Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Jenis Sastra Kitab Daniel

Jenis Sastra Kitab Daniel
Sungguh menarik bahwa para ahli Yahudi tidak menempatkan kitab Daniel di antara kitab-kitab para nabi, melainkan di antara tulisan-tulisan karena penulisnya itu seorang negarawan dan bukan seorang nabi. Namun, karena Daniel memiliki karunia bernubuat, Perjanjian Baru menyebut dia seorang "nabi" (Mat. 24:15).

Daniel melihat banyak simbol dalam penglihatan-penglihatan kenabiannya, dan ia sering mencatatnya tanpa berusaha menafsirkan artinya. Gaya tulisan kenabian ini dinamakan apokaliptis (dari kata Yunani kalyptein, "menutupi"), oleh sebab maknanya yang benar terletak di balik gambar-gambar simbolis dari penglihatan itu. Satu-satunya kitab apokaliptis yang benar-benar serupa dengan kitab Daniel adalah kitab Wahyu di Perjanjian Baru.

Bagian pertama (ps. 1-6) mengisahkan kembali kesetiaan Daniel dan kawan-kawannya kepada Allah mereka selama masa Pembuangan dan cara-cara yang digunakan Allah untuk memberkati dan memakai mereka. \

Kitab ini terdiri atas prosa narasi yang baik dengan diselang-selingi beberapa bagian puisi (mis., 2:20-23). Kita juga menemukan contoh-contoh dialog (mis., ps. 2), penglihatan (4:14-17), dan penglihatan serta tafsiran (sebuah monolog atau pembicaraan oleh seorang, 4:19-27).

Keahlian penulis ini tampak dalam cara semua unsur ini dipadukan dalam rangkaian cerita-cerita dramatisnya. Cerita-cerita ini mengasyikkan dan mudah diingat. Setiap cerita mempunyai alur cerita yang dirumuskan dengan baik dan dikembangkan dengan teliti. 

Tokoh-tokohnya diketengahkan dengan menarik dan dalam banyak hal terdapat pembinaan watak yang jelas, seperti dengan Raja Darius (Dan. 6). Cerita-cerita itu mempunyai konflik yang tajam pada dua taraf - yang satu di antara sang pahlawan dan musuh-musuhnya dan yang lain di antara Allah dan kuasa-kuasa kejahatan. Daniel, atau siapapun yang menyusun materi ini baginya, adalah seorang narator yang berbakat. 

Bagian terakhir dari kitab ini (ps. 7-12) mencatat penglihatan-penglihatan kenabian Daniel.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter