Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Semalam

Semalam
Orang Medan menggunakan kata "semalam" untuk kata "kemarin" dalam bahasa Indonesia. Dalam pemahaman masyarakat Medan pada umumnya, kata "semalam" sama dengan sehari penuh alias 24 jam yang lalu.

Jangan terkejut saat orang Medan mengatakan, "Aku ke rumahmu semalam siang, tapi kamu tidak ada di rumah. Begitu juga saat aku kesini semalam sore!"

Ya, semalam siang itu sama dengan kemarin siang, begitu juga dengan semalam sore sama dengan kemarin sore. Ini berarti "kemarin" dalam bahasa Indonesia versi Pulau Jawa sama dengan "semalam" di pulau sumatera pada umumnya.

Demikianlah "teks" selalu identik dengan "konteks". Konteks (Latin: cum + textum atau cum-text) berarti kata-kata yang terkait dengan situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian.

Dalam konstelasi budaya, tepatnya dalam bentangan linguistis, konteks berfungsi memberikan makna yang paling cocok pada unsur bahasa tertentu atau alat untuk memperinci ciri-ciri situasi yang diperlukan untuk memahami makna ujaran tertentu.

Kiranya ungkapan kuno, "Dimana langit di junjung, di situ bumi dipijak" akan membantu kita memahami konteks linguistik bahasa lokal dan muatan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan cara inilah kita harus mengakui sembari menghormati keunikan kultural dalam pergaulan sosial, dimana pun kita berada.

Bahasa, tak terkecuali dialek yang mengikutinya merupakan khasanah kekayaan kultural yang tak ternilai harganya. Keberagaman itu juga sekaligus kerap membuat kita tertawa, bingung, bahkan menghambat komunikasi dengan orang yang berasal dari budaya berbeda.

Selain kata "semalam", di Medan juga Anda akan bingung dengan penggunaan kata "siap", karena siap dalam konteks bahasa Indonesia di Medan berarti "sudah selesai".

Masih banyak kata-kata yang sama dalam bahasa Indonesia verbal, tetapi memiliki pengertian lokal. "Ko pi mana kah?" kata seorang Papua ke saya saat berada di Jayapura. Apakah Anda yang di Jawa dan Sumatera mengerti maksudnya?


Aku mengerti karena aku berhadapan langsung. Aku mengerti karena bertanya apa maksudnya; dan aku memahami karena bergaul dan bersahabat dengan mereka.

Dalam beberapa pertemuan tingkat nasional, kita akan terheran-heran dan bisa jadi akan bingung dengan bahasa dan dialek yang ganjil dan tak lazim dari orang-orang yang berada di luar Jawa atau Sumatera sana.

Maka, hanya mereka yang datang dengan kerendahan hati, ketulusan untuk belajar, dan kesanggupan untuk memahami perbedaanlah yang bisa masuk menjadi bagian dari Indonesia. Karena pada dasarnya Indonesia bukanlah sebuah budaya, melainkan racikan indah dari berbagai budaya.

Maka pertanyaanya adalah "kemana Anda semalam sore? Mengapa tidak membaca dan mengomentari statusku?"


Selamat sore dari #Medan untuk sobat di #SeluruhIndonesia.
Salam Persahabatan untuk keragaman para members #DukungAhokGubernurDKI.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter