Ad Unit (Iklan) BIG

Jangan-jangan Semua ini Salah Tuhan

Posting Komentar
 Jangan-jangan Semua ini Salah Tuhan   Memposting sebagai lusius-sinurat
Semua kenyataan ini sepertinya salahMu juga, Tuhan. Siapa suruh Engkau menyampaikan pesan-pesan penting-Mu kepada kamimelalui para nabi dan utusan dengan tingkat kecerdasan dan tingkat kesaktian yang berbeda?
Jangankan soal perbedaan versi ajaranMu versi nabi X atau Nabi Z itu, bahkan tentang kesepakatan soal jumlah nabi pun kami belum pernah terwujud. Faktanya, Engkau justru membiarkan kami sibuk berdebat kusir hingga berujung pada sikap saling nyinyir..

Tuhan pasti menyaksikan sendiri, betapa antara kami sering terjadi saling tuduh sebagai agama sesat, sembari memproklamirkan di media sosial bahwa agama mereka sesat dan agama kami lah yang paling sempurna di dinia ini. Tapi hebatnya, kami hampir selalu sepakat bahwa Adam adalah nabi pembuka, simbol kehadiran perdanaMu di dunia kami.

Mengapa bisa begitu? Dalam keterbatasan analisaku, aku menduga bahwa pesan yang Engkau sampaikan justru tak pernah lengkap. Atau, jangan-jangan nabi dan utusanMu yang Engkau mintai tolong untuk mencatat SabdaMu justru tak mengerti struktur bahasa yang baik, logik yang tak cukup komprehensif dan pengetahuan yang sangat terbatas, karena mereka umumnya bukan anak sekolahan seperti si Doel.

Entah karena ketidakmampuan para nabi kami menyamakan persepsi soal pesanMu, atau malah karena mereka takut memprotes saat Engkau mendikte pesanMu kepada mereka. Hanya saja perbedaan pesan itu pula lah yang kerap menjadi pemicu konflik di antara kami.

Andai saja Tuhan punya waktu barang 1-5 jam membaca berita di koran, majalah, akun sosial, dst., Engkau pasti tak pernah ketinggalan berita tentang perang antara kami pengikutMu, juga riuhnya perebutan jamaah/umat di antara kami.

Entah itu Yahudi, Protestan, Katolik, Islam, Budha, Hindu atau entah itu Mormon, semuanya saling berebut anggota, hingga masing-masing dari agama kami menerapkan ilmu marketing termodern dan termutakhir agar orang-orang yang tertarik meninggalkan agama yang ia anut sebelumnya dan bergabung dengan agama kami.

Sempatkanlah sejenam menonton Youtube, Tuhan. Engkau akan terkejut betapa banyaknya video yang kami gunakan sebagai media mempromosikan Engkau. Bahkan ketika kami tak berhasil, kami akan mencoba bekerjasama dengan setan, tepatnya dengan cara memainkan isu negatif sembari menyebar kabar burung kepada pengikut kami yang seiman.

Pendek kata, di internet yang diciptakan para mantan pengikutMu itu justru terbentang berbagai "kesaksian palsu" demi mempromosikan agama-agama bentukan para nabiMu itu.

Apakah Tuhan sungguh tahu kalau kami selalu menggunakan kata "tobat" bila seorang member agama lain masuk ke kelompok kami, dan menggunakan kata "murtad" bila ia pergi dan memasuki agama yang satunya?

Kami, para pengikutMu saat ini sering bersaing tetapi tidak sportif demi berebutan pengikut. Kami bahkan tidak mengetahui bahwa semua jalur itu akan bermuara padaMu. Yang ada, kami justru beranggapan bahwa Tuhan mengkapling-kapling surga untuk kami yang beda agama.

Inilah yang terpampang di televisi, media cetak dan media online yang kebanyakan diciptakan oleh anggota mantan bangsa pilihanMu Yahudi itu. Entah Tuhan sempat membaca atau menontonnya, atau justru tak hirau samasekali, tetapi minimal aku yakin Tuhan pasti pernah mendengar laporan dari para pewaris misi kenabianMu dalam doa-doa mereka: Paus, Kyai, Ephorus, Patriarkh, Beatrix, Biksu, dst.

Siapa tahu orang-orang yang bertugas melestarikan misi nabi-nabi-Mu di atas masih rajin melapor lewat doa-doa hingga curhat tentang perkembangan terbaru di dunia yang Kau ciptakan ini.

Atau, jangan-jangan mereka justru sama saja seperti kami yang hanya bisa meminta berkatMu, itu pun hanya lewat media sosial. Entahlah, tapi sejauh ini apa yang mereka katakan tentang Engkau justru masih kami dengarkan dengan saksama. > Lanjut Baca!


lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter