Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Victoria Concordia Crescit

Victoria Concordia Crescit
Victoria Concordia Crescit
Bila Anda seorang fans Arsenal, klub sepakbola tahta tertinggi Premier League, Anda pasti tahu arti ungkapan yang tertera di logo klub kesayangan Anda, "Victoria Concordia Crescit".

Dalam Bahasa Indonesia, ungkapan dalam bahasa Latin ini berarti "Kemenangan diraih dalam keharmonisan".

Ungkapan ini juga berlaku dalam rangka kontestasi politik yang pada diselenggarakan secara serentak di 270 Daerah pada tahun 2020. Sebagaimana Pemilu (pilpres, pileg), Pilkada serentak juga dapat dimaknai sebagai kaderisasi bidang politik.

Kaderisasi ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah, partai atau organisasi/perhimpunan politik bagi warga negara.

Kaderisasi ini sekaligus merupakan panggilan sekaligus beban yang harus dipikul oleh setiap warga negara, partai politik atau organisasi/perhimpunan bersangkutan. Sebab kader adalah pilar utama dalam keseluruhan aktivitas dan eksistensi organisasi, termasuk dalam hidup bernegara.

Proses pengkaderan sendiri membutuhkan strategi dan fokus kerja organisasi, baik prioritas maupun taktis, baik secara internal maupun eksternal. Biasanya pendidikan dan kaderisasi selalu melahirkan rekomendasi dan evaluasi sistem pembinaan.

Kaderisasi sendiri tak melulu formal, tetapi juga tampil dalam geliat aktivitas yang sifatnya informal dan non-formal yang terus-menerus dilakukan secara kontiniu. Dalam konteks kontestasi pilgub dan pilgub/pilwalkot, proses panjang dari bakal pencalonan, pencalonan hingga hari-H pemilihan dapat dipahami sebagai Sekolah Politik.

Sebagai sekolah politik, proses yang berlangsung cukup lama itu dapat dijadikan sebagai media untuk memuluskan ekspektasi masyarakat terhadap politik secara umum dan terhadap calon kepala daerah mereka secara khusus.

Proses itu juga merupakan ujian dan passion seorang kader (para calon gubernur dan bupati/walikota) yang berharap agar spirit pendidikan politik tesebut tetap menyala, membakar semangat warga hingga saat pemilihan; dan kalau menang, semangat itu tetap menyala selama ia menjadi gubernur atau bupati/walikot di daerahnya.

Proses indoktrinasi misi, visi dan program yang ingin diterapkan di daerahnya oleh masing-masing calon biasanya mereka jabarkan dengan metode kaderisasi partisipatif.

Saat ini kita bersimpuh di alam globalisasi. Tak hanya para calon kepala daerah, tetapi warga calon pemilih pun harus berderap dan melaju dalam barisan tempur yang tak kenal mundur, demi bangsa dan negara.

Seumpama benih padi yang disemaikan, kaderisasi selama proses persiapan pemilihan kepala daerah ini pun demikian: tahun ini kita lakukan, esok lusa pasti kita tuai hasilnya.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter