Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Mencuci Kaki

Mencuci Kaki

Di Bali, saat hari ibu tahun lalu, anak-anak melakukan tindakan simbolis "mencuci kaki" di beberapa tempat. Paus Fransiskus, pada Kamis Putih tahun lalu, juga mencuci kaki 12 representasi murid, dan salah satunya adalah remaja muslim.

Lantas seberapa penting tindakan simbolis mencuci kaki? Aku tidak akan membahas makna teologis, apalagi filosofis dari tindakan yang sudah dilakukan dalam budaya-budaya kuno ini.

Secara historis, tradisi yang masih dijalankan hingga kini dalam tata liturgi Kamis Putih di gereja Katolik, berasal dari tradisi Yahudi, atau masyarakat Timur Tengah pada umumnya. Kita tahu bahwa gurun pasir identik dengan debu. Artinya orang yang melewati gurun pasir akan mudah terkena debu. Apalagi puanase puoll alias teriknya menyengat.

Kala itu setiap rumah menyediakan baskom/bak tertentu sebagai tempat mencuci kaki bagi siapa saja yang akan masuk rumah; dan khusus tamu penting, tuan rumah akan mencuci sendiri kaki tamu agung mereka itu.

Halaman: 1 2

lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter