan Kekristenan yang alkitabiah akan berkembang secara pesat (1 Timotius 4:1), maka karunia ini akan menjadi sangat penting bagi jemaat.

8. Karunia untuk Berkata-kata dengan Bahasa Roh

Kitab Perjanjian Baru, yang dalam bahasa Aslinya menggunakan bahasa Yunani, mencatat jenis karunia ini dengan istilah γενος γλωσσα - 'GENOS GLÔSSA' [bdk. γενος (GENOS) = jenis; γλωσσα (GLÔSSA) = lidah. Sering juga digunakan istilah "γλωσσολαλια - GLÔSSOLALIA" - dari kata γλωσσα (GLÔSSA) dan λαλεω (LALEÔ) = berbicara).

Berhubungan dengan "bahasa roh" atau "karunia lidah" sebagai suatu penyataan adikodrati dari Roh Kudus. Bahasa roh itu boleh jadi suatu bahasa yang ada di bumi (Kisah Para Rasul 2:4-6) atau suatu bahasa yang tidak dikenal di bumi (1 Korintus 13:1; 14:1-40). Bahasa semacam itu tidak pernah dipelajari dan sering kali tidak dapat dipahami baik oleh pembicara (1 Korintus 14:14) maupun oleh para pendengar (1 Korintus 14:16).

Agar dapat menilai apakah bahasa roh itu sejati, yaitu sungguh-sungguh dari Roh Kudus, harus ditemukan apa yang diajarkan Alkitab. Apabila seseorang yang mengatakan bahwa ia berbicara dalam bahasa roh tetapi tidak mengabdikan diri kepada Yesus Kristus dan kekuasaan Alkitab, dan tidak berusaha menaati firman Allah, maka penyataan orang itu tidaklah dari Roh Kudus.

9. Karunia untuk Menafsirkan Bahasa Roh

Dalam bahasa aslinya, etimologi yang digunakan untuk jenis karunia ini ialah ερμηνεια (HERMENEIA) atau HERMENEUO yang artinya ialah menjelaskan dengan kata-kata, atau menerjemahkan apa yang dikatakan atau yang ditulis dalam bahasa asing ke dalam bahasa sendiri yang dimengerti. Sementara kata ερμηνευω (HERMENEUÔ) sendiri berasal dari kata ερμης (HERMÊS) yang berarti "dewa bahasa" bangsa Yunani.

Karunia ini merupakan kemampuan yang diberikan oleh Roh untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan yang diucapkan dalam bahasa roh. Ketika bahasa roh ini ditafsirkan bagi jemaat, maka fungsinya adalah sebagai petunjuk untuk penyembahan dan doa ataupun sebagai nubuat. Perhimpunan orang percaya kemudian dapat ikut serta dalam penyataan yang diilhamkan oleh Roh ini. Demikianlah, bahasa roh yang ditafsirkan dapat menjadi suatu sarana membangun jemaat sementara segenap perhimpunan itu menanggapi ucapan tersebut (1 Kor 14:6,13). Karunia ini bisa diberikan kepada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh atau kepada seorang lain. Mereka yang berkata-kata dengan bahasa roh harus berdoa juga untuk memperoleh karunia menafsirkan bahasa roh (1 Kor 14:13).



sebelumnya << baca artikel >> berikutnya

lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

1 komentar

  1. Fr Lucius,
    Met Malem.
    Artikelnya memang selalu berbobot.
    Luar Biasa!!!
    Salam Sukses,
    www.johaneskrisnomo.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Komentar via email ke [email protected]






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter