Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Memahami Kitab Suci dan Tradisi Suci

"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta." (Ibrani 1:1-2)

Perikop dari Surat kepada Umat di Ibarani di atas memunculkan beberapa pertanyaan dari seorang teman non-Kristen, Berikut ini pertanyaan sekaligus tanggapan kami.
"Apa yang dimaksud dengan Kitab Suci?"
Kitab Suci adalah suatu kumpulan tulisan-tulisan yang merupakan hasil inspirasi Allah dan yang mengandung pesan-pesan keselamatan.  Dalam 2 Tim 3:16-17 Kitab Suci ialah "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik"  
Apa maksudnya dengan ungkapan "hasil inspirasi Allah"? 
Hasil Inspirasi Allah menunjuk pada sejarah keselamatan di mana Allah memilih beberapa orang dan membimbing mereka untuk menuliskan segala hal, dan hanya hal-hal tertentu, yang Allah ingin untuk dituliskan: "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." ([2 Petrus 1:21). 
Memangnya siapakah sesungguhnya Pengarang Kitab Suci ?Allah tentunya, karena Dialah yang membimbing orang-orang ini untuk menuliskan hal-hal yang diinginkan-Nya, meskipun Dia membiarkan mereka menulis dengan bahasa dan gaya mereka masing-masing: "Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus."(Galatia 1:11-12). 
Kapankah segala tulisan-tulisan ini dijadikan satu?Gereja Katolik menjadikan semuanya dalam satu buku antara tahun 350-405 Masehi.
Bagaimana pembagian dalam Kitab Suci?
Kitab Suci terbagi dalam dua bagian utama, Perjanjian Lama (Yahudi) dan Perjanjian Baru. 
Apa yang termasuk dalam Perjanjian Lama?Perjanjian Lama mengandung hal-hal yang diwahyukan oleh Allah kepada umat manusia sejak awal dunia sampai dnegan kedatangan Putera-Nya, Yesus Kristus.
Apa yang termasuk dalam Perjanjian Baru?
Perjanjian Baru mengandung apa yang Tuhan wahyukan melalui Putera-Nya dan melalui Para Rasul-Nya.
Apakah mungkin seseorang bisa salah mengartikan isi Kitab Suci?
Betul. Bahkan Kitab Suci sendiri mengatakan demikian."Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain." (2 Petrus 3:16).
Apakah segala pengetahuan kita tentang apa yang Tuhan ajarkan hanya kita dapat melalui Kitab Suci saja?Tentu tidak. Ada juga apa yang disebut sebagai Tradisi Suci: "Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini." (Yohanes 20:30).

Apakah yang dimaksud dengan Tradisi?
Tradisi menunjuk pada Firman Allah yang diturunkan kepada kita melalui para Rasul dalam pengajarannya dan melalui para penerusnya dalam Gereja sampai hari ini: "Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis." (2 Tesalonika 2:15). 
Apakah kita harus percaya pada Tradisi?Ya, karena Tradisi meneruskan firman Allah yang murni. Tradisi Suci bersama-sama dengan Kitab Suci membentuk satu deposit yang utuh dari firman Allah. Umat Kristen perdana belajar segalanya dari Tradisi, karena baru nanti kemudian sebagian dari ajaran-ajaran Yesus dituliskan. Tulisan yang terakhir dituliskan yaitu menjelang akhir abad pertama. 
Apakah kita boleh untuk memilih apa yang kita inginkan?
Tidak, kita wajib untuk menerima segala kebenaran yang tercantum dalam Kitab Suci dan Tradisi, karena inilah cara Tuhan berbicara kepada kita. 
Bagaimana kita dapat mengetahui dan mengerti arti sebenarnya dari firman Allah?Tugas menjelaskan secara resmi arti dari firman Allah dalam Kitab Suci dan Tradisi telah dipercayakan kepada Gereja yang hidup, yang didirikan oleh Tuhan kita.

Permenungan dari hasil tanya-jawab di atas:
  1. Masalah-masalah duniawi dan masalah-masalah iman datang dari Tuhan yang sama. Oleh karenanya tidak bisa ada kontrakdiksi antara Kitab Suci dan ilmu pengetahuan. Sebab keduanya sama-sama mencari kebenaran yang tidak bisa diubah. Kisah penciptaan dunia dan umat manusia, sebagai contohnya, tidak dimaksudkan oleh Allah sebagai suatu penjelasan ilmiah, tetapi semata-mata sebagai suatu cara untuk membimbing orang-orang pada masa itu.
  2. "Mengabaikan Kitab Suci sama dengan mengabaikan Kristus (Santo Yeremia)
  3. Banyak orang membeli Kitab Suci, mulai membacanya dan lantas berhenti, karena membaca Kitab Suci tanpa bantuan bisa mematahkan semangat. 
Akhirnya, bacalah Kitab Suci dengan bantuan buku-buku yang berisi tafsiran ayat-ayat Kitab Suci.
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter