Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Musik dan Lagu Liturgi (Part 5)

Perbedaan Musik Liturgi, Musik Pop Rohani dan Musik Profan


KETERANGAN

MUSIK LITURGI

MUSIK POP ROHANI

MUSIK PROFAN

SYAIR

Isi

Khusus diciptakan untuk tujuan liturgi.

Puisi/puitis

Puisi/puitis



Sumber

Kitab suci atau teks ibadat/misa. 


Umumnya memakai bahasa sehari-hari, dan sangat individualistis. 


Umumnya dipakai suatu bahasa sastra / khusus, bukan bahasa
sehari-hari. 
Tujuannya

Tujuan

Untuk menyapa tuhan (permohonan & syukur), ungkapan iman,
harapan, dan kasih pada tuhan.

Untuk menyapa tuhan dan sesama.

Untuk menyapa sesama.

MUSIK

Lagu

Mendukung/ mengabdi pada syair.

Belum tentu mendukung syair, kadang
bertolak belakang dengan isi syair.


Tidak hanya mendukung syair

Ket.

Musik nyanyian ibadat tidak harus enak
didengar (easy listening).

Seringkali membuat suasana menjadi
sentimentil, ringan, kurang menantang dan cengeng; yang penting musiknya
enak/asyik didengar.

Musiknya terkadang punya tujuan dalam
dirinya sendiri.

FUNGSI

Utama

Nyanyian / musik ibadat adalah suatu bagian yang integral dari
perayaan liturgi yang befungsi untuk: 
Mengiringi liturgi, mis: perarakan, melagukan liturgi (mis: doa
syukur, doa permohonan), pewartaan kita suci, atau ungkapan iman.

Fungsi / tujuan:

Tujuan utama untuk hiburan rohani, untuk memberikan suasana rohani,
untuk show, untuk bersenang-senang saja dan juga seringkali bersifat
komersial.
Artinya memang

Fungsi / tujuan:

Tujuan utama untuk menyenangkan / hiburan, untuk menaruh perhatian,
menunjukkan kebolehan, dan tak jarang bersifat komersial.
Artinya

Lain

Diciptakan untuk menciptakan suasana perayaan, tepatnya untuk
memperindah ibadat

Diciptakan untuk keperluan di luar ibadat.

Diciptakan untuk dipakai secara umum di segala tempat, namun tetap di
luar ibadat.

SIFAT

Utama

Eklesial—ibadat / liturgi selalu dirayakan
bersama-sama dengan umat yang hadir (eklesial). 

Individual—lagu pop rohani dibawakan
sebagai nyanyian solois (maka ada biduan/artisnya), sesuai dengan syairnya
menggunakan kata ganti “aku” bukan “kami” atau “kita”. 

Individual—lagu pop/profan dibawakan secara
solois [ada biduan/artisnya] sesuai dengan syairnya; dan menggunakan kata
“aku”

Ket.

Dialog dalam liturgi tidak bertentangan
dengan kebersamaan tetapi sebaliknya meningkatkannya.

Sifat lagu ini tidak berubah, meskipun
dibawakan oleh paduan suara.

Sifat lagu ini tidak berubah, meskipun
dibawakan oleh paduan suara.

KEKHASAN

Fungsi

Untuk ibadat (perayaan liturgi gereja)



Untuk hiburan, pop (di luar ibadat)


Karakter

Sakral: alat musik khusus untuk ibadat

Profan: alat musik populer

Profan: alat musik populer

Musik yang dihasilkan

Sakral, di mana melodinya mengalir dan warna suara yang dihasilkan
mengajak orang untuk berdoa (teologi-biblis).

Ringan, tanpa bobot, sesuai selera massal (trend), menghindari
kepadatan isi syair dan tidak bertahan lama.

Ringan, sengaja tanpa bobot dengan irama ritmisnya (mis: dangdut)
untuk menghindari stress dan pikiran yang mendalam. 

Lagu pop serta tidak tahan lama alias mudah sekali dilupakan orang,
karena selalu muncul lagu lain yang lebih trend.

Alat musik

Organ pipa

Alat musik populer

Alat musik populer



lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter