Ad Unit (Iklan) BIG

Jokowi Naik Kuda, SBY Lebaran Kuda, Ahok Sebagi Kuda yang Baik

Posting Komentar
Jokowi Naik Kuda, SBY Lebaran Kuda, Ahok Sebagi Kuda yang Baik
Saat bertemu Prabowo di Hambalang, Jokowi diberi hadiah istimewa oleh Prabowo, yakni menaiki salah satu kuda favoritnya. Foto Jokowi dan Prabowo naik kuda bersama pun viral di media sosial, dan menjadi tranding di Twitter. (31/10)

Seakan tak ketinggalan, saat curhat di kediamannya, seorang pria yang suka lebay dengan nada prihatin dan super sensi, SBY memunculkan frasa baru "Lebaran Kuda", dengan maksud menyinggung dua lawan politiknya, Prabowo dan Jokowi. (2/11)

Lalu datanglah wartawan memanas-manasi Ahok dan bertanya perihal kalimat provokatif dari Jenderal yang pernah didamprat Prabowo itu. Tau apa jawaban Ahok? (4/11)

"Kuda yang baik tidak akan memakan rumput di belakangnya," Ahok seakan mengulangi pernyataan yang pernah diucapkannya pada tanggal 26 Agustus, sebelum PDIP menyatakan dukungan atas pencalonannya yagn menegaskan tekadnya untuk maju dan tak akan mundur, apa pun yang terjadi.

****

Kuda (Equus caballus atau Equus ferus caballus) adalah salah satu dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus.  Kuda telah lama merupakan salah satu hewan peliharaan yang penting secara ekonomis dan historis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.

Konon katanya penggunaan kuda untuk keperluan manusia ditemukan terjadi sejak 2000 SM. Begitu pentingnya kuda dalam sejarah kehidupan manusia, sehingga kuda termasuk binatang yang sangat disayang manusia, bahkan melebihi anjing.

Kuda itu binatang yang sangat kuat, pelari ulung dengan derap langkah berirama indah. Tak heran bila berkuda sering dijadikan analogi untuk kecakapan dalam hal memimpin. Kita tahu bahwa si penunggang kuda haruslah memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengendalikan kudanya.

Ibarat penunggang kuda yagn hebat, Jokowi pun tak segan "bertarung" dalam pacuan kuda dengan Prabowo. Sementara SBY belum terbukti bisa naik kuda, apalagi berpacu bersama sang pencinta kuda, Prabowo.

Menurut bapatua saya di Samosir yang kesehariannya menunggangi kuda sebagai kendaraan menuju kota, kuda adalah makhluk yang sangat kuat dan liar. Itu sifat alami kuda.  Kata beliau, seorang penunggang kuda harus mampu menaklukkan kekuatan dan keliaraan kuda bila ia ingin selamat dari kekuatan dan keliarannya.

Dalam konteks poltik seorang pemimpin seperti Jokowi yang semakin hari semakin dihadapkan dengan kekuatan dan keliaran rakyat yang dipimpinnya. Sejauh ini Jokowi, yang oleh para relawan sering dipanggil Pakde ini mampu mengatasi keliaran itu. 

Dengan kecakapan dan kearifannya, Jokowi bisa menaklukkan semua kekuatan tersebut dan merubahnya menjadi kekuatan bersama yang tentunya didahului dengan menjinakkan segala keliaran tersebut.

Banyak orang tak memahami strategi yang diambil Jokowi. Misalnya ketika demo kemarin, publik yang kontra Jokowi, dengan pikiran hitam-putihnya menuduh Jokowi melarikan diri dan menghindari demonstran.

Seperti menjinakkan kuda, justru Jokowi tidak sudi berhadapan langsung dengan kekerasan. Jokowi yang menyukai kelembutan dan kasih sayang itu baru akan datang saat kuda sudah jinak. Lazim terjadi, kuda yang sudah dijinakkan serta-merta akan menjadi makhluk paling setia kepada tuannya.

Begitulah Jokowi akhirnya mampu “menjinakkan” kuda liar yang menginap di Gedung DPR atas izin d kuda liar yang tak mungkin dijinakkan, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, hingga anak-anak sang kuda pun bligsatan dan terpaksa pulang kampung.

Sementara dari kuda-kuda jinak (pendukung setia) Jokowi pun mengambil simpati dan cinta mereka dengan pernyataannya yang tegas.

Lagi-lagi, bak menjinakkan kuda, Jokowi tak menerapkan kekerasan, sebagaimana diharapkan kuda-kuda liar yang ingin menerjang istananya. Ia berutur lembut , kasih sayangm tetapi muatan omongannya sangat tegas dan menyasar pada inti persoalan.

Kepemimpinan Jokowi memang unik. Tampaknya kita harus banyak belajar dari Jokowi yang sedang mengajarkan kita kemampuan "berkuda” agar kita kelak menjadi calon pemimpin yang siap meneruskan perjuangannya.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter