Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Bakuneng

gambaran wanita sinis
Sebutlah namanya Bakuneng. Ia seorang wanita dengan yang menyimpan sejuta rasa dendam di hatinya. Teman dekatnya sendiri tidak habis mengerti dendam jenis apa atau dendam kepada siapa si Bakuneng satu ini.

Hanya saja rekan kerjanya selalu mengeluh tentang dia. Begitu juga dengan mereka yang tinggal dan serumah dengannya. Menurut orang yang "dekat" dengannya, Bakuneng memiliki sifat aneh dan selalu kontra realias konvensional.

Bayangkan saja, di saat orang lain butuh teman, eh si Bakuneng malah suka menyendiri dan tak menyukai aktivitas ngobrol bareng, jalan bareng, tertawa bareng dan aktivitas lain sebagaimana biasa dilakukan dua atau lebih orang yang bersahabat.

Bakuneng juga rada ganjil. Bakuneng bukan hanya tidak suka berteman, tetapi serentak ia juga tak suka melihat teman-temannya bahagia. Ia akan segera protes bila temannya ngakak atau ngobrol rada lama di telepon.

Bakuneng juga rada getnjil. Bakuneng bukan hanya tidak suka berteman, tetapi serentak ia juga tak suka melihat teman-temannya bahagia. Ia akan segera protes bila temannya ngakak atau ngobrol rada lama di telepon.

Begitu juga saat ia melihat bawahannya ngobrol ringan dan jenaka saat istirahat siang, Bakuneng akan segera menegur dan mengatakan dengan sinis, "Gak ada kerjaan!"

*****

Ya, selalu saja ada orang ganjil di sekitar kita. Contoh di atas pun sangat riil dan itu pengalaman nyata dari orang terdekatku saat ini. Bisa jadi begitulah cara dia mencari simpati orang lain dengan berpura-pura menjadi orang hebat.

Rasa minder atau rasa rendah diri yang dimiliki si Bakuneng mau tak mau harus disembuhkan, kecuali dia ingin menguburkan dirinya sendiri kelak. Ia harus berpikir lebih taktisdan kreatif.

Ia harus berhenti menangisi kehampaan hidupnya sembari mencoba hidup di masa kini. Ia tak boleh lagi hanya menangisi ketidakmampuannya sembari berteriak ke seantero dunia sembari mengatakan "Tak satupun dari teman-temanku yang mempedulikanku!"

Ia harus bangkit dan mengatakan kepada diri sendiri, "Aku manusia dan aku membutuhkan sesama demi pertumbuhan dan perkembangan peribadiku, Itu karena aku tak diciptakan Tuhan sendirian!"

Mudah bagi kita yang suka bersahabat untuk menghidupi kalimat di atas, tetapi akan terasa sangat menyulitkan bagi mereka yang sedang mengalamai kesepian (aloneliness) dan kesendirian (loneliness).

Semoga saja si Bakuneng berubah agar ia semakin ceria dan mampu menikmati hidupnya.

Selamat makan malam...


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter