Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

PTK, Narasi Kepekaan Jurnalistik Seorang Guru

Narasi Kepekaan Jurnalistik Seorang Guru
1. Pendahuluan
Seberapa penting Penelitian Tindakan Kelas (PTK)? PTK sendiri pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika, Kurt Lewin pada tahun 1946.  

Gagasan Lewin selanjutnya dikembangkan oleh Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan seterusnya. Di Indonesia sendiri PTK baru dikenal pada akhir dekade 80-an. 


2. Pengertian
Sebagai salah satu jenis penelitian PTK erat terkait dengan bobot keilmiahannya. PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru/siswa/kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (ilmiah) dari (1) praktik-praktik pendidikan yang dilakukan, (2) pemahaman tentang praktik-praktik tersebut, dan (3) situasi-situasi tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan.


3. Tujuan

PTK itu kebutuhan guru demi meningkatkan profesionalitasnya:
  1. PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya => reflektif dan kritis terhadap apa yang dia dan muridnya lakukan di kelas.
  2. PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional => menggiring guru untuk kreatif dan inovatif, termasuk sebagai peneliti di bidangnya.
  3. PTK memampukan guru memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian mendalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya => bertindak berdasarkan masalah-masalah aktual dan faktual yang berkembang di kelasnya.

3.1 Tujuan Khusus
  1. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. 
  2. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas. 
  3. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan. 
  4. Memberikan kesempatan bagi guru untuk melakukan PTK yang sekaligus dapat dijadikan dasar memperoleh angka kredit untuk kenaikan pangkat dalam jabatan profesional guru. 

3.2 Sinergitas

  1. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran. 
  2. Pelaksanaan PTK tidak menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. 
  3. PTK justru menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam mengupayakan berbagai teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya. 
  4. Penerapan PTK justru akan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan. 

3.3 PTK gerbang pengalaman berharga bagi guru
  1. Hasil PTK yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip penelitian sosial secara benar dan konsisten adalah bukti empiris tentang kualitas seorang guru (Agama). 
  2. PTK mendorong guru untuk memikirkan, mengkritisi hingga mengubah praktik mengajarnya sendiri mengubahnya. 
  3. PTK memampukan guru untuk bertindak secara sistematis, realistis, rasional dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya secara profesional. 


4. Prinsip Dasar

PTK berorientasi pada perbaikan pendidikan dengan jalan melakukan perubahan-perubahan yang dilaksanakan dalam tindakan-tindakan.
  1. Masalah yang diangkat dalam PTK harus merupakan masalah yang memang ada, faktual, menarik, dan layak untuk diteliti. 
  2. Metodologi yang digunakan dalam PTK harus tepat dan terpercaya. 
  3. Prosesnya harus kritis, sistematik, terukur, dan objektif yang memerlukan kemampuan dan keterampilan intelektual. 
  4. Topik yang dikembangkan berkenaan dengan efektivitas metode mengajar yang digunakan oleh guru selama ini. 
  5. PTK harus merefleksikan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah sebagai bagian dari peningkatkan profesionalismenya. 

5. Topik PTK
Topik PTK merupakan model pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa bernuansa quantum teaching, quantum learning, contextual learning, integrated curriculum, dan competency based curriculum yang semua berorientasi pada kepentingan siswa.

5.1 Catatan:
  • Dalam hal ini topik tidak sama artinya dengan judul. 
  • Berdasarkan pada topik tersebut guru dapat mengembangkan judul-judul sepanjang tidak menyimpang dari topik tersebut. 
5.2 Pengertian
  • Quantum Learning = kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yan1g dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat” 
  • Integrated Curriculum = suatu aplikasi salah satu startegi pembelajaran berdasarkan pendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk menciptakan atau membuat proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi anak. 
  • Competency Based Curriculum = kurikum pendidikan yang menjadikan kompetensi sebagai acuan pencapaian tujuan pendidikan 
  • Contextual Learining = konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan siswa secara nyata


6. Durasi & Sistematika

6.1 Durasi
Jadwal kegiatan penelitian meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 3 bulan.

6.2 Sistematika Penulisan
i. Teknis

  • Jumlah Halaman = 15-20 
  • Spasi = 1,5 
  • Font = Times New Roman 
  • Kertas : A4 
  • Margin = kiri/bawah= 3 cm, kanan/atas 2,5 cm. 
ii. Konsep

(a) Lembar Cover
  • Memuat judul proposal (sesuai ketentuan judul) dan data diri guru (mencakup Nama lengkap guru yang mengajukan proposal; nama, alamat dan nomor telepon sekolah; kabupaten/kota dan provinsi; alamat email pribadi dan nomor HP aktif). 
(b) Judul
  • Merefleksi topik dan konsep yang akan diteliti dalam PTK yang akan dilakukan. Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya. 
  • Misalnya “Model pembelajaran siswa aktif dalam pembelajaran Agama Katolik siswa kelas XII SMAN-1 Kisaran”, “Pembelajaran Partisipatif Pada Mata Pelajaran Agama Katolik di Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Pematangsiantar”, dll 
(c) Pendahuluan
  • Memuat unsur latar belakang masalah, data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta definisi istilah (bila dianggap perlu). 
(d) Latar belakang
  • PTK harus merefleksikan harapan dan kenyataan. Dalam latar belakang pada dasarnya membicarakan tentang kondisi atau keadaan yang menyebabkan dilakukan penelitian. 
  • Apa yang menjadi harapan dari target sekolah ataupun target pembelajaran dengan kondisi nyata yang terjadi di sekolah/kelas. 
  • Kondisi atau keadaan tersebut merupakan kesenjangan antara keadaan yang ada dengan keadaan yang diinginkan/tujuan yang akan dicapai dan atau suatu keadaan yang tidak jelas dan menimbulkan keragu-raguan. 
  • Latar belakang harus memuat target sekolah (visi-misi sekolah) yang akan dicapai. 
  • Penyataan-pernyataan tentang kondisi pencapaian target sekolah atau target pembelajaran dikelas (ketercapaian dan ketidaktercapaian). 
(e) Perumusan Masalah
  • Permasalahan-permasalahan yang terjadi dikelas, baik masalah dengan siswa maupun dengan guru yang bersangkutan dalam proses belajar mengajar. 
  • Pemilihan dan penetapan masalah PTK harus digali atau didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah. 
  • Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian teoretik atau dari hasil penelitian terdahulu, tetapi masalah lebih ditekankan pada permasalahan aktual pembelajaran di kelas. 
  • Masalah dalam PTK dapat terjadi secara individual maupun secara kelompok dihadapi oleh guru sehingga dalam penetapan masalah penelitian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 
  • Masalah tersebut harus menunjukkan adanya kesenjangan antara teori praktik yang dihadapi guru dalam menjalankan tugas kesehariaannya. 
  • Masalah tersebut memungkinkan untuk dicarikan alternative solusi melalui tindakan yang konkrit6. 
(f) Tujuan
  • Tujuan penelitian yang ingin dicapai selalu didasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. 
  • Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya. 
  • Secara umum tujuan PTK dirumuskan berdasarkan harapan atau keinginan guru terhadap siswa. 
  • Perumusan tujuan memuat hal-hal untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di kelas/sekolah, merefleksikan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah. 
(g) Kerangka Konsep/Teori
  • Kerangka konsep, atau dapat juga disebut dengan kerangka teori, mempunyai dua fungsi yaitu memberikan dukungan konseptual terhadap hubungan dua variabel yang diangkat menjadi judul PTK, dan dasar konseptual untuk mengukur variabel-variabel yang dijadikan topik pada PTK. 
  • Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. 
  • Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. 
  • Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. 
  • Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi. 
(h) Metodologi
  • Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian. Secara khusus, metode penelitian dalam PTK berbeda dengan metode penelitian pada umumnya sesuai dengan karakteristi PTK sendiri. 
  • Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. 
  • Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. 
  • Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. 
  • Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus. 

(i) Pustaka & Lampiran
  • Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten menurut misalnya model APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association) atau Turabian. 
  • Lampiran-lampiran (jika diperlukan); misalnya: data yang relevan, foto kondisi saat ini, dan sebagainya) 
7. Karakteristik PTK

PTK didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional. Ada 6kKarakteristik PTK
(Winter, 1996), yaitu:
  1. Kritik reflektif, Kritik dialektis, 
  2. Kolaboratif, 
  3. Resiko, 
  4. Susunan jamak, dan 
  5. Internalisasi teori dan praktek

(8) Jenis Penelitian Tindakan Kelas

(1) PTK Diagnostik
  • PTK diagnostik ialah penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti ke arah suatu tindakan. 
  • Dalam hal ini peneliti mendiagnosia dan memasuki situasi yang terdapat di dalam latar penelitian. 
  • Contoh: apabila peneliti berupaya menangani perselisihan, pertengkaran, konflik yang dilakukan antar siswa yang terdapat di suatu sekolah atau kelas. 
(2) PTK Partisipan
  • PTK partisipan ialah apabila orang yang akan melaksanakan penelian harus terlibat langsung dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian berupa laporan. 
  • Dengan demikian, sejak penencanan panelitian peneliti senantiasa terlibat, selanjutnya peneliti memantau, mencacat, dan mengumpulkan data, lalu menganalisa data serta berakhir dengan melaporkan hasil panelitiannya. 
  • PTK partisipasi dapat juga dilakukan di sekolah seperti halnya contoh pada butir a di atas. 
  • Hanya saja, di sini peneliti dituntut keterlibatannya secara langsung dan terus-menerus sejak awal sampai berakhir penelitian.
(3) PTK Empiris
  • PTK empiris ialah apabila peneliti berupaya melaksanakan sesuatu tindakan atau aksi dan membukakan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi berlangsung. 
  • Pada prinsipnya proses penelitinya berkenan dengan penyimpanan catatan dan pengumpulan pengalaman penelti dalam pekerjaan sehari-hari. 
(4) PTK Eksperimental
  • PTK eksperimental ialah apabila PTK diselenggarakan dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau strategi secara efektif dan efisien di dalam suatu kegiatam belajar-mengajar. 
  • Di dalam kaitanya dengan kegitan belajar-mengajar, dimungkinkan terdapat lebih dari satu strategi atau teknik yang ditetapkan untuk mencapai suatu tujuan instruksional. 
  • Dengan diterapkannya PTK ini diharapkan peneliti dapat menentukan cara mana yang paling efektif dalam rangka untuk mencapai tujuan pengajaran.

Horas & Terimakasih
Dipresentasikan kepada para guru Pendidikan Angkatan SD, SMP dan SMA dalam acara Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik di Siantara Hotel, Pematangsiantar, 11 April 2017

Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter