Entri yang Diunggulkan

Kita Sedang Memproduksi Diri Kita Sendiri

Sejalan dengan Michel Foucault, di dunia postmodern, orang tak ingin menemukan dirinya sendiri, rahasia-rahasianya dan kebenarannya yang tersembunyi. Orang justru merasa diwajibkan untuk menciptakan dirinya sendiri. Melalui kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, relasi antar manusia semakin…

Pastor Ignatius Simbolon

Bernard Simbolon yang sejak ditahbiskan memilih nama Pastor Ignatius Simbolon OFM Cap adalah idola saya di masa remaja. Bersama Pastor Arie van Diemen OFM Cap, Pastor Ignas adalah imam yang humble, smart dan tulus.

Sosok Pastor Ignas menjadi alasan awal mengapa saya masuk Seminari Menengah Pematangsiantar tahun 1993. Setahun awal menjalani pendidikan di Bandung, Pastor Ignas pun masih cukup sering menyurati saya. Maklum saat itu ponsel dan media sosial belum sperti sekarang.

Dalam surat saya sering bertutur tentang bagimana saya menjalani hidup di Bandung. Yang mengejutkan adalah ketika Pastor Ignas juga tak segan berbagai pengalamannya di Paroki St. Clara Bekasi, tempat tugasnya yang baru saat itu.

Salah satu yang saya ingat adalah betapa sulitnya mendirikan gereja di Bekasi. Sebagaimana kita tahu, pendirian gedung Gereja St. Clara Bekasi hingga saat ini bahkan belum tuntas.

Sesudahnya saya dengar beliau bertugas di berbagai Paroki, jadi vikaris Kabanjahe.dan kini sedang berkarya di Paroki Paroki Saribudolog di kabupaten Simalungun.

Salah satu kekhaan Pastor Ignas adalah metode berkotbahnya. Putra kelahiran Pangururan ini sangat fasih berbahasa daerah, Toba, Karo, Simalungun, Pakpak dan beberapa dialeg lain.

Tak hanya tahu bahasanya, tetapi juga menguasai sastra dan tradisi daerah tersebut. Tak herang bila Pastor Ignas suka menyelipkan pantun / umpama atau syair-syair khas daerah di mana ia bertugas.

Hebatnya lagi, Pastor Ignas dikenal sebagai pastor murah hati. Ia banyak membantu umatnya. Disaat media internet dan smartphone belum secanggih sekarang, beliau sering menjadi tempat penitipan uang sekolah atau uang kuliah anak-anak kampung yang studi di kota.

Tak hanya itu, karena kecintaanya itu, tak jarang ia harus mendahulukan uang sekolah / kuliah si anak hingga lupa menagihdari orangtua si anak. Sering juga terjadi, ia tak tega meminta uang pengganti dari orangtua yang memang miskin di stasi / pedalaman yang dilayaninya.

So, thank you so much, Father Ignaius Simbolon OFM Cap. Mauliate ala boi tong hita jumpang nang pe holan di dunia maya on.

Sehat selalu dan tetaplah menjadi pastor yang dicintai umat.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter