Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Akun Medsos Itu Rumahmu Sendiri

Akun Medsos Itu Rumahmu Sendiri
Sejatinya, media sosial itu alat bantu komunikasi atau semacam jembatan penghubung antara seseorang dengan orang lain yang tak punya banyak waktu untuk bertemu dengan orang lain yang dikenalnya.

Di titik ini, akun Whatsapp, telegram, LINE, fesbuk, twitter, instagram, path, Google+, Myspace, youtube dan masih banyak media serupa adalah "rumah" kita, milik kita pribadi.

Tak heran ketika semua media di atas selalu memberi 2 (dua) opsi kepada kita yang "menyewa" kapling gratis di media mereka: (1) PRIVAT dan (2) PUBLIC.

Keduanya punya plus dan minus. Saat Anda memilih model tertutup alias PRIVAT maka Anda punya wewenang untuk menentukan siapa saja yang boleh "bertamu". Sebaliknya, ketika Anda memutuskan untuk "mendirikan rumah" yang terbuka alias PUBLIC, maka Anda harus siap menerima orang, entah siapa saja yang ingin bertamu di rumah Anda.

Sebagaimana memperlakukan rumah sendiri (home), maka sebisa Anda mengupayakan kenyamanan para tamu yang datang (teman-teman maya). Konsekuensinya, perbedaan pendapat itu tak terhindarkan. Kadang Anda yang menyebalkan, tetapi juga tak jarang justru para tamu Anda yang tak tahu diri dan kurang ajar.

Pendeknya, konflik bisa saja terjadi karena perbedaan pendapat. Pada saat itulah kebaikan dan kebijaksanaan Anda sebagai tuan rumah diuji: mengusir atau mengampuni tamu yang kurang ajar?

Konsisten menjalain persahabatan berlandaskan kasih atau malah memutus tali silaturahmi secara sepihak hanya karena Anda berpikir masih banyak yang bisa jadi teman di dunia maya?

Semua pilihan itu ada ditangan Anda. Kendati demikian, karena yang punya Facebook bukan Anda, melainkan Mr. Mark Zuckerberg, maka Anda harus turuti aturan main yang ia tetapkan.

Ya, minimal jangan jadikan facebook Anda menjadi corong segala bentuk kebencian Anda kepada orang lain. Karena bila itu terjadi maka nasib akun Anda akan sama dengan akun FPI yang diblokir oleh facebook. Mau protes? Emang Anda pemilik? Terus Anda bayar berapa emang setiap bulan ke Facebook?

So, ketika Anda punya akun facebook...

(1) Tetaplah berhati-hati dalam menulis, menganalisa sesuatu hal, atau saat Anda membagikan postingan orang lain, tetapi jangan sampai Anda kehilangan suara hati karena terlalu hati-hati.

(2) Tetaplah kritis dalam menyampaikan sesuatu, tetapi jangan sampai hidup Anda mengalami krisis hanya karena Tuhan tidak menjawab doamu di Facebook, atau ketika Mark Zuckerberg cs tak menjawab segala kegalauan yang Anda posting.

(3) Terimalah segala pendapat dan masukan positif dari temanmu sebagaimana juga Anda berharap orang yang Anda kritik semestinya cukup hanya menerima.

(4) Karena Anda mutlak punya teman di facebook, maka sikap saling menghormati satu sama lain haruslah menjadi landasan pertemanan maya Anda dengan orang lain.

(5) Facebook dibangun sebagai alat bantu komunikasi ketika Anda punya kendala jarak untuk bertemu dengan orang lain. Maka, jangan gunakan facebook bila Anda cuma tinggal serumah, bertetangga, atau disaat Anda begitu mudah bertemu dengan teman Anda di dunia nyata.

***
Pesan ini disampaikan dalam rangka menyambut Tahun Politik 2018, kurun waktu di mana kepentingan politis bisa membuyarkan persahabatan di dunia maya.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter