Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Parbada Itu Bukan Parbaba

Parbada Itu Bukan Parbaba
Dua kata ini memang saling bertautan, walaupun beda dan bertolak belakang. Ya, beda nasiblah. Judul di atas pun lahir dari slip of tongue alias keseleo lidahnya teman yang asli Jawa. Kebetulan dia beristerikan orang Batak dan sangat mencintai isterinya.

Dia suka bercanda, termasuk senang mencandai istrinya yang asli Ronggurnihuta itu. Saat bertelepon dia cerita betapa istrinya itu baik, jujur dan tulus. Hanya saja "remeng" (cerewet). jelas, dia tak keberatan dengan cerewetnya sang istri.

"Lae, remeng kali itomu ini bah. Parbaba kali dia. Sikit-sikit berkotek kayak ayam," katanya polos, namun diikuti cubitan mesra dari sang istri. Minimal itu yang terdengar via suara di telepon. ha ha ha

*****

Parbada memang bukan parbaba. Parbada itu si pemarah yang suka berantam. Sementara Parbaba itu kita semua, yang empunya mulut dan belum tentu suka berantem.

Kebetulan, kata parbaba juga nama sebuah desa nan indah yang membentang dari pantai Parbaba higga ke bukit-bukit Parbaba Dolok. Tak hanya indah, Desa Parbaba juga menjadi lokasi perkantoran pemerintah, dari Gegdung DPRD, Bupati dan dinas-dinasnya.

Tapi sekali lagi, kita tak membahas desa yang beberapa kali saya kunjungi ini. Dihubung-hubungkan juga bisa sih. Misalnya saja, "Sude do parbada i akka parbaba." (semua orang yang doyan berantem pasti dong punya mulut).

Contoh kasus:

Beberapa hari lalu, di sebuah gedung yang biasa digunakan untuk berdoa terjadilah parbadaan (konflik, berantem, adu mulut) di gereja itu.

Mereka semua, tadinya ingin memuliakan Tuhan dengan mulutnya (baba, pamangan, simakkudap) di gedung itu. Tapi apa hendak di kata, godaan datang: baba tak lagi melahirkan tonggo (doa). Baba justru melahirkan bada (amuk, amarah). Di tempat itulah terjadi "Baba menjadi Bada dibagas joro ni Debata.

*****




Boasa gabe parbada hamu?

Dalam kultur Batak (Toba), sesorang bisa jadi parbada disebabkan oleh 4 sikap, sifat atau perilaku yang kita tujukan kepada orang lain atau sebaliiknya dari orang lain kepada kita. Keempat sifat ini ialah elat, late, teal, hosom. Elat itu rasa iri, cemburu yang negatif. Late ekspresi rasa iri, dengki yang disertai niat dan perbuatan negatif (ingin menghancurkan yang lain).

Sementara Teal itu perilaku munafik (berlagak orang hebat taunya tukang ngembat); sedangkan Hosom merupakan rasa dendam, yang diikuti oleh kebencian, dan biasanya dilatarbelakangin oleh late, teal dan . elat di atas.

Keempat sifat di atas jualah yang sering memicu parbadaan (konflik, pertikaian) di kalangan masyarakat Batak. Dan paling keempat sikap negatif di atas seringkali lahir dari mulut (baba) dan mengalir lewat gosip, hingga dua sahabat bisa jadi sama-sama sip (diam). Pendeknya, orang tak akan jadi parbada kalau ia mampu menjaga baba (mulut)-nya, berikut tindakannya.

Tampaknya, hanya orang Parbaba yang mampu menjaga baba-nya, hingga pantainya yang indah, Pasir Putih dan sekitarnya diminati wisatawan, dan bukit-buktinya yang membentang menghadap hamparan Danau Toba menggoda bupati Samosir untuk menjadikannya perkantoran.

Masyarakatnya Parbaba, terutama Parbaba Dolok juga tergolong masyarakat yang sabara. Buktina, saat desa mereka baru dialiri listrik tahun ini, persis setelah 74 tahun Indonesia merdeka, mereka tak protes sedikit pun.

Nah, karena masyarakat Parbaba itu tak suka marbada, maka, kepada seluruh parbada na diportibi on (semua orang pemarah di dunia ini), pergilah ke Parbaba.

Rasakan hempasan omban kecil di Pantai Pasir Putihnya, dan juga sejuknya angin semilir di antara lekukan perbukitannya.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter