Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Meretas Intelektualitas Cendikiawan, Profesional dan Usahawan Katolik Sumut

Meretas Intelektualitas Cendikiawan, Profesional dan Usahawan Katolik Sumut
Orientasi Pembinaan C-PUKAT Sumut" pada hari Jumat, 11 Desember 2015 di lantai 5 Gedung Catholic Center Medan dengan 
topik "MERETAS POTENSI KAUM CENDIKIAWAN, PROFESIONAL DAN USAHAWAN KATOLIK SUMUT."


Meski sudah dideklarasikan di Medan pada tanggal 3 Maret 2012 masih banyak pengusaha, profesional dan usahawan Katolik belum mengenal C-PUKAT Sumatera Utara.

Dalam rangka itulah C-PUKAT Sumut bekerjasama dengan Bimas Katolik Pusat berusaha mewujudkan mimpinya untuk memperkenalkan diri lewat ​sarasehan  dengan tagline "Orientasi Pembinaan C-PUKAT Sumut" pada hari Jumat, 11 Desember 2015 di lantai 5 gedung Catholic Center Medan.

Hadir dalam sarasehan ini sebanyak 50 peserta yang merupakan utusan dari berbagai paroki dan kelompok kategorial yang ada di Keuskupan Agung Medan.

"Kita, umat Katolik yang berada di wilayah Sumatera Utara, khususnya para sahabat yang bekerja sebagai pengusaha, para profesional, dan kaum cerdik pandai bergabung dalam komunitas C-PUKAT Sumut ini," tegas ketua C-PUKAT Sumut, Drs. Sabam Isodorus Sihotang, MM saat didaulat sebagai pembicara di awal sarasehan ini.

Isodorus menekankan pentingnya peran C-PUKAT Sumut dalam mengajak para cendikiawan, profesional dan usahawan Katolik untuk berbagi potensi mereka dalam kerangka pembinaaan misi Gereja. Seluruh stakeholder C-PUKAT Sumut oleh karenanya harus terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam mensinergikan peran gereja ditengah masyarakat, entah sebagai warga gereja dan terutama sebagai warga negara Republik Indonesia.

Pastor Moses Situmorang, OFM.Cap., Pada sesi berikutnya, mengamini peran pentingnya C-PUKAT Sumut dalam pemberdayaan masyarakat awam. Tema “ASG: Perananan Kaum Awam Dalam Tugas Memasyarakat” yang disodorkan oleh panitia kepada imam muda yang gemar menulis ini dipaparkan dengan gaya yang menggairahkan.

Dengan membabarkan berbagai contoh kongkret dan sharing pengalamannya sendiri, Pastor Moses menekankan pentingnya peran awam dalam menggarami dunia.

“Jadilah umat yang lebih berani dalam memaksimalkan peluang secara positif. Begitulah awam seharusnya memerankan dirinya ditengah masyarakat, yakni menjadi garam dan terang dunia. Jadi, jangan terlalu kaku dan kikuk. Beranilah berbeda, tetapi tetaplah unik," tandas pemerhati dan praktisi pendidikan Katolik ini dengan penuh semangat.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs. Sihar Sitorus, MM, Dirjen Bimas Katolik Pusat, "Sudah selayaknya C-PUKAT membantu meningkatkan kualitas tata kelola lembaga-lembaga kategorial gereja, termasuk dalam menjalin sinergitas dengan pemerintah.

“Kami dari Depag, khususnya Bimas Katolik Pusat berharap agar C-PUKAT Sumut bersedia memfasilitasi Gereja untuk membentuk Badan Amal Katolik yang memang dirindukan oleh pemerintah dan masyarakat Katolik. Kalau bukan awam, siapa lagi yang bisa berperan aktif menjalin sinergitas antara gereja dan pemerintahan kita?" gugah pria kelahiran Silalahi, Dairi ini dengan penuh semangat.

Lewat presentasi dengan judul “Peranan Bimas Katolik Dalam PembangunanNasional”, Sihar mengajak peserta sarasehan untuk turut membantu Bimas Katolik dalam meningkatkan kualitas intelektualitas, profesionalitas dan ketangkasan mereka dalam menghadapi tantangan jaman, terutama dalam hal peningkatkan kualitas sumber daya manusia umat lewat pendidikan agama dan keagamaan Katolik.

Sebagai pembicara terakhir sekaligus sebagai pemapar ruang simpul sarasehan ini hadir Pembimas Katolik Sumut, Dra. Yulia Sinurat, M.Pd.  dengan tema “Membangun Sinergisitas Antara Gereja dan Pemerintah”.

Sesi ini tampil lebih diskursif dan peserta diberi ruang untuk menyampaikan ‘uneg-uneg’ mereka terkait peran Bimas Katolik ditengah masyarakat.

Terkait dengan beberapa usulan, seperti kurangnya guru agama dan katekis di beberapa wilayah di Sumatera Utara ini, Yulia berjanji akan kerja, kerja dan kerja  lebih keras lagi, agar semua sekolah-sekolah non katolik  memiliki guru agama demi memenuhi hak siswa-siswi yang beragama Katolik.
Sarasehan ini berlangsung dengan baik dan lancar. Para peserta terlihat antusias dan mayoritas peserta mengikuti kegiatan ini secara penuh. 

Di akhir acara, Ketua C-PUKAT Sumut, Drs. Sabam Isodorus Sihotang, MM, didampingi oleh Drs. Albert Pakpahan (Bendahara) dan Dionisius Sihombing, M.Psi (Plt. Sekretaris) di akhir sarasehan mengajak agar para cerdik pandai, profesional dan usahawan Katolik yang ada di Sumut, khususnya yang berada di teritori Keuskupan Agung Medan untuk bergabung bersama C-PUKAT Sumut.

"Mari, para cendikiawan, profesional dan usahawan Katolik Sumut untuk bergabung bersama C-PUKAT Sumut yang  beralamat di Jl. Bunga Cempaka Psr. III No. 29 B Lingk. IV Kel. Padang Bulan Selayang Medan," ajak Isodorus.


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter