Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Pengen Nulis, Tapi?

Pengen Nulis
Mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Ita bertanya kepadaku, “Aku pengen menulis, bang. Tapi apa yang harus kutulis?” Tak hanya Ita, Moko, Budi, Dewi, Ayu dan hampir semua penulsi pemula menanyakan hal yang sama.

Namanya pemula, ya wajar saja mereka bingung dan kurang percaya diri saat diminta menulis. Padahal banyak topik yang bisa dijadikan inspirasi untuk menulis. Sebut saja persahabatan, percintaan, politik, sosial, budaya, filsafat, bisnis, bahkan esai tentang diri sendiri.

Masih bingung? Bukankah menentukan topik dalam menulsi sebuah esai itu tergolong mudah bagi seorang penulis? Harusnya sih enggak ya. Asal, setiap penulis tak boleh berhenti membaca, alias harus banyak membaca. 

Sebab, semakin banyak informasi yang kita dapatkan tentang subjek yang akan kita tulis semakin paham kita akan subjek tersebut.

Omong kosong kalau ada penulis yang tak suka membaca, atau penulis yang membenci buku. Ketika Anda menulis kisah penderitaan, misalnya, Anda tak cukup mengandalkan pengalaman personal saja. Anda membutuhkan informasi yang dapat diuji secara ‘ilmiah’ tentang penderitaan itu sendiri. 

Di sinilah letak pentingnya buku sebagai referensi terbaik disamping media internet tentunya untuk menulis sebuah esai dengan topik apa pun.

Nilai plus dari kebiasaan membaca buku akan menggiring seorang penulis melahirkan karya yang mumpuni. Sebab, dengan informasi yang Anda peroleh lewat buku, maka Anda memiliki bahan untuk mempertanyakan, membandingkan, hingga mengkritisi tulisan Anda sendiri.

Di titik inilah menulis sebuah esai dengan sejuta informasi di kepala kita jauh lebih mudah daripada menulis esai tentang hal-hal atau pengalaman yang sudah biasa kita jumpai di sekitar kita. Artinya, seorang essais atau penulis esai tak boleh menulis melulu berdasarkan perasaannya.

Akhirnya, siapa pun Anda yang menyukai dunia jurnalistik atau ingin menjadi seorang penulis, Anda tak boleh melupakan buku dan media informasi lain sebagai bahan bacaan Anda.

Membaca buku itu wajib hukumnya bagi siapa pun yang suka menulis. Sebab, seorang pembaca belum tentu penulis, sementara seorang penulis secara otomatis adalah pembaca.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter