Ad Unit (Iklan) BIG

Jangan Menjual Tuhan

Posting Komentar
Tuhan bukan CEO dari lembaga bernama agama. Lalu mengapa Ia  diperlakukan sebagai seorang komisaris atau presiden direktur yang bertanggung jawab pada lembaga agama?

Kalau dia bukan komisaris atau presiden direktur bagi setiap agama, lantas mengapa ia diproklamirkan lewat kotbah, dihidangkan lewat simbol-simbol yang dipandang mewakiliNya di toko-toko rohani, dibahasakan secara formal lewat buku-buku suci, atau malah didendangkan lewat kidung-kidung rohani?

Apa pula urusannya Tuhan dijadikan materi perkuliahan serta bahan perdebatan tak penting bagi para pewarta keberadaanNya?

Terkadang kita itu jahat karena tak memperbolehkan Tuhan tidur barang sekejap saja hanya karena mengurusi kita saban waktu.

Sepertinya ada benarnya kata-kata fisikawan termahsyur, Stephen Hawking, bawah "(konsep tentang) Tuhan harus disingkirkan agar dunia bertumbuh dalam pergolakannya."

Ungkapan ini tak lain adalah alarm terbaik bagi kita yang terlalu banyak bicara TENTANG Tuhan hingga kita nyaris tak memberi waktu barang sejenak saja untuk berbicara DENGAN Tuhan.

Bila demikian, kapan lagi kita bergaul dengan Tuhan, disaat kita justru menempatkannya sebagai sales kit atau media promosi kita demi menaikkan omzet pribadi atau kelompok kita? 

Kapan kita menghidupi kehadiranNya secara personal, di saat kita hanya memaksanya berpihak kepada kita?


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter