Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Lakukan Dulu Yang Lain Mengikuti

Lakukan Dulu Yang Lain Mengikuti



Pada tanggal 13 maret yang lalu, di teater arena fakultas seni pertunjukan (FSP) ISI yogyakarta kedatangan duta Indonesia yang ditempatkan di Prancis. Dalam pertemuan ini diadakan semacam seminar singkat, pembahasan seputar peluang seni pertunjukan Indonesia di Prancis. Dalam pertemuan ini dibahas bagaimana perkembangan seni di prancis. Ada beberapa hal yang menarik dari pertemuan ini.

Pertama, ternyata pelajar hingga mahasiswa di Prancis wajib membaca 2-3 novel setiap bulan dan dipresentasikan kepada guru/dosen yang bersangkutan. Setiap pelajar atau mahasiswa wajib melakukan hal ini dimana dan apapun bidang studinya.

Kedua adalah bahwa dalam tingkat universitas, matematika menjadi mata kuliah wajib. Mengapa demikian? Di prancis segala sesuatu harus logis dan ada alasan yang dapat diterima akal, tidak ada yang bersifat takhayul. Dengan alasan ini, mereka percaya bahwa matematika menjadi wadah yang tepat untuk membentuk kemampuan logika yang baik.

Ketiga, setiap orang harus tahu sejarah khususnya sejarah seputar prancis. Misalanya, di prancis terdapat patung telanjang dan patung berpakaian. Dengan melihat itu, mereka sudah tahu apa yang terjadi di jaman patung itu dibuat.

Kemudian ada hal yang menarik dari penyampaian beliau (maaf saya lupa namanya, bisa di googling ko hehehe). Selama tahun 2017 akan menjadi tahun budaya indonesia. Selama satu tahun penuh segala yang berkaitan budaya indonesia akan digelar di prancis.

Kata beliau, sebenarnya, satu tahun tidak cukup bagi indonesia untuk mempertunjukkan segala kebudayaan indonesia karena indonesia memiliki kebudayaan yang cukup banyak. Beliau mengatakan tahun-tahun sebelumnya ada dua negara setiap tahunnya yang mengadakan pegelaran budaya di sana, namun khusus Indonesia diberikan satu tahun penuh.

Bagi yang berminat dari sekarang bisa membuat proposal (bisa dalam bahasa indonesia) dan mengirimkannya kebagian dikti. Yang diutamakan adalah yang berlatar belakang akademik. Dan disarankan, seni yang akan dipagelarkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena disana mengutamakan hal yang demikian seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya-logis dan masuk akal.

Salah seorang dekan FSP, bertanya tentang masalah dana dalam event ini seperti akomodasi, konsumsi, biaya penginapan, uang saku dan biaya produksi. Dekan tersebut apakah ada dana yang pasti. Duta indonesia ini menjawab dengan sangat sederhana dan bijaksana. “jika anda menanya apakah ada dana, saya jawab, tidak ada. Tapi jika anda sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, kemungkinan akan ada. Tinggal bagaimana anda menyampaikan konsep dan tujuan anda kepada pemerintah.

Saya yakin akan ada dana”. Demikianlah kita adanya, terkadang kita memikirkan hal yang lebih menguntungkan dan enak saja, padahal kita sama sekali belum ada berbuat apa-apa. Kita meminta sesuatu padahal kita belum ada memberikan sumbangan apapun.

Jadi, berbuatlah sesuatu, bermimpilah dan tetap berkarya. Jalan akan selalu ada. Orang yang tidak bekerja tidak layak mendapatkan makanan dan sebaliknya. Tidak ada yang sia-sia dari sebuah tindakan/karya. Never be the same-the summons.


Tappin Saragih
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter