Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Click Like Catholic

NILAI KATOLISITAS

OMK Cimahi, 2011
Kekatolikan seorang mahasiwa terbentuk terbentuk secara PERSONAL dan KOMUNAL.
ad 1) Secara PERSONAL, seorang Katolik dibentuk di atas MODALITAS:

  1. Mind: yang menggiring seseorang membangun HARMONIZATION OF BODY AND MIND
  2. Mental: yang menggiring kita menghidupi PENGALAMAN DAHSYAT
  3. Spiritual: yang membantu kita MENEMUKAN KEKUATAN DIRI, KETAJAMN ILUSI, dan KESEMBUHAN DIRI.


Di titik ini MODALITAS (MIND-MENTAL-SPIRITUAL) dengan masing-masing dasar tindakannya(ETIKA, CINTA, dan SPIRITUALITAS) turut menyadarkan kita sebagai "HUMAN OF GOD", berikut akan melahirkan masing-masing POTENSI sbb.:
  1. MIND melahirkan PIKIRAN / COGNITION
  2. MENTAL PERASAAN / AFFECTION
  3. SPIRITUAL PERILAKU / BEHAVIOR
Adapun strategi yang bisa kita gunakan sebagai saran pembangunan diri (PERSONAL BUILDING) adalah: 
  1. KOMITMEN PADA PERTUMBUHAN DIRI: OPTIMALISASI POTENSI DIRI.
  2. COMMUNAL BUILDING: BERTUMBUH BERSAMA DALAM PROSES BERSAMA YANG LAIN.
ad 2) Secara KOMUNAL (COMMUNIO),

KMK Unjani berpose bersama penulis.
GEREJA KATOLIK yang dibangun di atas cirinya yang SATU, KUDUS, dan APOSTOLIK itu sungguh berasal dari AJARAN KRISTUS, SANG PENDIRINYA. Pada titik ini kita bisa meneladani KOMITMEN PRIBADI YESUS. Sebagaimana Gereja adalah lambang kehadiran Kristus di dunia, demikian diri kita adalah PERSONIFIKASI DARI gereja yang adalah KOMUNITAS/COMMUNITY tempat kita bertumbuh. Bersamaan dengan hal itu sungguh dibutuhkan PERTUMBUHAN DIRI secara maksimal agar hidup kita seturut hidup Gereja di masa kini. Untuk itu dibutuhkan EFEKTIVITS DAN EFISIENSI DALAM PERANAN, PENGORBANAN, dan PENGHARGAAN terhadap nilai-nilai kehidupan. Komitmen pribadi ini pada akhirnya menyatu padu dengan KOMITMEN TIM (bdk. KOMUNITAS UMAT PERDANA) di dalam KOMUNITAS YANG TERBUKA TERHADAP sikap SALING MENYEMANGATI hingga tercipta IKATAN KEBERSAMAAN dan "KEBANGKITAN" ANTUSIASME di dalamnya. 

AJARAN GEREJA merupakan simpul dari PENGALAMAN PERSONAL DAN KOMUNAL di atas(YESUS - PARA MURID - GEREJA / KITA), YANG TERANGKUM DALAM TRADISI (BUDAYA - MENTAL), KITAB SUCI (PEWARTAAN - SPIRITUAL) danMAGISTERIUM (PENGEMBANGAN - MIND).


YESUS: PRIBADI YANG PELIK NAMUM MENARIK
Kita harus kembali kepada Yesus. Kita banyak berdiskusi dan berjibaku mengenai eksistensi manusia sebagai ciptaan Allah di media massa dan elektronik, tapi hanya sedikit yang mau datang menemui Allah di rumahNya yang kudus. Bisa jadi di KMK UNJANI, kehadiran Allah enggak mendapat kesempatan. Tak heran kalau semangat dari KMK UNJANI itu pun belum sungguh Katolik. Mengapa? Bisa jadi, karena mereka tak membukakan pintu bagi Nya. Bagaimana mungkin Allah datang ketika yang kita bicarakan melulu organisasi tanpa pernah membangun pribadi? Yesus sering kita bela di pertemuan-pertemuan agama, di tempat kos yang banyak non-katolik nya, di kampus yang notabene banyak islamnya, dst. Namun Yesus yang kita bela tadi rupanya bukan Yesus yang kita kenal. 

Akhirnya, satu-satunya cara untuk bangga sebagai Katolik adalah dengan kembali kepada Yesus, pribadi yang pelik tapi begitu menarik itu. Untuk sampai ke arah sana, kita harus terelebih dahulu mengenal siapa diri kita sesungguhNya. Sebagai pengikut Yesus, tindakan “mengenal diri” harus dalam konteks mengnela Yesus. Dan dari Yesus kita bisa belajar membangun mentalitas yang inovatif, orisinal, kreatif, inspiratif dan kharismatis, eksploratif dan progressif. Yesus itu sangat Inovatif. Ia  tak hanya mengajarkan Taurat (ajaran resmi, hukum, aturan Dan sejenisnya). Yesus melengkapi, membarui, dan melengkapi Taurat, dengan mengembalikan makna Taurat yang sesungguhnya, yakni pembangunan hidup dalam cinta kasih. Pribadi yang inovatif tadi tak terlepas dari pribadi Yesus yang Orisinal. Ia sungguh tampil menjadi dirinya sendiri. Ia tak terpengaruh dan tergoda oleh apapun. Ia setia membabat habis segala yang merusak hidup manusia, yakni penyakit dan penderitaan. Hidupnya menyampaikan hati, keramahan, dan kebaikan Allah. Sebab Allah menyertai Dia; dan melaluji Dia Allah memancarkan kekuatan dan cinta-Nya. Selain itu, Yesus juga pasti sangat Kreatif. Ia menampilkan diri  lewat pengajaran yang berwibawa, pergaulan yang melegakan, serta lewat doa dan mukjizat yang ia lakukan. HidupNya melimpah karena Ia senantiasa bersyukur; juga karena Ia selalu menjadi diriNya sendiri. Ia betah pada dirinya sendiri dan membiarkan kegembiraan dan ketakuatan masuk ke dalam hidupNya. Ia mengembangkan konsep Kerajaan ideal di dunia, yakni model Kerajaan Allah. 

Hidup Yesus juga sungguh Inspiratif. Buktinya, kehadiran Yesus di tengah manusia sungguh mengilhami orang lain untuk mengikutiNya. Mengikuti berarti: Pertama, bersatu denganNya, berhati dan berjiwa seperti Dia dan memperhatikan kerajaan cinta. Kedua, bersatu denganNya dalam jalur persatuan dengan sesama: bertemu dan berbicara dengan rohNya. Ketiga, menarik rohNya, menerima dan untuk selanjutnya meneruskannya kepada orang lain. Terakhir, aktual dan kontkestual seperti Yesus, mengaitkan diri dengan hidup sehari-hari, dalam tegangan antara yang ideal dan realistis. Maka bagi pengikutNya, ia sungguh menjadi inspirator yang membangun jalan, kebenaran, dan hidup - sebagaimana dikehendaki Yesus. 

Karakhter lain yang sungguh menonjol dalam pribadi Yesus adalah pribadi yang Kharismatis. HidupNya tak sekedar ikut arus. Ia berani hidup di luar hakNya, di luar kebiasaan yang ada, serta di luar pendapat dan pandangan umum. Bukan hanya orang Yahudi, orang non-Yahudi pun mendapat perhatian yang sama dariNya. Lagi, Yesus itu sangat Eksploratif. Ia kekhasan yang unik. Perspektifnya luas, sehingga Ia tidak pernah takut menghadapi tantangan Dan hambatan dalam hidupNya. Tenut saja bukan karena Ia adalah alumni universitas terkemuka. Namun, murni karena Ia dianugerahi Allah pengetahuanNya yang sungguh dahsyat. Pendeknya, 100% potensi yang dimiliki Yesus berasal dari Allah. Tak heran bila dalam pengajaranNya, Yesus memiliki sasaran yang jelas, komitmen yang kuat, kemampuan berkomunikasi yang mumpuni, dan kemauan untuk terus-menerus belajar (learning ability) 

Tak kalah menariknya, di jamanNya, Yesus sudah berpikir, berkata dan bertindak secara Progressif. Ia  memiliki sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan manusia. Ia berpikir panjang (apa yang akan terjadi dengan dunia di masa mendatang. Sudut pandang ini tampil dalama perkataanNya yang tajam, menyerang dan meluluhkan segala bentuk kejahatan (yang mengakibatkan penderitaan), juga dalam karya penyembuhan yang Ia lakukan. Ia tak hanya memikirkan masa sekarang, tapi juga masa yang akan datang, termasuk hidup sesudah mati. Semoga KMK UNJANI Cimahi & Bandung bangkit dan melejit !


Gerimis di Karang Tumaritis, 29-30 April 2011
Spiritual Training KMK UNJANI Cimahi dan Bandung
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter