iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Silsilah Marga Silahisabungan

Silsilah Marga Silahisabungan
Tugu Silahisabungan, Silalahi, Dairi 
Data yang dikumpulkan dari berbagai buku maupun turi-turian, Silahi Sabungan mempunyai dua isteri (baca: Siapa Silahi Sabungan?). Isteri pertama adalah Pinggan Matio boru Padang Batangari dan bermukim di Silalahi Nabolak dan isteri kedua adalah Milingiling boru Mangarerak.

Dari boru Pinggan Matio, Silahi Sabungan memiliki tujuh putra dan satu putri; sementara dari boru Milingiling, Silahisabungan memiliki seorang putra. Jadi Silahi Sabungan memiliki 8 putra dan satu putri.

Dari isteri pertama lahir:
1. Haloho (Loho Raja)
2. Tungkir (Tungkir Raja)
3. Rumasondi (Sondi Raja)
4. Dabutar (Butar Raja)
5. Dabariba (Bariba Raja)
6. Debang (Debang Raja)
7. Pintubatu (Batu Raja)
8. Siboru Deang Namora (putri satu-satunya).

Dari isteri kedua lahir:
9. Tambun (Tambun Raja)


Tempat Tinggal Keturunan Raja Silahi Sabungan

1. Haloho (Loho Raja)
  • Haloho (Loho Raja) menikah dengan boru tulangnya Rumbani boru Padang Batangari dan bermukim di Silalahi nabolak. 
  • Keturunannya sebagian migrasi ke Paropo, Tolping, Pangururan, Parbaba. 
  • Haloho memiliki tiga putra, yaitu Sinaborno, Sinapuran, dan Sinapitu. 
  • Pada umumnya keturunan Loho Raja memakai marga Sihaloho, dan hingga dewasa ini belum ada cabang marga ini.
2. Tungkir (Tungkir Raja)
  • Tungkir (Tungkir Raja) menikah dengan Pinggan Haomasan boru Situmorang dan bermukim juga di Silalahi nabolak. 
  • Pasangan ini juga memiliki tiga putra, yaitu Sibagasan, Sipakpahan dan Sipangkar. 
  • Pada umumnya keturunan Tungkir Raja memakai marga Situngkir, terutama Sibagasan dan Sipakpahan, sedangkan keturunan Sipangkar sebagian besar telah memakai Sipangkar sebagai marga.
3. Ruma Sondi (Sondi Raja) 
  • Rumasondi (Sondi Raja) menikah dengan Nagok boru Purba Siboro, dan bermukim di Silalahi Nabolak. 
  • Ruma Sondi dan Nagok Boru Purba Siboro memiliki tiga putra, yaiti Rumasondi, Rumasingap, dan Rumabolon. 
  • Pada umumnya keturunan Sondi Raja memakai marga Rumasondi dan sebagaian memakai marga Silalahi (Balige) dan bahkan Rumasingap; tetapi juga memakai cabang marga, seperti Doloksaribu, Sinurat, Nadapdap, Naiborhu.
4. Dabutar (Butar Raja)
  • Dabutar (Butar Raja) menikah dengan Lagumora Sagala dan bermukim di Silalahi Nabolak. 
  • Dabutar mempunyai tiga putra, yaitu Rumabolon, Ambuyak, dan Rumatungkup. 
  • Pada umumnya keturunan Butar Raja memakai marga Sinabutar atau Sinamutar, bahkan Sidabutar.
5. Dabariba Raja (Baba Raja)
  • Dabariba Raja (Baba Raja) menikah dengan Sahat Uli boru Sagala, dan bermukim di Silalahi Nabolak. 
  • Keturunannya memakai marga Sidabariba atau Sinabariba. 
  • Putranya berjumlah tiga, yaitu Sidabariba Lumbantonga, Sidabariba Lumbandolok, Sidabariba Toruan. 
  • Pada umumnya keturunan Baba Raja memakai marga Sidabariba.
6. Debang (Debang Raja) 
  • Debang (Debang Raja) menikah dengan Panamenan boru Sagala dan bermukim di Silalahi nabolak, dan sebagian menyebar ke Paropo. 
  • Debang Raja mempunyai tiga putra : Parsidung, Siari dan Sitao. 
  • Pada umumnya keturunan Debang Raja memakai marga Sidebang atau Sinabang.
7. Pintu Batu (Batu Raja) 
  • Pintu Batu (Batu Raja) menikah dengan Bunga Pandan boru Sinaga, dan tinggal di Silalahi Nabolak. 
  • Batu Raja memiliki tiga putra, yaitu Hutabalian, Lumbanpea, Sigiro. 
  • Pada umumnya keturunan Batu Raja memaki marga Pintu Batu, tetapi keturunan Sigiro sebagian memakai marga Sigiro.
8. Tambun (Tambun Raja) 
  • Tambun (Tambun Raja) adalah putra Raja Silahisabungan dari si boru Milingiling. Ketika masih remaja, Tambun meninggalkan Silalahi nabolak menemui ibu kandungnya di Sibisa Uluan. 
  • Tambun menikah dengan Pinta Haomasan boru Manurung dan bermukim di Sibisa. Dari Sibisa keturunannya berserak ke Huta Silombu, Huta Tambunan dan Sigotom Pangaribuan. 
  • Putra Raja Tambun berjumlah tiga orang, yaitu Tambun Mulia, Tambun Saribu, Tambun Marbun. 
  • Pada mumnya keturuna Tambun Raja memakai marga Tambun dan Tambunan, bahkan diantaranya memakai marga Baruara, Pagaraji, Ujung Sunge, Lumpan Pea.

Catatan:

Disamping marga-marga yang disebut di atas, Anak-anak Raja Silahisabungan dari isteri pertama memakai marga Silalahi; sedangkan keturunan Tambun tetap menggunakan marga Tambun (oleh keturunan Tambun Uluan) atau Tambunan (oleh keturunan Tambun Koling).


5 komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.
  1. Anonim11.12.23

    Harus nya TAMBUNAN LUMBAN GAOL
    Bukan Ujung Sunge

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mauliate masukannya, amang. Adong Sumberna amang naburju?

      Hapus
  2. Anonim6.2.24

    Hurang pasdo bah amang natua tua sattabi mauliate

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boi do dilean masukan tu hami amang naposo

      Hapus
  3. Anonim3.5.24

    Na hu boto do amang natua tua nami tambunan pagaraji parjolo baru tambunan baruara. Mauliate

    BalasHapus