iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Silabus Persiapan Krisma (1)

Silabus Persiapan Krisma (1)
Silabus Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma
Ada 8 pertemuan yang diberikan sebelum para kandidat menerima Krisma. Kedelapan tema yang hendak dibawkan adalah : 
  • Seminar-1   Apa Itu Sakramen ? 
  • Seminar-2   Kristus Adalah Sakramen Dasar 
  • Seminar-3   Tujuh Sakramen - 1 
  • Seminar-4   Tujuh Sakramen Gereja - 2 
  • Seminar-5   Sakramentali 
  • Seminar-6   Unsur-Unsur Sakramen 
  • Seminar-7   Syarat- Syarat Menerima Sakramen 
  • Seminar-8   Pelaksanakan Sakramen-Sakramen. 
*****

Seminar-1
APA ITU SAKRAMEN ? 


Arti etimologis

Kata sakramen berasal dari kata latin “sacramentum”: hal yang berhubungan dengan yang kudus, yang ilahi. Istilah lain yang terdapat dalam kitab suci “misteri”, mysterion

Arti luas

Sakramen adalah tanda dan sarana keselamatan, yang: (1) terlihat: dapat ditangkap oleh panca indera; (2) dilembagakan oleh yesus dan dipercayakan kepada gereja: sebagai sarana yang dengannya rahmat ilahi diindikasikan oleh tanda yang diterimakan; (3) membantu pribadi penerimanya: untuk berkembang dalam kekudusan; dan (4) berkontribusi kepada pertumbuhan gereja: dalam amal-kasih dan kesaksian. Melalui sakramen, orang mengalami kristus dan keselamatan. 

Pertanyaannya, mengapa dari sekian banyak tanda dan sarana keselamatan, dibedakan tujuh sakramen khusus itu? 

Meskipun tidak semua pribadi menerima semua sakramen, Sakramen-sakramen secara keseluruhan dipandang sebagai: sarana penting bagi keselamatan umat beriman dan yang menganugerahkan rahmat tertentu dari tiap sakramen tersebut. 

Gereja Katolik mengajarkan bahwa efek dari suatu sakramen itu ada ex opere operato (oleh kenyataan bahwa sakramen itu di-layan-kan), tanpa memperhitungkan kekudusan pribadi pelayan yang melayankannya dan kurang layaknya kondisi penerima untuk menerima rahmat yang dianugerahkan tersebut dapat menghalangi efektivitas sakramen itu bagi yang bersangkutan. 
  
"Sakramen memerlukan adanya iman, meskipun kata-kata dan elemen-elemen ritualnya: menyuburkan, menguatkan dan memberi ekspresi bagi iman" (Kompendium Katekismus Gereja Katolik (KGK) No 224). 

Gereja mengajarkan adanya tujuh sakramen dan ketujuhnya diurutkan dalam katekismus gereja katolik (KGK) sebagai berikut: 
  1. Pembaptisan: KGK 1213–1284 
  2. Penguatan / Krisma (KGK 1289): KGK 1285–1321 
  3. Ekaristi : KGK 1322–1419 
  4. Rekonsiliasi / Pengakuan Dosa : KGK 1422–1498 
  5. Pengurapan Orang Sakit: KGK 1499–1532 
  6. Imamat: KGK 1536–1600 
  7. Perkawinan: KGK 1601–1666 

*****
Penjelasan tiap sakramen tersebut berikut ini terutama didasarkan pada KGK di atas.

Seminar-2
KRISTUS ADALAH SAKRAMEN DASAR


"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6). Hal ini berarti : 
  1. Di dalam Kristus telah terwujud karya keselamatan Allah secara penuh dan sempurna; 
  2. Kristus adalah satu-satunya Juru Selamat kita. 
  3. Tindakan-tindakan dan peristiwa hidup Yesus melambangkan dan mewujudkan keselamatan. KERAJAAN ALLAH ditawarkan oleh Yesus dan sekaligus hadir dalam diri Yesus (bdk. Mat 11:4-5; Luk 10:23): 
  • dengan tindakan-Nya menyembuhkan orang Yesus memperlihatkan Kerajaan Allah “sudah datang”, meskipun belum penuh (lih. Mrk 8:23-25; Yoh 9:6).  
  • dengan memanggil murid-murid-Nya, Yesus membangun “Keluarga Baru” sebagai tanda Kerajaan Allah mulai terwujud (lih. Mat 10: 1-4). Wafat Kristus merupakan penyerahan diri Yesus secara total kepada Bapa (lih. Luk 23:4); Allah menyerahkan Putra bagi dosa-dosa kita (lih. Mat 26:2). Semua itu demi keselamatan kita.  
  • dengan wafatNya, Allah meninggikan-membangkitkan Yesus. Dalam Yesus Kristus karya keselamatan terwujud secara penuh dan sempurna (Iih. Kis 2:36; Rom 10:9). 
Di tengah dunia ini, Gereja mewartakan, menjadi saksi akan karya keselamatan yang diterimanya. Gereja adalah Sakramen Kristus. Gereja Itu Sakramen Kristus karena Kesatuannya Dengan Dia. 

Tujuh sakramen itu dikhususkan dan di dalamnya Kristus hadir dan menuntun GerejaNya dalam Roh Kudus. Kristus yang berkarya di dalam Gereja. Itu berarti bahwa: Kristus melaksanakan karya keselamatan di dalam Gereja-Nya. Dalam Gereja terjadi karya keselamatan.