Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Rosario dan Keseharian Kita

Berdasarkan pada teladan Maria, bisa dilihat Rosario adalah doa yang hidup yang berkaitan dengan kehendak Tuhan. Bila kita mengucapkannya dari hati, doa itu akan menjadi jangkar harapan janji Tuhan terhadap umat-Nya.

Dalam masa peperangan, Rosario adalah senjata terakhir untuk memenangkan perdamaian. Dalam masa damai, Rosario adalah sumber kebahagiaan dan penghiburan.

Tentu saja kita tergoda untuk berpikir bahwa Rosario telah terbentuk seperti yang kita kenal sekarang ini, diberikan kepada kita dalam bingkisan rapi, hasil kemasan Maria sendiri atau bahwa manik-manik dan doa-doanya telah disusun dengan cantik.

Tentu tidak seperti yang kita pikirkan. Sebagaimana semua devosi, yang kita kenal hari ini adalah suatu bentuk yang mengalami perkembangan.


Maria dan Kebun Mawar 

Kata Rosario berasal dari bahasa Latin, rosarium, artinya "kebun mawar". Pertalian antara kebun mawar dengan Maria dapat dilihat dalam Kitab Suci umat Yahudi, dalam Kidung Agung.

Di dalam Kidung Agung ditulis seorang wanita cantik yang tinggal di sebuah kebun. Ia digambarkan sebagai "bunga mawar dari Saron, bunga bakung di lembah-lembah" (Kidung Agung 2:1).

Hubungan antara mawar dan kebun mawar dengan Maria semakin menunjukkan maknanya dalam tradisi umat Katolik dalam abad ke-12, melalui tulisan dari Bernard dari Clairvaux dan ordonya Benediktin. Seni religius juga menampilkan mawar sebagai perlambang Maria.


Manik-manik Rosario 
Tak ada tanggal yang pasti tentang asal muasal Rosario. Bila kita memahami Rosario sebagai rangkaian manik-manik yang digunakan untuk menghitung doa, maka asal muasalnya jauh sebelum kelahiran Kristus, yaitu abad ke-9 SM, ketika bangsa Hindu mulai menggunakan manik-manik untuk berdoa.

Rosario adalah rangkaian doa dan renungan peristiwa Alkitab yang dilakukan dengan alat bantu serangkaian manik-manik.

Ada beberapa petunjuk cerita berkaitan dengan asal-usul Rosario. Tahun 1409 seorang rahib dari Ordo Kartusian Santo Dominikus dari Prusia menambahkan meditasi `peristiwa' setiap berdoa 10 Salam Maria.

Akhirnya sekitar tahun 1475 para imam Dominikan di Koeln, Jerman menetapkan 15 peritiwa tertentu. Dua puluh tahun kemudian, rangkaian doa rosario tersebut dipuji oleh Gereja, dan . Rosario pun mendapatkan bentuk seperti sekarang.


Persetujuan Gereja 
Persetujuan Gereja tentang Rosario - atau setidaknya pengakuan secara resmi dinyatakan pada 1571, atas jasa para Dominikan dan pembentukan Persaudaraan Rosario.

Persaudaraan Rosario ini menerbitkan buku tentang Rosario yang berhasil membuatnya dikenal. Paus Pius V dan Leo III adalah tokoh-tokoh penting dalam mempromosikan Rosario .


Teologi Rosario

Teologi Rosario ditemukan dalam sejumlah peristiwa: tali digunakan untuk menjalin manik-manik dan the meaningful backdrop against which the prayers are posed. Tanpa struktur seperti ini, kisah penjelmaan Kristus, kematian dan kebangkitannya, Rosario tidak akan menjadi devosi mendalam seperti sekarang ini.

Bila diucapkan di luar konteks cerita Kristiani, sepuluh Salam Maria dalam Rosario tidak lagi berarti dan doa-doa akan menjadi sekadar ulangan kata.

Peristiwa-peristiwa mengatur renungan yang diselipkan di antara doa Bapa Kami dan Salam Maria menjadi meditasi yang berkesinambungan tentang kehidupan Yesus dan Maria. Kelima belas peristiwa juga merupakan ringkasan dari tahun liturgi, selain itu jumlah 150 juga berasal dari jumlah mazmur.

Rosario mengkisahkan sejarah keselamatan manusia yang terdapat dalam Injil. Dimulai dengan peristiwa gembira, lewat malaikat Gabriel Tuhan memilih Maria untuk menjadi Ibu Putera-Nya, Yesus Kristus hingga Yesus bangkit dari kematian, naik ke surga, dan bagaimana para rasul yang ketakutan berdoa bersama Maria ketika Roh Kudus turun atas para Rasul.

Maria memperlihatkan bagaimana ia selalu mengikuti kehendak Tuhan hingga diangkat ke surga dan dimahkotai di surga. Maria memberi contoh bagaimana mengikuti kehendak Tuhan dan kita pun diajak berbuat serupa.

Dalam melakukan meditasi peristiwa, kita merenungkan pada kondisi kemanusiaan kita: kebebasan kita dari pembatasan berkat kelahiran Kristus, penderitaan kita sendiri serta kematian yang dekat melalui sengsara dan penyaliban Kristus dan harapan kita untuk kehidupan baru dalam kebangkitan Kristus dan kenaikannya ke Surga.

Edward Schillebeeckx menulis nilai Rosario dapat ditemukan dalam pemusatan pikiran pada misteri penyelamatan Penebusan. Adalah Kristus yang membawa penebusan ini, tetapi Maria hadir secara aktif dan berhubungan dengan seluruh susunan historis penyelamatan.

Rosario adalah syahadat Kristologis tiruan, sebuah symbolum atau ringkasan dogma dan doktrin, dalam bentuk doa meditasi, ringkasan, doa dari seluruh dogma Penebusan. Bila kita berdoa Rosario , kita melakukan yang dilakukan Maria yang dengan doa ia telah belajar memahami misteri Kristus serta menyadari tempatnya yang luarbiasa dalam kebijaksanaan dan kesederhanaan Penebusan.

Hanya dengan menjadi semakin dekat dengan `Misteri Kristus' yang mencakup Misteri Maria, kita juga akan dapat memahami kedudukan kita dan panggilan kita yang sesungguhnya dalam dunia yang telah ditebus ini.


Rosario Masa Kini

Rosario masa kini terdiri dari pembacaan lima belas dekade (puluhan) Salam Maria, (jumlah 150 juga berasal dari jumlah mazmur). Kita masuk dalam tubuh Rosario , dengan menyatakan peristiwa gembira pertama, yaitu Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel dan membaca renungan singkat tentang hal itu.

Kemudian kita mulai doa-doa puluhan pertama dengan doa Bapa Kami yang diikuti dengan sepuluh Salam Maria, masing-masing diwakili dengan sebuah manik, Kita mengakhiri puluhan pertama tadi dengan doa "Kemuliaan" dan terkadang dengan tambahan Doa "Ya Yesusku" yang diperkenalkan dalam penampakan Bunda Maria di Fatima, "Ya Yesusku, ampunilah dosa-dosaku. Selamatkanlah kami dari api neraka. Bimbinglah jiwa kami ke surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan rahmat-Mu."

Setelah hening sejenak, peristiwa Gembira kedua disampaikan, meditasi dibacakan dan proses berulang hingga peristiwa Mulia terakhir disampaikan atau direnungkan dan doa puluhan diucapkan. Seluruhnya ada lima belas peristiwa dan lima belas puluhan.

Kendati demikian seringkali kita hanya berdoa lima puluhan atau satu seri Peristiwa. Paus Yohanes Paulus II mengatakan: jadikanlah doa Rosario "rantai penuh rahmat yang menghubungkanmu ke surga" melalui Bunda Maria.


- dari berbagai sumber
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter