Ad Unit (Iklan) BIG

Yakin Loe Kagak Bisa Berubah ?

Posting Komentar
"Gimana ya.. dia itu memang dari dulunya sudah begitu. Mabuk-mabukan kerjaannya. Sukanya kerja di dunia malam. Enggak mau kerjaan yang konvensional. Katanya gajinya enggak seberapa tapi kerjanya dari pagi sampe sore. Keren kerja di karoke atau di pub dong. Kerjanya cuma 5 jam efektif, tapi itu juga kerjanya enggak ribet. yang penting tampil seksi dan menarik. Para lelaki yang berkunjung ke sana toh akan menyukai mereka. Biasanya para juragan berduit itu akan booking satu, 2,3,5, atau bahkan semua gadis-gadis seksi yang ada di karaoke itu. Mereka mendapat uang makan, dan uang buat sehari-hari dari pengelola karaoke, dan hebatnya lagi mereka sering mendapat tips yang tak kalah besar jumlahnya dari gaji bulanan mereka. Itu sih soal kehebata si lady yang dibooking. Katakan saja bila ia cantik, seksi, pinter nyanyi, jago joget, dan bisa memanjakan si juragan tadi. So, percuma aja dinasehatin orang kayak gitu."  

Itulah sedikit komentar yang mungkin pernah kita dengar. Tak jarang juga ada komentar tentang seseorang yang pemarah begini, "Emang udah dari sononya begitu, mana mungkin ia bisa berubah!" Atau, komentar yang lebih pedas lagi, "Memang dasar maling, selamanya pasti jadi maling, sudah dari nenek moyangnya!" Di sisi lain, mereka yang dituduh negatif oleh orang lain sering malah pasrah dan mengutuki diri, "Ini emang sudah sifat saya, tak mungkin berubah lagi. Sudah saya coba berkali-kali tetap tidak bisa berubah juga. Mau apalagi?!" Pernah juga neh seorang bapak umur 60 tahunan, dengan pasrah mengatakan, "Bapak merokok sudah dari muda, jadi tidak mungkin bisa berhenti!"

*****



Sungguhkah demikian, tidak bisa berubah lagi? Ya, tidak bisa berubah karena memang sudah di-cap demikian, dan itu berarti tidak bisa lagi berubah? Seorang wanita pekerja di dunia malam akan tetap sebagai kupu-kupu malam, pemabuk akan tetap menjadi pemabuk, perokok tetap menjadi seorang perokok. benarkan cap ini begitu melekat dan tak mungkin bisa mengubah perilaku seseorang? Saat kita mengatakan, "Dasar kamu maling!" apakah lantas di alam sadarnya akan tersimpan kata itu dan benar-benar ia akan menjadi seorang maling dan mengatakan pada dirinya, "Kamu bilang saya maling, ya akan saya buktikan saya ini memang benar-benar maling" ?

Memang sungguh beracun! Seperti saat kita mengatakan, "Kamu Memang anak nakal!" tanpa kita sadari pengaruhnya, bahwa anak itu kelak akan segera membuktikan kepada kita bahwa ia benar anak nakal. Lingkungan dan keadaanlah yang membuat kita sulit untuk bisa berubah. Namun yang sebenarnya adalah tiada keinginan yang kuat dari dalam diri sebagai faktor utama.

*****

INILAH WAKTUNYA BERUBAH

Kita harus membangkitkan kembali keinginan didalam diri bahwa kita pasti bisa berubah. Keinginan untuk berubah sesungguhnya sudah ada dalam diri kita masing-masing, tapi seringkali tertutup oleh ego kita yang tinggi. Teriakanlah “Saatnya berubah” seperti yang sering dilakukan para tokoh di film Power Rangers saat mereka mengalami detik-detik krisis. "WAKTUNYA MORPHING!" teriak mereka sehingga seketika itu juga mengalami transformasi dengan menjadi tokoh baru yang punya kemampuan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa . Seperti kita yang sekarang, yang mungkin sedang dalam keadaan krisis dengan sifat-sifat buruk atau keadaan kita. Seperti yang saya alami sendiri belum lama ini, dalam begitu banyak tekanan, hidup seakan tiada harapan, setiap hari menyimpan kemalasan, melalui hari-hari dalam kebosanan. Semua gairah hilang entah terbang kemana. Sepertinya hidup ini tiada yang menarik lagi. Tetapi saat kaki hampir di pinggir jurang, dari dalam hati, ada teriakan, "Cukup sudah! Kini adalah saatnya harus berubah! Segera!"


KEINGINAN UNTUK BERUBAH ADALAH INTI HARAPAN

Karena bagi saya yang paling utama untuk berubah itu adalah adanya kemauan dan semangat terlebih dahulu. Kalau itu sudah dimiliki yang lain pasti bisa berjalan juga. Dengan adanya keinginan mulanya, mulailah saya setiap hari menyemangati diri dan merubah sudut pandang, bahwa hidup ini penuh harapan kalau saya punya harapan untuk berubah. Langsung saya bisa merasakan, dunia ini terasa indah lagi karena semangat itu telah kembali. Sebuah kemauan atau keinginan harus segera dibangkitkan saat - saat kita sudah tidak nyaman lagi dengan keadaan yang sudah buruk, yaitu dengan sifat maupun keadaan hidup kita. Saya selalu percaya keinginan itu selalu ada dari dalam hati, cuma seringkali kita mengabaikannya begitu saja, sehingga perubahan tak terjadi juga. Saat sebuah keinginan telah ada, itulah petanda munculnya sebuah harapan. Responlah segera dengan tindakan untuk menuju perubahan, bertransformasi menjadi manusia baru. Tinggalkan manusia lama yang kelam.


TERJADI JUGA PADA AKHIRNYA

Saya begitu banyak mengenal orang-orang disekitar saya yang bertransformasi diri mengalami perubahan yang luar biasa. Seorang preman yang tak takut mati, penjudi yang setiap hari menghabiskan waktu di meja judi, pemabuk yang sarapannya saja arak putih, perokok yang bisa mengisap 5 bungkus rokok sehari.Semuanya bisa mengalami perubahan karena ada keinginan dari dalam dirinya yang kuat. Hari ini, semuanya bisa berubah bersih, hanya diawali satu keinginan dari hati nurani bahwa perubahan harus terjadi, selagi belum mati!


- kiriman seorang sahabat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter