Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Silabus Persiapan Krisma (2)

Silabus Persiapan Krisma
Silabus Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma
Seminar -3
KETUJUH SAKRAMEN - Bagian 1 (Pengenalan) 
  • Sa kramen dalam kaitannya dengan liturgi terdiri dari unsur : (1) Materia: Barang yang digunakan (mis. Air, minyak) dan tindakan yang kelihatan (misalnya pencurahan air); dan (2) Forma: Kata-kata yang menjelaskan peristiwa itu.
  • Kristus sendiri memberikan janjiNya bahwa akan memberikan rahmatNya pada kesempatan-kesempatan tertentu, seperti terdapat dalam Kitab Suci. Ini menunjukkan peristiwa-peristiwa gerejani di mana orang beriman menghayati saat-saat penting dalam hidupnya di hadapan Allah (misal: kelahiran // baptis, dewasa // krisma, perkawinan, dan seterusnya). 

  • Sebelum abad pertengahan setiap peristiwa hidup kita dapat menjadi SAKRAMEN, asal dilakukan sesuai kehendak Kristus. Dewasa ini, istilah SAKRAMEN dipahami dalam arti yang lebih luas lagi: KRISTUS ADALAH SAKRAMEN DASAR. 

Seminar-4
TUJUH SAKRAMEN GEREJA

BAPTIS 
  • Jalan Masuk Dan Pangkal Hidup Kristen. 
  • Baptis : mengikutsertakan seseorang untuk “dilahirkan kembali” dan menjadi putra-putri Allah; awal kehidupan bersama Allah dan menjadi murid di antara umat Allah... 
  • Roh kudus datang dan merasuki jiwa serta membawanya ke dalam kesatuan dengan kristus. 
  • Baptis membuat orang diikutsertakan dalam wafat dan kebangkitan kristus. 
  • Dengan baptis, jiwa pun dibersihkan dan dosa asal serta dosa yang telah diperbuatnya. 

EKARISTI 
  • Puncak Pengungkapan Iman. 
  • Ekaristi adalah puncak pengungkapan iman gereja. Dengan ekaristi, umat merayakan imannya. 
  • Dalam Ekaristi: 
  1. Gereja mengenangkan karya agung Allah (wafat dan kebangkitan kristus);
  2. Gereja menempatkan diri dalam arus karya keselamatan Allah;
  • Kristus sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur. - Kehadiran nyata kristus itu menjadi sumber kehidupan gereja. Umat berpartisipasi penuh dalam ekaristi dengan menyambut komuni.

KRISMA
  • Menjadi Saksi Gereja. 
  • Dengan krisma orang diangkat dan ditugaskan menjadi saksi gereja, oleh kekuatan Roh Kudus. 
  • Krisma menjadikan daya ilahi (roh kudus) sungguh tampak; Serta menggerakkan dan menyanggupkan orang terlibat aktif dan penuh dalam tugas gereja. 
  • Krisma membuat roh kudus menjadi tampak sebagai kekuatan gereja. 
  • Pemberian krisma menjadi wewenang khusus uskup. 

REKONSILIASI 
  • Penyesalan yang Mendalam. 
  • Sakramen ini menyiratkan bahwa : 
  1. Tobat menyangkut penyesalan yang mendalam atas penolakan seseorang akan kasih Allah. 
  2. Tobat juga merupakan keinginan mendalam untuk memulihkan kembali hubungannya dengan Allah dan dengan umat beriman. 

IMAMAT 
  • Anugerah Istimewa. 
  • Maknanya adalah sebagai berikut: 
  1. Dengan sakramen imamat, orang dilantik dan diangkat untuk memimpin umat sebagai pembantu uskup. 
  2. Dengan tahbisan, imam termasuk dalam hirarki gereja serta kuasa roh kudus dan anugerah istimewa diberikan untuk melaksanakan tugasnya menggembalakan umat. 

PERKAWINAN
  • Tanda Kesatuan Kristus dan Gereja. 
  • Cinta antara pria dan wanita mencapai perwujudan yang paling luhur dalam sakramen perkawinan. 
  • Dalam upacara suci ini, suami istri menyatakan: 
  1. Saling mengikat 
  2. saling menyerahkan diri secara bebas, seutuhnya; dan 
  3. untuk semur hidup, melalui suatu janji.
  • Perjanjian kedua mempelai menjadi tanda yang menandakan rahmat. Yang ditandakan adalah perjanjian antara kristus dan gerejanya: 
  • Hubungan kristus-gereja menjadi model hubungan suami-istri. 
  • Kristus tinggal secara tetap dalam suami-istri. 

PENGURAPAN ORANG SAKIT
  • Rahmat Penyembuhan. 
  • Gereja - melalui para imamnya - mendoakan dan mengurapi orang sakit. 
  • Gereja mengajak orang sakit untuk:
  1. Menyatukan diri dengan sengsara dan wafat kristus; dan
  2. Mempercayakannya kepada tuhan yang telah sengsara dan dimuliakan.
  • Sakramen pengurapan memberikan rahmat roh kudus. Berkat rahmat itu, orang dibantu memperoleh keselamatan; diperkuat dengan kepercayaannya kepada Allah; ditabahkan hatinya untuk melawan godaan-godaan serta rasa takut akan kematian; atau bahkan mendapat rahmat kesembuhan. 
  • Berkat sakramen ini pula, orang memperoleh pengampuna dosa. Dalam sakramen dilambangkan dan diwujudkan karya penyelamatan Allah.
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter