Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Demokrasi Berbasis Emosi

Demokrasi Berbasis Emosi
Pada tahun 2016 lalu, tepatnya di masa awal kampanye, para pendukung Agus-Sylvi dan pendkunung Anies-Sandiaga Uno mengatakan bahwa pendukung dan relawan Ahok itu hanyalah sekumpulan orang-orang emosional.

Bisa jadi ada benarnya ! Sebab, konon katanya mereka yang mendukung Ahok-Djarot itu lebih mengedepankan perasaan/emosi daripada akal sehat. Tudingan yang sama juga dialamatkan kepada para pendukung Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli 2014 silam.

Anggap saja anggapan ini ada benarnya ! Kendati kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Jokowi-Ahok memenangkan pertarungan di DKI tahun 2012 dan Jokowi-JK memenangkan pertarungan di Pilpres 2014. Sejauh ini - kendati hanya sementara dan berdasarkan Quick Count - kemenangan sementara Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI 2017 juga sejalan dengan kemenangan Jokowi-Ahok sebelumnya.

Entah fenomena atau bukan, kini, calon pemimpin yang punya ikatan emosional yang intim dengan para pemilihnya hampir pasti menjadi pemenang saat pertarungan perebutan kekuasaan. Ini yang terjadi di era post-modern ini. Donald Trump di Amerika, Duerta di Filipina, Jokowi di Indonesia, dst.

Kini, Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayattampaknya juga akan mewarisi fenomena ini.

Lihatlah, sepanjang proses pencalonannya sebagai gubernur, Ahok justru diobok-obok oleh berbagai tudingan dari berbagai arah. Tujuannya jelas, agar ia tak mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta!

Berdasarkan fakta-fakta yang terjadi, juga diikuti oleh semakin cerdasnya para pemilih di jaman ini, saya yakin kalau Ahok-Djarot akan memenangkan Pilkada DKI Putara Kedua tanggal 19 April 2017 nanti dan akan mengalahkan Anies-Sandi.

Pertama, bila dukungan terhadap paslon Anies-Sandi bertambah dari PAN, Demokrat dan PPP alias partai pendukung Agus-Sylvi, maka para pendukung Ahok yang emosional tadi justru akan bertambah.

Dari mana datanganya? Tentu saja dari pendukung Agus-Sylvi yang tak sudi diatur saat memilih. Belum lagi tidak adanya ikatan emosional mendalam antara massa dan partai yang didukungnya.

Akhirnya, selain para pendukung Ahok-Djaort yang berpikir logis dan bertanggung jawab, gelontoran dukungan dari para pendukung emosional yang tak mau dikekang partai tadi justru akan condong ke paslon Ahok-Djarot.

Ini pendapatku. Lalu, apa pendapatmu?


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter