iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

DotCom Unbelievable

DotCom Unbelievable Siapapun yang sangat mudah menyukai dan percaya pada berita dari sumber-sumber online dengan alamat [dot]com atau [dot] lainnya, maka secara psikologis ia akan terganggu. Bagaimana tidak. Saban hari, bahkan tiap menit dan tiap detik, lewat postingan teman sosmed Anda, atau kalau di fesbuk lewat grup atau fanpage yang Anda ikuti, akan menyita perhatian Anda.

Berbagai postingan yang sepintas "menarik dan seakan-akan benar" akan memenuhi akun fesbuk atau akun sosial Anda. Lagi, akan menyita perhatian Anda. Godaanya juga tak sepele. Tak hanya situs berbayar, situs gratisan yang khusus menebarkan berita-berita yang tak bersumber pada realitas itu pun makin hari makin tak terkendali jumlahnya.

Nah, bagi si galau dan si alaya, berita-berita yang belum tentu benar itu pun ia bagikan dan dibumbui kata "Ternyata......" di atas tautan berita tadi. Misalnya, ada situs tertentu yang menebar berita "Ahok Si Mulut Besar Namun Minim Prestasi".

Si galau pun membacanya, dan dengan kemampuan menyaring berita yang tak mumpuni, ia lantas membagikan berita itu. Akan terlihat lebih keren lagi kalau ternyata si galau tadi kebetulan tak menyukai Ahok. 

Maka "Kalimat Pembuka" di atas tautan berita tadi akan ia bumbui begini, "Ternyata Ahok Tak Ada Apa-apanya." Atau judul berita abal-abal tentang Presiden Jokowi, "Pembangunan Infrastruktur Jokowi  Hanya Menambah Utang Negara Kita."

Berita jenis ini pun akan dengan sigak disambar para pembenci Jokowi, bahkan dengan bumbu kalimat pembuka, "Ternyata Jokowi Telah Menjual NKRI".

***

Demikian berita-berita miring itu dibagikan banyak orang. Si empunya situs pun akan merasa senang karena 'rumahnya' banyak pengunjung. Atau, dalam bahasa Twitter, postingannya akan #Tranding. Tentu saja semakin banyak pengunjung blog atau situsnya, maka akan bertambah pula pay per click ke rekeningnya.

Segmentasi mereka, tak salah lagi, adalah orang-orang yang mudah terombang-ambing hingga terhempas di lautan berita di sosial media. Jadi berita-berita di situs yang tak jelas ini adalah santapan mereka setiap hari.

Mudah bukan mencari uang di internet? Sangat mudah! Anda tinggal membuat website atau blog yang isinya sepurat berita-berita yang menjelek-jelekkan atau menjatuhkan tokoh yang lagi tenar, atau orang yang sedang disorot atau disenangi masyarakat.

Anda tinggal menikmati hasilnya. Beneren neh... Tunggu sebentar, maka akan banyak pengunjung singgah ke situs pelacuran Anda.

Tapi benarkan semudah itu? Tunggu dulu! Itu tergantung siapa pengunjung situs Anda. Sebab masih banyak jumlah orang yang punya passion mencari kebenaran dengan saringan otak yang mumpuni saat membaca berita. Maka pengunjung Anda semakin jelas: minimal otaknya sama oon-nyadengan Anda.

Benar bahwa menebar berita menyesatkan itu hak Anda, tetapi ketika berita sesat tadi disebarkan oleh jutaan orang maka Anda juga mestinya harus bertanggung jawab, minimal secara psikologis dan moral. Sebab kesesatan itu bermula dari Anda, dan kini Anda adalah dewa dari penyebar berita tersebut.

Akhirnya, sebagai pengguna media, kita semestinya menjadi pembaca yang cerdas dan bijaksana menyikapi berita di berbagai situs [dot]com itu. [Dot]Com memang luar biasa (unbelievable), tetapi tak selalu bisa dipercaya (not believable), tetapi tak selalu mudah kita yakini kebenaranya (not always easy believable).


Lusius Sinurat

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.