Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Paradoks (di) Dunia Maya

Di dunia maya....
Anda tak harus terlihat sedang mencintai seseorang untuk menuliskan di kronologi Anda "merasa jatuh cinta". Anda tak harus tampak sedang merindukan seseorang untuk menuliskan di kronologi "sedang merindukan seseorang"


Di dunia maya....
Anda tak harus terlihat cerdas saat menjelaskan sesuatu, karena Anda tinggal copy dan paste di kronologi Anda. Anda juga tak perlu berpura-pura menjadi seorang pengamat saat berhadapan pada situasi gawat, karena Anda tinggal membagikan opini orang tentang situasi itu.

Di dunia maya....
Anda tak perlu tampil sebagai dokter atau konsultan kesehatan saat berbagi tips-tips kesehatan kepada teman Anda, karena tips itu berseliweran di mana-mana.... hanya saja Anda harus selektif dan jangan hanya membagikan tips yang mengarah pada produk kesehatan yang Anda jual.

Di dunia maya....
Anda juga tak perlu menjadi seorang guru atau dosen saat Anda membagi-bagikan berbagai tips mengajar efektif dan cara terhebat agar murid atau mahasiswa Anda mendengarkan Anda dengan sungguh. Itu karena berbagai file bisa Anda unduh di internet.

Akhirnya, di dunia maya....
Anda tak perlu menjadi sosok nyata, karena orang lain seringkali lebih peduli dengan KEGAIBAN Anda, dan bukan pada KEAJAIBAN yang Anda bagikan. Mengapa? Karena hampir semua orang (Indonesia) tahu bahwa yang sedang Anda bagikan itu bukan milik Anda, tapi milik orang lain--- dan orang lain itu juga mengambil dari 'akun" yang lainnya juga.

Inilah paradoks media (sosial):
tak jelas siapa pemberita (reporter) dan siapa pembaca (reader)
tak jelas siapa penulis (writer) dan siapa yang berhak membagikannya (to share).

Di dalam Media (sosial), semua adalah paradoks yang menjadi nyata, dan di dalamnya kita semua berjemur, berteduh, berpelukan, bercinta, bahkan mengungkapkan segala rasa... bahkan ketika rasa itu bukanlah rasa kita...

Itu karena kita hanya MERASA, sebagaimana fasilitas "merasa" di Fesbuk, tepatnya dibawah postingan di konologi Anda, setelah foto dan tag/tandai.

Saya juga saat menulis ini gak tak sedang merasa apa, kecuali merasa perlu menuliskannya... hahahaha...

Selamat siang all....
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter