Ad Unit (Iklan) BIG

Negara dan Undang Undang Perkawinan

Posting Komentar
perkawinan febi sinuratDi sinilah fungsi dan peran pentingnya negara. Selain mengatur laju pertumbuhan dan ketersediaan pangan dan lapangan kerja (mengontrol kelahiran baru), juga menghindari konflik horisontal, entah antar-suku atau antar-agama.

Tak heran bila ada orang yang berpindah agama karena perkawinan, seperti teman SMA Seminari yang berpindah agama atas dasar pernikahannya dengan putri melayu.

Tak hanya itu, tampaknya ia juga rela berpindah suku, hingga marga yang dibawanya sejak lahir sudah ia hilangkan.

Begitulah perkawinan bisa menjadi solusi atas perkembangbiakan yang tak terkontrol, tetapi juga menjadi masalah kultur dan agama: "Siapa yang kuat dia yang menang! (Charles Darwin).

Lalu kita menamainya CINTA. Atau mengutip lagu ciptaan Glenn Fredly yang dipopulerkan Joy Tobing, "Semua Karena Cinta."

Lalu Anda pun akan bertanya kepada orang-orang yang Anda sebut tak punya tujuan hidup dan menyangkal kodratnya sebagai mahluk yang tak mau punah seperti Dinosaurus, "Kapan kawin?" dan bukan bertanya "kapan nikah?"

Itu karena Anda berpikir soal berapa anak yang akan lahir, atau meminjam istilah negara: laju penduduk simetris dengan pertumbuhan ekonomi.

Inilah yang dikatakan oleh dosen Filsafat Cina saat kami kuliah dulu (tentu saja ia berseloroh):

Setiap jam, ketika ada kelahiran baru, negara akan gembira, "Mari kita bergembira karena telah lahir "wajib pajak" baru untuk membantu kemajuan negara kita!" Ini yang berlaku di Cina dulu.

Negara juga akan bersukacita dengan mengatakan,

"Kita adalah bangsa besar; negara dengan penduduk beragama X terbesar di dunia; bangsa pengekspor TKI ke seantero dunia; bangsa dengan keragaman terbesar di dunia. Kita akan menentukan arah dunia dan mengalahkan Cina yang berpenduduk 1,2 Milyar.

Sebab, semakin banyak anak, Anda akan semakin banyak berinvestasi untuk negara Anda. Anak-anak kita, generasi kita adalah modal pembangunan terbesar bagi negara kita!"

Kata Kitab Suci yang sering salah ditafsirkan: "Beranak cuculah sebanyak bintang di langait dan pasir di tepi pantai. Penuhilah bumi!"

Selengkapnya: 1 | 2
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter