Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Mimik Si Keras Kepala

mimik si keras kepala
Foto: Facebook
Setelah acara#DebatEkslusif di #MataNajwa, wajah sumringah dan santainya Aho banyak dipasangkan dengan wajah kesal, marah dan bingungnya Anies.

Ekspresi wajah (mimik) tak akan membohongi apa yang sedang dirasakan atau dipikirkan si empunya wajah, tentunya.

Ahok tampil lebih santai, dan itu terlihat dari ekspresinya saat tertawa dan tersenyum. Sesekali Ahok menggaruk kepalanya sebagai ungkapan "Saya tak habis pikir (sama orang ini)".


Di sisi lain Anies terlihat kikuk dan tegang. Ia seperti dosen yang masuk kelas tanpa persiapan. Ia mengajar tanpa struktur, bahkan kata-katanya tak berurut. Boro-boro ada isinya.

Nyatanya, baik Ahok dan Najwa, ia perlakukan seperti mahasiswa yang tahu kalau ia mengajar tanpa persiapan.

"Pak Anies gak nyambung deh," kata Nana ingin menginterupsi Anies yang kikuk.
"Gimana ya. Susah juga kalau enggak ngerti," kata Ahok menanggapi omongan ngawurnya Anies.

Saya bisa merasakan apa yang dirasakan Ahok dan Nana (panggilan akrab Njawa Sihab). 

Entah ketika menjadi mahasiswa yang pengen tendang pantat dosen yang mengajarnya ngaco, entah sebagai dosen/guru/pembicara yang bingung sendiri hingga ingin waktu secepatnya berlalu karena masuk kelas tanpa persiapan.

Kira semua tahu, kecuali Anda pura-pura tahu karena pengaruh negatif di lingkungan Anda, bahwa Anies sudah terlanjur identik dengan pembual manis dengan tindakan minus, bahkan miris.

Di sisi lain, bahkan ketika Anda hanya bermodalkan televisi dan internet sekalipun, Anda pasti tahu tajinya Ahok sebagai pemimpin DKI.

Itu juga kalau Anda lebih jujur sedikit saja untuk mengakui bahwa Ahok ini pemimpin langka karena begitu berani menghantam para pembual yang tak kerja tapi menguras uang rakyat.

Begitu jelas terlihat di layar televisi, 2 malam lalu di acara #MataNajwa betapa Anies justru menjadi bulan-bulanan Najwa.

Para pendukungnya pun merasakan hal yang sama. Para pendukung Anies kecewa karena secara tak langsung Anies malah menelanjangi, meminjam istilah si oon Marissa Haque, laknatnya sendiri.

Bagaimana tidak. Anies menyebut Sandi yang telah digusurnya dari balon DKI 1 menjadi calon DKI 2 tak akan rugi memuluskan jalannya jadi DKI 1 dengan uang 62 milyar.

Anies ini memang jahat. Ia tak hanya mengusur Sandi sebagaimana juga ia pernah menggeser Abdul Latief di Paramadina University. Anies juga mempreteli posisi dan uang Sandiaga untuk memuluskan niatnya membalas dendam ke Presiden Jokowi.

"Jangankan bawahan, Pak Basuki juga akan saya pecat sebagai Gubernur DKI," kata Anies menelanjangi niat jahatnya.

Mestinya, demi kebaikan mereka, warga DKI harus melihat perbedaan Ahok dan Anies dengan mata hatinya.

Semoga.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter