Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Wagner dan Warga Simalungun Yang Suka Baper

Wagner dan Warga Simalungun Yang Suka Baper
Irjen Pol Maruli Wagner Damanik, MAP bersama teman-teman redaksi PenaSinergi
Irjen Pol Maruli Wagner Damanik, MAP,  bukan purnawirawan polisi biasa. Dengan fisik yang masih energik, kendati sudah pensiun, Wagner tak mau mengakhiri pengabdiannya kepada masyarakat di negeri ini di Mabes Polri.

Ia masih ingin mengabdi, tapi bukan lagi sebagai polisi, tetapi sebagai warga sipil biasa yang sudah lepas dari jabatannya di kepolisian.


Bukan posisi gubernur yang diincarnya, seperti kebanyakan purnawirawan TNI dan Polri yang ikut berkompetisi jadi gubernur, atau komisaris perusahaan.

Dengan alasan yang jelas dan terucap dengan tegas, Wagner menyampaikan alasan mengaoa ia malah "hanya menginginkan" posisi bupati, dan di Kabupaten Simalungun pula.

"Saya datang untuk memberi (baca: mengabdi), bukan untuk mengambil (baca: tak mau mengambil gaji dan tunjangannya)," kata Wagner menyinggung moto pencalonannya sebagai balon bupati Simalungun.

"Kalau Kabupaten Simalungun sudah baik, saya akan menikmati masa pensiunku dengan santai. Tapi, nyatanya Kabupaten Simalungun masih tertinggal dibanding kabupaten lain. Sebagai orang Simalunguun, dan berbekal pengalaman di kepolisian, saya kembali ke Simalungun untuk menawarkan dirimenjadi pelayan masyarakat," tambah Wagner.

Wagner boleh saja mengekspresikan idealismenya untuk memajukan Simalungun. Tetapi ia juga harus sadar bahwa perilaku politik masyarakat di Kabipaten Simalungun telah berubah, sebagaimana juga masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Bagaimana dengan kekuatan finansialmu, bang? Harga suara setiap pilkada naik loh, bang. Belum lagi Partai selalu menempatkan diri sebagai kendaraan terbaik. Bagaimana Anda menyikapinya?" tanyaku saat bertemu Wagner.

"Ya, saya tahu itu. Maka saya akan mencoba maju dari jalur independen. Saya sudah rela ketika akhirnya harus mengganti biaya fotokopi KTP calon pemilih. Tetapi saya tak mau membeli KTP mereka.

Begitu juga dengan Partai. Partai adalah sarana demokrasi. Jadi saya tetap terbuka dengan mereka. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Sementara ini kita fokua dulu mencari dukungan masyarakat," tutur Wagner mantab.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter