iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Ahok dan Prasangka

Ahok dan Prasangka

"Kita mempromosikan kepemimpinan sejuk," sindir paslon Anies-Sandi soal Ahok yang sering reaktif dan marah-marah.

"Kita akan mengalokasikan ratusan juta hingga milyaran duit untuk dibagi-bagi ke warga Jakarta, "tegas Agus-Silvy seakan menyindir Ahok yang tak suka membagi-bagikan uang kepada warga Jakarta.

Rasanya tak ada cara lain untuk mengalahkan Ahok-Djarot kecuali mencari titik lemah keduanya, bahkan ketika kelemahan yang mereka maksud masih bersifat prasangka.

Ketika menyinggung titik lemah dinatas, warga Jakarta tak peduli, kEdua paslon itu pun mendulang dukungan lewat lawan-lawan Ahok, yakni ormas radikal dan para perampok uang rakyat yang selama ini diacak-acak Ahok.

Secara psikologis kita tahu bahwa dua pihak lemah selalu mudah untuk bersatu disaat mereka punya lawan yang sama. Lawan mereka tak lain adalah Ahok.

Ahoklah musuh bersama itu. Ahoklah yang berani memasukkan anggota dewan ke sel tahanan, yang memecat bawahan yang bermain-main dengan pekerjaannya.

Ahok pula yang bahkan berani menentang menteri bahkan wapres bila merasa tak sejalan dalam memajukan Jakarta.

Ahok memang seorang tukang beraih-bersih. Bukan hanya sungai-sungai, jalanan, dan taman publik yang dibersihkannya. Ahok juga membersihkan birokrasi kotor yang selama ini bersembunyi dibalik NIP mereka.

Bagi lawan-lawan Ahok, sebagaimana diharapkan Yusril Izha Mahendra, bertarung secara normal di pilkada DKI tak mungkin bisa melawan Ahok.

Di titik inilah mereka menggalang massa dan berhara Jokowi sang atasan Gubernur Ahok ciut dan memohon Ahok mundur, dan jalan mereka mulus.

Sayangnya Jokowi, Ahok dan orang-orang dekat keduanya tak sebodoh orang-orang tadi. Kini, dimpikiran dua paslon itu adalah kemenangan semu larena ahok telah dijadikan tersangka.

Mereka lupa bahwa apa yang dituduhkan kepada Ahok tak lain adalah melulu syak prasangka. Nmqnya juga tersangka.


Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.