iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Nata-nata

Orang yang suka mengumbar apa yang ia miliki, apa yang terjadi di sekitarnya, bahkan apa pun yang terkait dengannya, oleh orang Batak disebut "nata-nata".

"Jolma na nata-nata" atau orang yang suka mengumbar alias suka pamer, sekaligus adalah orang yang layak dijadikan sebagai tempaf curhat.


Sebab, tipe si tukang pamer ini nyatanya tak kuasa menyimpan rahasianya dan rahasia orang, juga tak akan pernah melupakan apa yang dijanjikan orang kepadanya.

Siapa saja temannya, apa yang baru saja dimakannya, pun bila ia adalah seorang kaya, maka ia akan selalu memametkan berapa luas tanahnya, berapa banyak mobilnya, jumlah orang hebat yang dikenalnya, dan lain sebagainya.

Orang suka pamer berbeda dengan arogan. Sebab orang arogan justru sering membanggakan diri dan segala prestasinya yang memang sudah diakui banyak orang.

Sebaliknya, orang suka pamer justru sering memaksakan diri tampil sesuai dengan omongannya, bahkan ketika de facto ia tak sanggup. Ia bak orang yang suka berpura-pura jadi orang lain dan memaksakan diri memenuhi segala keinginannya, apalagi ia sudah terlanjur mengumumkannya ke publik.

Di politik, tipe suka pamer ini banyak. Mereka biasanya hidup dalam kepura-puraan, dan sering memaksakan diri sebagai pemimpin hebat. Maka jangan terkejut bila mereka sering memamerkan prestasi yang belum tentu ia kerjakan sembari meremehkan kemampuan lawan politiknya.

Beginilah orang yang suka pamer, yang pongah pada apa yang dimilikinya, kendati seringkali hal itu tak berarti apapun bagi orang lain. Atau, dalam terminologi orang Batak Toba tadi, ia digolongkan sebagai "Jolma na nata-nata".


Lusius Sinurat

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.