iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Kisah Hidup Yohanes dari Salib

Kisah Hidup Yohanes dari SalibTulisan ini mencermati secara mendalam tentang pandangan dari St. Yohanes dari Salib.

Dengan demikian permenungan ini diawali dari kisah hidup dan ajaran dari orang kudus Gereja ini.

Kisah hidup Yohanes dari Salib bagaikan suatu perjalanan yang kaya dengan pengalaman dan peristiwa. Ada yang tragis ada pula yang menggembirakan.

Banyak kejadian dalam hidupnya ditandai dengan tindakan dan sikap, yang radikal. Pengalaman hidup rohaninya mendalarn dan menonjol.

Itulah hidup Yohanes dari Salib, seorang Karmelit, tokoh pembaharu, mistikus, pembimbing rohani, sekaligus seorang "raja jalanan" yang tidak kenal lelah.

Perjalanan hidupnya termasuk singkat. Lahir 1542 di Fontiveros dan meninggal di Ubeda 14 Desember 1591. Walaupun singkat namun masa hidup itu telah membuahkan kebesaran jiwa dan kesucian yang menjadi contoh bagi banyak orang.

A. KISAH HIDUP

1. Tahun-tahun Awal (1542-1563)

Juan (Yohanes) adalah putera bungsu dari tiga bersaudara dalam keluarga Don Gonzalo de Yepes dan Catalina Alvares. Keluarga mereka sederhana dan hidup dari kerja keras. Karena alasan pekerjaan keluarga datang ke Fontiveros dan menetap di sana. 


Setelah kematian Gonzalo 1544 keluarga terpaksa hidup dari penghasilan ibu Catalina yang bekerja sebagai penjahit. Keluarga kemudian berpindah ke Arevalo dan berdiam di sana selama empat tahun lamanya. 

Sekali lagi karena alasan pekerjaan dan pendidikan anak-anak keluarga kemudian berpindah lagi ke Medina del Campo, di mana Juan dapat mengikuti pendidikan di sekolah yang didirikan untuk anak-anak yatim.

Di sana juga Juan belajar beberapa ketrampilan dan kemudian juga diperkenankan bekerja di Rumah Sakit de Ia Concepcion. Tahun 1559 Juan masuk Kolese Yesuit di Medina dan mengikuti pendidikan dalam pelbagai bidang ilmu dan kemanusiaan. 

Jaman itu merupakan jaman keem,asan kebudayaan Spanyol (sekitar tahun 1500). Juan yang masih muda juga dipengaruhi oleh pandangan dan ungkapan-ungkapan budaya pada waktu itu. 

Di bawah bimbingan para romo Yesuit, Juan berkembang dalam pengetahuan dan semangat rohani yang mendalarn. Dia juga ikut serta dengan tekun dalam pelayanan rohani mereka.



2. Fray Juan den Santo Matia (1563-1568) 

Setelah selesai studinya Juan memutuskan untuk masuk biara. Tahun 1563 Juan menerima pakaian biara karmel dan mengambil nama Juan de Santo Matia. Sudah sejak masa Novisiat Juan menunjukkan minat dan perhatian besar terhadap hidup kontemplatif. 

Setelah mengucapkan profesinya, Juan dikirim ke Salamanca untuk melanjutkan studinya hingga tahun 1568. Masa studi dilaluinya dengan balk dan Juan menyelesaikan studinya dengan hasil yang gemilang. Tahun 1567 Juan ditahbiskan menjadi imam. 

Sesudah ditahbiskan Juan masih terns melanjutkan studinya di Salamanca. Masa studinya merupakan masa yang berat dan penuh perjuangan bagi Juan yang lebih suka mengasingkan diri dalam ketenangan. 

Kehidupan intelektual kampus dan kehidupan para karmelit tidak cukup memenuhi hasrat hati Juan yang haus dan rindu akan Allah. Kepada rekan-rekan mahasiswa yang berlomba merebut gelar akademis dan sukses di bidang intelektual dengan pelbagai cara dan argumen, Juan berkata : "Memang saya adalah seorang religius dan juga mahasiswa. Namun yang utama ialah saya seorang religius". 

Mungkin pengalaman inilah yang kemudian menjadi alasan bagi Juan untuk meninggalkan karmel demi hidup dalam suatu Ordo yang lebih keras dan lebih kontemplatif di Certosa. Hal ini kemudian sering dipandang sebagai persoalan panggilannya: Juan tidak berhasil menemukan cara, bentuk pengungkapan dan cara penghayatan yang lengkap dari panggilan pribadinya. 

Dalam kenyataannya dari segi spiritual maupun kultural, kehidupan para karmelit di Spanyol sekitar tahun 1500 berada dalam kondisi surut. Walaupun ada orang kudus, namun tidak semua karmelit menghayati semangat Regula, lebih-lebih dengan cara yang radikal sebagaimana dicari Fray Juan. 

Ajakan dari Prior General GB Rossi untuk tetap bertahan dalam Ordo tidak begitu meyakinkan Fray Juan. Tahun 1567 Juan bertemu dengan Teresa d'Avila di Medina del Campo, pada suatu kesempatan misa kudus. 

Teresa mengajak Juan untuk mengadakan pembaharuan sebagaimana sudah diadakannya di kalangan biarawati karmelites. Juan menyetujuinya. 

Demikian akhirnya Juan meninggalkan Certosa dan bergabung dengan Teresa untuk memulai suatu karmel yang baru yang ditandai dengan hidup yang keras, tertutup dan kontemplatif secarc ketat.


3. Fray Juan delta Cruz (1568-1577)

Untuk memulai eksperimen hidup baru dipilih suatu pusat baru di kota Duruelo, dekat Avila. Awal Oktober 1568, Juan berpindah ke Duruelo dan pada tanggal 28 November 1568 (Minggu I Advent), bersama dengan Antonio de Jesu dan Jose de Christo mendirikan biara pertama kelompok karmel tidak berkasut, Juan memperbaharui profesinya dan mengganti namanya dengan Juan delta ' Cruz (Yohanes dari Salib), dan mulai dengan hidup kemiskinan mutlak dengan tekanan pada penghayatan kontemplasi dan keheningan mutlak. 

Selama empat tahun pertama perhatian terarah kepada pembinaan para novis dan student yang berprofesi. Hingga tahun 1570 (Juni) komunitas berada di Duruelo, keniudian berpindah ke Mancera de Abajo dekat Salamanca. 

Dalam bulan Oktober sesudahnya, Juan diutus ke Pastrana untuk membina novis baru dan bersama Teresa d'Avila Juan mendirikan biara di Alba de Tormes. Sementara itu pembaharuan dalam biara para suster "Incarnation" yang diadakan oleh Teresa meminta bantuan Juan sebagai Bapa Pengakuan merangkap Bapa Rohani (1572). 

Selama hampir lima tahun Juan menjalankan tugas ini yang dirasakan sebagai tugas yang berat tetapi penuh dengan tantangan dan berpengaruh besar terhadap perkembangan hidup rohaninya.


4. Dalam Penjara di Toledo (Desember 1577 - Agustus 1578)

Reformasi yang dilaksanakan Juan mengalami tantangan. Di satu pihak pembaharuan Juan ditanggapi balk oleh mereka yang menerimanya (kalangan discalced), dilain pihak bagi pimpinan Ordonya dilihat sebagai pembelotan (Kapitel General Piacenza, Mei, 1575). 

Selain itu ada campur tangan dari pihak kekuasaan (Raja Philip II) dan dari Nuncius yang bertugas waktu itu (Ormaneto), semuanya menjadikan persoalan tidak jelas dan tidak pasti. Pertentangan tak dapat dihindari. Juan dan gerakan reformasinya ditolak oleh pihak Ordo. 

Malam, pada 2 Desember 1577 Juan ditangkap dan dipenjarakan dalam biara di Toledo. Di sans Juan melewatkan waktunya hidup dalam ruang yang sempit, tanpa penerangan yang cukup dan mengalami serba kekurangan. 

Di satu pihak periode dalam penjara merupakan suatu masa yang berat dan menekan, namun dilain pihak semua itu dialami oleh Juan sebagai kesempatan untuk penyerahan total dalam tangan Tuhan. Jiwa kontemplatifnya mengalami secara lebih jelas dan konkrit bahwa Allah tetap membimbing dia meskipun kini harus melalui jalan penderitaan dan penuh misteri. 

Dalam periode yang penuh kegelapan eksterior maupun interior inilah Juan menuliskan pengalaman rohaninya dalam buah karyanya yang terkenal, Madah Rohani dan Malam Gelap.


5. Masa akhir (1578 - 1591) 

Masa akhir hidup Juan delta Cruz (Yohanes dari Salib) merupakan masa yang penuh dengan perjuangan dalam rangka pembaharuan karmel di Spanyol. Tahun 1578 Juan dikirim ke El Calvario, Andalusia di mana dia menjadi Prior dan pembimbing rohani.

Di sini Juan menulis Madah Rohani. Menyusul berturut-turut diangkat menjadi Pimpinan Biara di Baeza, kemudian di Los Martinos dan Granada. Tahun 1581 Juan bertemu dengan Teresa d'Avila untuk terakhir kalinya di Avila. 

Teresa meninggal setahun sesudahnya. Dari tahun 1582 hingga 1588 Juan menetap di Granada. Selama masa ini dia menulis bagian terakhir dari Mada Rohani, Nyala Cinta yang Hidup dan beberapa puisi yang lain. 

Pergantian tugas, kehidupan berat yang dijalaninya membuat kesehatannya semakin tidak menentu. Juan menderita sakit yang berat yang sulit diobati Tahun 1591, 14 Desember, Juan dipanggil menghadap Tuhan yang sangat dicintainya. 

Jenasahnya dimakamkan di Segovia. 25 Januari 1675 dibeatifikasi oleh Paus Clemens X. Tahun. 1726, 27 Desember oleh Paus Benedictus XIII dikanonisasi; dan kemudian pada 24 Agustus 1926 mendapat gelar Pujangga oleh Paus Pius XI. >Baca Selanjutnya!


Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.