Ad Unit (Iklan) BIG

Tukang Nyeletuk

Posting Komentar
"Ito ini. Sesekali nya ngomong, tapi langsung kena sasaran bah," celoteh boru Simorangkir menyikapi teman suaminya.

"Ya. Begitunya lae ini. Spontan dengan celetukannya tapi benar yang dikatakannya," jawab sang suami yang bermarga Sihombing itu.

Selalu ada saja teman kita yang dalam diskusi atua obrolan ringan ia tak terlalu aktif, dan hanya sesekali nyeletuk.

Sering terjadi celetukan itu kerap lucu dan mengundang tawa. Namun tak jarang juga celetukan itu malah nyeleneh, bahkan bisaa menyinggung perasaan lawan bicaranya.

Bila Anda suka menonton acara Stand Up Comedy, Anda akan menyaksikan komika-komika hebat dan cerdas. Ya, lewat apalagi kalau bukan karena celetukan mereka? Entah tergolong cerdas atau karena tak hirau pada perasaan orang lain, para komika itu kerap asal nyerocos.

Walaupun celetukannya kocak dan memang mengandung kebenaran, tetapi serentak celetukan mereka sering juga menyinggung perasaan lawan pendengarnya, terutama yang belum sungguh mengenalnya. 

Jangan lupa, bahwa kemahiran memainkan diksi dan mengekspresikannya adalah kekuatan para komika, atau para taukang nyeletuk ini.  

Aneh ya? Memang aneh, tetapi justru di situ kelebihan si tukang nyeletuk ini.  Bayangkan ketika mereka menyibak kegagalpahaman orang lain persis seperti menelanjangi diri sendiri.

Mungkin sepintas tampak konyol. Belum lagi soal spontanitasnya yang usil ketika temannya bicara serius, eh dia malah mengaburkan konsentrasi temannya tadi dengan candaan atau ungkapan-ungkapan yang menggelitik.

Gaya komunikasi seperti ini memang terkadang menyebalkan, terutama bagi siapa saja yang menjalani hidupnya dengan sangat serius. Selain tersinggung, lawan bicara dengan tipe ini bisa berubah geram dengan celetukan dan keisengan si orang nyeleneh tadi.

Tetapi, di atas segala keunikan di atas, si tukang celetuk atau para komika cerdas ini sungguh memiliki kecerdasan di atas rata-rata. 

Tak jarang terjadi bahwa pemikiran mereka jauh mendahului pemikiran lawan bicaranya. Itu karena potensi yang mereka miliki bukan pertama-tama dari bangku sekolah atau universitas.

Kenyataannya kehdiran orang-orang seperti mereka ini lebih sering dirindukan daripada disingkirkan. Tentu tak terlepas dari kekuatan dan kelemahan pribadi mereka.

Keunikan karakter personal dari orang-orang di lingkaran pergaulan kita tak saja menarik diamati, tetapi sekaligus jug akan memperkaya dan memperindah hidup kita, apalagi dalaam konteks pergaulan sosial kita.

Pesona tiap persona menggiring kita pada sebuah komunitas yang berwarna, yang kita sebut sebagai masyarakat. Tentu saja kita tak cukup hanya takjub pada keunikan persona itu, tetapi sekaligus juga ketakjuban pada Dia yang menciptakan kita.

Ketakjuban inilah yang berikutnya akan membuncah asa kita untuk mewujudkan masyarakat sehat. Lagi, cara inilah yang lebih pas untuk meng-counter orang-orang picik yang selalu pusing dengan perbedaan dan senantias sulit menerima keunikan pribadi lain.

Mereka yang abai pada warna-warni tiap orang di sekitarnya tak lain adalah mereka yang hopeless alias kehilangan harapan dalam mewujudkan kemanusiaannya. Sebaliknya, siapa pun yang mengagumi pelangi dan indahnya warna-warni pasti selalu menghormati sesama di dalam cinta.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter