Ad Unit (Iklan) BIG

Ketika DAG DKI Terjun Untuk Ahok

Posting Komentar
Ketika DAG DKI Terjun Untuk Ahok
"Aku tak suka politik. Aku benci politik. Jadi, sorry banget bray.... gue kagak mau dukung-dukungan calon pemimpin. Siapa pun dia. Pokoknya gue gak mau peduli," kata Failit, seorang pengusaha di Utara sana.

Berbeda dengan Failit, seorang penjual tahu gejrot bernama Subur malah mengatakan pendapat yang menakjubkan,

"Buat aku neh ya.. politik itu memang kotor. Soalnya tiap kali pilpres dan pilkada ada saja orang yang menawarkan aku uang agar calon tertentu di pilih.

Tetapi 3 tahun terakhir ini aku sungguh merasakan betapa seorang pemimpin yang baik ialah pemimpin yang tidak korupsi, tidak menutupi kesalahannya, dan peduli pada rakyatnya, termasuk kami para pedagang kecil ini. Makanya ntar aku pengen ikutan milih, ya... demi kemajuan ibukota secara khusus dan Indonesia pada umumnya. "

Begitulah pengalaman sahabat-sahabat DAG-DKI di lapangan, saat turun menyapa dan mengajak masyarakat agar mendukung Ahok mencalonkan diri menjadi gubernur awal tahun 2017 yang akan datang.

* * * * *

Tim ‪#‎1JUTAKTPUNTUKAHOK‬ dari ‪#‎DAGDKI‬ memang sudah hampir sebulan menjalani misi mengumpulkan KTP masyarakat Jakarta. Tujuannya, ya itu tadi: mendukung seorang pemimpin yang memang sudah terbukti memajukan DKI Jakarta, yakni Ahok (Basuki Tjahaja Purnama).

Menarik. Ya sangat menarik. Pengalaman DITERIMA dan DITOLAK adalah pengalaman nyata yang harus diterima.

Salah seorang Yohanes Chia yang menurut penuturannya kepada salah satu pengurus DAG-DKI dari Bali Lisa Huang. Ia mengalami penolakan dari salah seorang masyarakat, yang bahkan dituduh kalau Yohanes Chia dan seluruh tim kerja #1JUTAKTPUNTUKAHOK dari #DAGDKI itu dibayar

Berikut aku bagikan pengalaman Yohanes kemarin:

"Hari ini aku cetak form 300 lembar buat besok. Terus aku lihat seorang kakek dan aku langsung tawarin apakah beliau mau berpartisipasi atau tidak. Eh dia bilang sudah aku isi tuh formulir."

Aku tanya,
"Dimana kakek mengisinya?"

Kata si kakek,
"Kemarin-kemarin di salah satu fansnya Ahok juga."

Cerita tak berhenti di situ. Berselang beberapa menit, saat kami ngobrol tiba-tiba dia bilang,
"Koko ini di bayar ya? Aku juga tahu cara kerja kalian!"

Dalam hatinya, Yohanes Chia merasa tesinggung dituduh sebagai relawan bayaran. Lalu dia mengajak debat si kakek tadi dan minta bukti tuduhannya. Sayangnya si kakek mala kabur.

Setelah si kakek pergi, seorang tukang photocopy yang tak jauh dari tempat dia duduk nyeletuk, "Aku juga abis photocopy form dari grup Ahok lain loh" sembari memperlihatkan hasil photocopy-annya.

Yohanes sempat terdiam saat si tukang photocopy malah nyeletuk, "Kalian juga pasti dibayar sama seperti grup Ahok lain itu 'kan!"

Ingin rasanya menjitak kepala orang itu, tapi karena si tukang photocopy itu juga mengatakan hal yang sama dengan sang kakek tadi: ngedumel sambil ngacir!

Itu pengalaman ringkas tetapi bernats dari sahabata kita Yohanes Chia. Menjadi sukarelawan memang tidak mudah. Jangankan tuduhan, fitnah pun segera dialamatkan kepada Anda.

Mudah? TIDAK!
Resiko? Pasti Ada!

* * * * *
Memilih menjadi orang benar, minimal memilih berdiri di pihak yang benar, apalagi membela seorang Ahok, pemimpin yang selalu meneriakkan "ganyang korupsi dan usir para perusak kenyamanan masyarakat!"

Semua member DAG-DKI bersepakat untuk mengusung Ahok menjadi Gubernur 2017. Bukan karena Ahok sangat benar, tetapi karena semua sahabat DAG-DKI yakin dengan keberadaannya sebagai pemimpin akan mempermudah masyarakat melihat dari dekat bahwa "Ada pemimpin yang memperjuangkan kebenaran!"

TETAP SEMANGAT!!!


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter