Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Waktu adalah Harapan

"Anda pernah mengatakan bahwa Anda tidak percaya Tuhan. Apakah Anda memiliki filosofi hidup yang membantu Anda (hingga mempercayaiNya)?" tanya seorang peserta kepada profesor yang duduk di kursi rodanya di salah satu hall universitas di Amerika.

Ini adalah salah satu nukilan diskusi bedah buku "A Brief History of Time" yang ditulis oleh fisikawan terkemuka abad ini, Stephen Hawking yang ditampilkan dengan sangat hidup dalam film bergenre drama biografi berjudul The Theory of Everything produksi Hollywood tahun 2014 lalu.

Film yang dibintangi oleh Eddie Redmayne (Les Miserables) dan Felicity Jones (The Amazing Spider-Man 2) ini bertutur tangkas tentang kisah yang luar biasa dari salah satu pemikiran teori hidup terbesar di dunia.

"Who are we", "Why we here" jika dipelajari maka akan menjadi jawaban atas eksistensi manusia. Dari situ kita akan tahu pikiran Tuhan," tulis Stephen yang dibacakan istrinya.

Buku A Brief Histori of Time membentangkan perjalanan spiritual Profesor Stephen Hawking yang di masa mudanya nengaku diri ateis.

"Alam semesta tidak memiliki batasan samasekali. Tanpa batasan. Tanpa awal mula. Untuk membuktikan awal mula semesta, Tuhan harus mati. 

Teori Kuantum (hukum yang mengatur partikel yang sangat kecil, elektron dan sebagainya) dan Teori Relativitas umum (hukum yang mengatur sesuatu yang sangat besar, seperti planet dan sejenisnya) bisa menjelaskan pernyataan di atas.  

Kedua hukum terbesar dalam fisika itu (Kuantum dan Relativitas) tidak dimotori oleh hukum yang sama. Dan inilah yang menjelaskan "adanya momen penciptaan."

Pendapat ini menggiring Stephen Hawking mulai meyakini bahwa Tuhan benar-benar ada. Stephen Hawking menjelaskan bahwa,

"Dalam Teori Kuantum Tuhan tidak melempar dadu saat menciptakan semesta, tetapi juga melemparkannya ke tempat yang tidak bisa kita temukan. Sebab Tuhan bisa membahayakan kelangsungan mahluk hidup (semesta). namun.....

...sudah jelas bahwa kita semua hanyalah evolusi dari primata di sebuah planet kecil yang mengorbit pada sebuah bintang yang sangat besar di pinggiran salah satu dari ratusan miliar galaksi. Namun sejak adanya peradaban, manusia mulai mencari pemahaman tentang bagaimana terjadinya dunia.

Pastilah ada sesuatu yang sangat istimewa dari sebuah keterbatasan alam semesta. Dan adakah yang lebih istimewa daripada tidak adanya batasan? Sudah seharusnya memang tidak ada batasan dalam hubungan manusia.

Kita semua berbeda. Bagaimana pun buruknya hidup akan selalu ada yang bisa kita lakukan dan bisa kita gapai. Selama masih ada kehidupan, maka akan selalu ada harapan. 

Sebab, WAKTU adalah HARAPAN.  
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter