Ad Unit (Iklan) BIG

FPI dan Klaim Atas Sang Ilahi

Posting Komentar
FPI dan Klaim Atas Sang Ilahi
FPI selalu memaksakan dirinya jadi pusat perhatian. FPI tak henti-hentinya memproklamirkan diri sebagai penegak ajaran kebenaran. Tentu saja kebenaran versi mereka.

Di satu sisi FPI bisa dikatakan berhasil. Ya berhasil menjadi "baju zirah" kekerasan di negara ini. Siapa sangka ketika FPI bisa membalikkan fakta. Apalagi FPI tak pernah berdasar pada data ketika menyikapi sebuah fakta.

FPI memang tak menyukai data. Itu terlihat dari seluruh klaim yang pernah mereka katakan tentang "kebenaran sebuah fakta". Mereka tak membaca buku sebagai referensi, mereka tak menonton berita di televisi untuk sekedar tahu apa yang sedang terjadi, dan mereka bahkan tak pernah tahu bahwa data dan fakta adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan.

Begitulah FPI selalu bermain di wilayah "gosip" sehingga antara berita, gosip, kabar angin, isu-isu sensitif selalu mereka pandang sebagai fakta riil. Ibarat membuat sebuah kalimat, FPI itu tak pernah pusing mana Subyek, mana Predikat dan mana Obyek. Bagi FPI sebuah kalimat cukup dengan subyek melulu.

Maka tak mengherankan bila FPI selalu menganggap diri sebagai representasi kebenaran versi agama Islan yang bahkan tak pernah mereka imani secara serius. Begitulah FPI mengekspresikan diri mereka, yakni dengan memaksakan diri merangkum subyek, predikat dan obyek menjadu subyek saja.

Ditataran diksi, FPI meyakini logika jungkir balik, bahkan pola pikir semrawut dan awut-awutan. Secara singkat FPI itu mengurai logika berpikir seperti ini:

  • (+) Premis 1: Allah mencintai umatNya
  • (- ) Premis 2: FPI adalah Umat Allah
  • (?) Simpulan: FPI adalah Allah.

FPI selalu mendoktrinasi anggotanya dengan pola pikir seperti di atas, hingga mereka tak pernah merasa bersalah saat membunuh yang lain, membakar rumah ibadah agama lain, merampok minuman keras dan minuman ringan milik pengusaha, menghujat pejabat publik sesuka hatinya, dan lain sebagainya.

Tentu saja, dalam otak semua anggota FPI, "orang lain" bukan umat Allah, dan mereka tak pernah tahu kebenaran yang datang dari Allah. Inilah klaim yang selalu digembar-gemobrkan oleh FPI kepada anggota-anggotanya.

Dan itulah FPI yang konon kabarnya dibentuk 2 jenderal bintang 5 demi mengalihkan isu. Begitu awalnya FPI dibentuk sebagai gerakan pengalih persoalan.

Hanya saja, hari-hari ini, dan hal itu sudah berlangsung sejak masa reformasi, FPI pun sudah kehilangan taji sebagai pengalih persoalan, hingga yang kini tersisa hanyalah persoalan. Itulah sebabnya mengapa mayortias masyarakat Indonesia secara serentak berseru, "Kalau persoalan bangsa cepat tuntas, maka bubarkan dulu FPI!"


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter