iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Jangan Biarkan Bangsa Kami Memperjualbelikan NamaMu

Jangan Biarkan Bangsa Kami Memperjualbelikan NamaMu
Terkadang aku pikir, Engkau itu cuma bisa tersenyum ketika di antara kami pengikutMu sering mengumandangkan genderang perang dan seperti biasa selalu menyeret namaMu dalam pertikaian itu.

Inilah kebodohan warga bangsa kami, yang mengimani Engkau dengan cara yang sesat, bertuhan tapi berlaku kayak hantu, hingga secara tak sadar kami menganggap Tuhan itu milik kami. Padahal di dalam lubuk hati terdalam kami sungguh mengimani bahwa Engkau sendirilah yang memiliki kami.

Inilah doaku untuk bangsaku tercinta ini:

Datanglah ketengah masyarakat kami.
Jadikanlah para pengikutMu di negeri ini
tak sekdar memproklamirkan diri
sebagai orang beragama dan beriman,
padahal hidupnya intim dengan kekerasan
lewat berbagai tindakan primordial dan sektarian.

Kami sadari bahwa inilah kebodohan kami,
yakni ketika kami tak memaksimalkan akal budi
yang Engkau berikan sejak awal dosa menimpa kami
sebab kami sering mengabaikan,
bahkan tak mengembangkan
kemampuan intelektual kami.

Tuhan,
jangan jadikan warga negeri ini hanya mencatut namaMu
di spanduk-spanduk saat demonstrasi,
atau meneriakkan "Tuhan mahabesar"
disaat kami justru menginjak-injak hak dan kebebasan pengikutMu yang lain.

Janganlah kiranya Engkau biarkan segelintir warga kami
selalu tampil dengan dandanan imam besar, dan meneriakkan namaMu
sebagai alasan mereka untuk mengklaim namaMu.

Berilah mereka makan manna, entah dalam bentuk nasi bungkus,
sebagaimana pernah Engkau berikan kepada umat Israel saat perjalanan keluar dari Mesir,
agar mereka tidak selalu memaki-maki orang, pemerintah, agama lain,
bahkan menghunus pedang bagi mereka yang seagama dengan mereka sendiri.

Akhirnya, Tuhan
berilah kecemerlangan berpikir kepada warga kami,
agar dalam memuji dan memuliakan Engkau
kami bisa saling memahami perbedaan cara kami
menuju surgamu yang suci.

Dengan bantuamu, biarlah moto bangsa kami,
"Bhineka Tunggal Ika"
tetap lestari
dan kami jiwai dalam tulusnya hati,

Terimakasih Tuhan.
Amen. > Baca Dari Awal



Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.