Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Pinjam Los

"Pinjam los" (baca: pinjam lost) adalah istilah orang Batak untuk menyebut orang-orang yang suka meminjam sesuatu barang tertentu, tapi benci untuk mengembalikannya kepada sang pemilik. Ada aja orang kayak gini ya :p. Mungkin Anda memiliki teman yang memiliki bakat aneh ini.. atau jangan-jangan Anda sendiri tuh :) Saya memiliki teman yang suka meminjam buku-buku saya, dan..seperti yang bisa Anda tebak, buku-buku itu malah sudah berpindah tempat. Anehnya, kita yang meminjamkan akan lebih capai untuk memintanya. Ada aje ! Orang-orang seperti inilah yang disebut orang Batak sebagai "Si Paminjam Los" seperti yang saya sebut tadi.

Dimana-mana ada saja orang si tukang pinjam los ini. Saya mengenal dekat dengan seorang kolega lama yang senang mengoleksi barang-barang komunitasnya menjadi barang miliknya sendiri. Helm komunitas menjadi helmnya, komputer komunitas menjadi komputernya, printer komunitasnya menjadi printernya.. pokoknya apa saja yang bisa diangkut ke kamarnya akan segera dijadikan koleksi pribadinya. Tak heran bila pinda, ia selalu kewalahan menyewa truk container untuk mengangkutnya. Apakah si kolega saya ini termasuk si paminjam los ? Kayaknya iya deh... Hahahaha..

Mentalitas pinjam los adalah mentalitas lupa diri : pura-pura atau emang sengaja lupa kalau barang pinjaman itu bukan miliknya. Contoh lain, para pedagang kaki lima yang lama berjualan di atas trotoar (di kota Bandung: para pejalan kaki tak lagi punya jalan karena para pedagang batagor dkk membangun kiosnya di atas trotoar hahaha..) akan berontak saat PemKot ingin memperlebar jalan. Mereka merasa trotoar itu adalah miliknya, dan bila harus diusir dari sana, PemKot harus bayar ganti rugi untuk mereka. Atau, Seorang pembantu di salah satu rumah di mana saya pernah tinggal. Selama hampir 25 tahun lebih ia bekerja sebagai pembantu di rumah tangga itu. Maka, kami, para penghuni baru yang notabene adalah tuan atas rumah itu harus taat padanya. Ia akan berusaha mengatur kita bak seorang majikan. Ya, kini ia merasa dirinya adalah majikan. Pokoknya banyak contoh untuk kasus pinjam los ini.

Yesus mengecam mentalitas pinjam los ini. Fakta bahwa manusia punya kecenderungan ini tampak dalam perumpamaan yang diungkap tuntas oleh Matius (21:33-43). Dikisahkan oleh Matius: Sejak awal dunia dijadikan, oleh Allah, manusia hanyalah para penggarap yang dipercayakan untuk menggarap "Kebun Anggur Tuhan" (bumi dan segenap isinya). Artinya Sang Majikan tetaplah Allah. Tetapi, keserakahan a la si paminjam los tadi - entah secara perlahan, entah dengan cara brutal - manusia merasa diri sebagai majikan atas "Kebun Anggur Tuhan" tersebut. Jangankan untuk menyetor sebagian dari hasil panenan kepada Sang Majikan, manusia malah membunuh siapapun yang menjadi setiap orang yang diutus oleh Tuhan, termasuk pewaris "Kebun Anggur Tuhan" itu. Yesus menyindir orang-orang Yahudi juga kita (para penggarap kebun anggur) yang bermental pinjam los bahkan tega membunuh hamba-hamba Allah (para nabi) dan membantai AnakNya sendiri (Yesus).Sungguh tidak tahu diri !

Inilah yang membuat marah Sang Majikan. Ia akan turun tangan secara langsung. Para paminjam los itu akan dibinasakanNya. Tak hanya berhenti di situ. Sang Majikan menyewakan kebun anggurNya kepada penggarap-penggarap lain yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Yesus menegaskan hukuman itu dengan bahasa tukang bangunan : "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru ". Artinya, Kerajaan Allah akan diambil dari pada mereka (si paminjam los) dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. Jangan takut bahwa kita akan tetap menjadi seorang penggarap..karena Sang Majikan akan memperhitungkan "jasa" kita yang telah merawat kebun anggurnya dengan baik. Seperti yang dikatakan Paulus, yang terpenting ialah "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Fil 6:4). Akhirny, dengan meninggalkan mentalitas paminjam los kita akan merawat kebun anggur Tuhan (tempat kita berkarya dan melayani saat ini) dengan sukacita (Yes 5:1), karena dengan karya kita sebagai penggarap, kebun Anggur itu akan menghasilkan keadilan dan kebenaran (anggur baik), bukan kelaliman dan keonaran (anggur asam) (Yes 5:7 )

Makanya, jangan suka 'minjem tapi enggak dibalikin ! Jangan suka mengklaim milik atau hak orang lain yang bukan milikmu ! Pokoknya, jangan jadi si paminjam los dechhh.... Ntar kualat..kagak dipercaya lagi sama siapapun. Nah loe... !!!



Inspirasi
Bacaan HM Biasa XXVII (A/I), 2 Okt 2011 : Yes 5:1-7; Flp 4:6-9; Mat 21:33-43


Lusius Sinurat
[ www.5iu5.blogspot.com ]
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter