-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Gereja dan Skandal Pelecehan Seksual

Posting Komentar
Dokumen Kepausan 


GEREJA DAN SKANDAL PELECEHAN SEKSUAL
The Church and the Scandal of Sexual Abuse
Paus Emeritus Benediktus XVI

‘Gereja dan Skandal Pelecehan Seksual’ 
 
Atas undangan Paus Fransiskus, pada tanggal 21-24 Februari, para ketua Konferensi Uskup seluruh dunia berkumpul di Vatikan mendiskusikan krisis yang akhir-akhir ini terjadi yaitu krisis iman dan krisis Gereja; krisis yang mendunia setelah terbukanya kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para klerus.

Tidak sedikit imam dan juga awam yang merasa begitu terguncang oleh banyaknya dan seriusnya kejadian yang dilaporkan tersebut hingga kemudian mempertanyakan iman Gereja. Oleh karenanya perlu seruan pesan yang kuat, dan mengawali sesuatu yang baru yang akan mengembalikan kredibilitas Gereja sebagai terang di antara bangsa-bangsa dan sebagai kekuatan dalam pelayanan melawan kekuatan yang menghancurkan.

Karena saya sendiri telah berkarya dalam posisi sebagai gembala Gereja pada saat krisis ini menguak dalam masyarakat, dan ketika krisis itu berakumulasi. Walaupun sebagai emeritus saya tidak lagi secara langsung bertanggung jawab, saya bertanya kepada diri sendiri apa yang dapat saya sumbangkan sebagai awal yang baru ini.

Karena itu, setelah pertemuan para Ketua Konferensi para uskup diumumkan, saya menyusun beberapa catatan yang dapat saya sumbangkan, satu atau dua penjelasan yang sekiranya dapat membantu dalam saat-saat yang amat sulit ini.

Setelah mengontak Sekretaris Negara, Kardinal Pietro Parolin dan Bapa Suci Paus Fransiskus sendiri, tidak keliru sekiranya teks ini diterbitkan di Klerusblatt (Buletin Bulanan bagi para Klerus di sebagian besar keuskupan- keuskupan Bavaria)


Tulisan saya ini saya bagi menjadi tiga bagian:
  1. Dalam bagian pertama, saya bermaksud memaparkan secara singkat konteks sosial yang lebih luas dari permasalahan ini; tanpa konteks ini, dirasakan sulit untuk memahaminya. Saya mencoba menunjukkan bahwa di tahun 1960-an telah terjadi suatu kejadian yang amat buruk. Dapatlah dikatakan bahwa dalam 20 tahun dari 1960 hingga 1980, standar-standar normatif tentang seksualitas telah runtuh sama sekali, dan muncullah ‘kenormalan’ baru (a new normalcy) yang sekarang menjadi gangguan yang berkepanjangan (the subject of laborious attempts at disruption).

  2. Dalam bagian kedua, saya bermaksud menunjukkan dampak situasi ini bagi formasi dan kehidupan para imam.

  3. Akhirnya, dalam bagian ketiga, saya bermaksud untuk mengembangkan beberapa perspektif bagi jawaban Gereja yang tepat terhadap problem ini.
Baca Selengkapnya!


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter