Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Politisi Beragama?

Ada satu pernyataan yang kontraproduktif dari para politisi yang kebetulan beragama, "Jangan campuradukkan politik dengan agama!"

Pernyataan ini seakan-akan BENAR bila merujuk pada cara para politisi itu menjalankan tugasnya. Tentu sebagai penguasa yang haus tahta!


Tetapi serentak pernyataan ini juga sebagai PEMBENARAN atas tindakan mereka yang keluar dari ajaran agama yang mereka anut.

Kronologinya hidup mereka pun seakan berjalan dalam siklus ini:
- sebelum menjabat : ber-Tuhan.
- saat menjabat: tidak ber-Tuhan.
- setelah pensiun : kembali ber-Tuhan.

Enggak enak di Tuhan dong kalau gitu. Gimana enggak:
- Saat kampanye: Tuhan dijadikan alat kampanye
- Saat menjabat: melarang masyarakat membawa-bawa agama saat ia salah
- Setelah pensiun: masa pertobatan, dan agama menjadi obat penyembuh kejahatan yang telah dilakukan semasa menjabat.

Dalam satu pertemuan, teman saya gemes dengan seorang anggota dewan yang mengamini kalau politik itu kotor. Kepada si anggota dewan itu ia lantas berang, "Apaan yang kotor. Kata siapa politik itu kotor? Ada juga otak sama nurani loe yang ngotorin politik".

Togon do ai baya?
Setuju?
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter