Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Jepang di Bus Ekonomi

Jepang di Bus Ekonomi
Kata orang:”bus ekonomi takkan pernah berdusta”,mungkin ada benarnya.Tidak akan ada orang berani mengatakan dirinya “pejabat eslon lima”.Kita lihat saja sepatu yang mereka kenakan(sandal ga usah dibahas hehehe).

Dari sepatu ala roker,pegawai biasa,menejer bank,sampai sepatu ala badut ulang tahun juga ada.Bagaimana melihat sepatu-sepatu itu?.Masuklah ke kolong kursi bus (kalo berani).Selain dari jenis-jenis sepatunya,penumpang bus ekonomi juga bias diketahui dari bahasa yang mereka gunakan.

Dua orang jepang ternyata ada di dalam bus ekonomi Jurusan Yogyakarta-Semarang.Dari awal keberangkatan mereka berdua tak pernah merasa seperti sedang di negeri yang asing.Volume suara mereka juga menunjukan jika mereka tidak merasa di Negara yang pernah mereka jajah.Sialan nih orang Jepang!!.

Sepanjang perjalanan mereka asik bercerita entah tentang apa saja.Mungkin mereka sedang berencana menjajah kembali ke Negeri ini.Naik turun penumpang juga tidak mengganggu mereka bersenandung kecil ala wanita penghibur jepang di jaman samurai.

Beberapa gadis pelajar memperhatikan mereka,mencoba menerka siapa,orang mana,dari mana hendaknya ke dua orang ini.Mungkin mereka sedikit kecewa karena dua pria (ganteng) yang tak jauh dari tempat duduk mereka adalah orang Jepang bukan Korea asal Negara boyband westlife (cieee,ketahuan penggemar cowok alay).

Tapi paling tidak status “ketemu dua cowok Jepang di bus ekonomi” bisa melambungkan kepopuleran mereka di dunia perfacebookan.

Namanya juga orang jepang,pasti mengalami kesulitan berkomunikasi dengan penduduk lokal negeri ini,apalagi yang namanya jawa kromo.Ditambah lagi dua orang jepang yang gampang tidur berada dalam satu bus dengan tujuan yang sama,sudah bisa ditebak.Mereka pun meleset beberapa derajat dari koordinat perhentian yang sudah disepakati.

Salah satu karakter positif orang jepang adalah mereka tempat curhat yang baik.Entah dari mana asalnya seorang pria menghampiri mereka dan melacur (melakukan curhat).Lagi-lagi,bahasa membuat komunikasi menjadi parade angguk-anggukan gak jelas.

Akhirnya team pencari orang salah alamat datang menyelamatkan ke dua orang jepang tadi.Cerita pun berakhir.Tapi,tunggu dulu ada bagian yang hilang dari cerita ini.

Oh iya,ke dua pria jepang ini sempat mengamati sebuah mini bus yang tepat berada di depan bus ekonomi yang mereka tumpangi.Mereka tampak gembira mengamati tulisan di bagian belakang mini bus itu.Tulisannya berbunyi “Me’juah2”.

Dasar jepang!!!!!!!!

oleh Richie van Charo
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter