iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Intimitas di Ruang Batin

Intimitas di Ruang Batin

Humming Bird - Paper Art by Yulia Simon


Dalam konteks kontemplasi, ruang batin dipahami sebagai ruang untuk mendengarkan suara kasih, suara yang mengarahkan budi  dan mengarahkan hati kita. Salah satu cara untuk mendengar suara itu adalah dengan menggunakan media doa sederhana seperti doa Yesus, doa Tuhan, dan doa lain yang sejenis.

Mengapa menggunakan doa sebagai media untuk mendengarkan suara kasih itu? Tentu, seperti cahaya lilin, doa membantu kita untuk mengetahui keberadaan ruang di dalam batin kita. Selanjutnya, melalui doa Allah memasuki ruang batin kita, mengundang kita serta mengajak kita untuk tinggal bersama di dalam ruang batin itu. Situasi seperti inilah yang menyebabkan kita senantiasa rindu untuk tinggal di sana. Ya, di ruang batin kita !

Doa bermanfaat justru agar kita semakin dekat dengan Allah dan serentak semakin dekat pula dengan sesama kita. Selain itu, doa juga membantu kita mengenali kehadiran Allah dan sesama di sekitar kita

Dengan doa kita melihat Allah dalam diri kita; dan melihat Allah di dalam diri orang lain saat kita saling mendoakan. Melihat Allah dalam diri kita berarti memiliki "kesediaan untuk tinggal di dalam Allah", mengalami  dan melihat orang lain sebagai saudara; mengalami keakraban dengan Allah dan kesetiaan dengan orang lain.

Hidup selalu berputar seperti as. Nah doa itu ibarat as yang berputar, karena doa adalah pusat dari seluruh energi dan gerak hidup kita bersama diri sendiri, Allah dan dunia. Hidup dengan doa adalah hidup yang berputar seperti as. 

Dengan doa kita pun bergerak menuju pusat segala hidup dan cinta. Artinya, kita semakin dekat saya dengan pusat kehidupan, dan semakin dekat dengan semua yang menyedot kekuatan, energi dari sana.

Lagi, dengan doa, kita tidak akan membiarkan diri kita ditarik atau disedot oleh berbagai macam ruji-ruji kehidupan sehingga kendati sibuk tetapi kita tetap subur, atau kendati ada dimana-mana tapi selalu terpusat / fokus pada tempat di mana kita sedang berada.

Berhubung karena kita memiliki keragaman yang begitu kaya dalam ruang batin kita masing-masing maka serentak kita menemukan tempat di dalam ruang batin, tempat di mana saudara/i bersatu sebagai sesama, hingga yang paling personal adalah yang paling universal,  yang paling privat menjadi yang paling komunal, dan yang paling kontemporer tak lain adalah yang paling aktif. 

Demikin juga dengan berdoa sebagai tindakan masuk ke dalam hati, mendengarkan Allah yang berbicara dengan kita secara personal dengan penuh kasih. Di dalam ruang batin itu juga saya menemukan tempat di mana saudara/-saudara kita bersatu sebagai sesama.


Lusius Sinurat

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.