Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Susi Oh Susi

Susi Oh Susi
Sumber Facebook Lusius Sinurat
Beberapa temanku bernama Susi. Rata-rata emang mereka itu unik. Susi yang satu cantik tapi keras kepala. Susi yang satu lagi gendut tapi baiknya..alamak.

Susi yang bule beda lagi. Namanya sih ditulis Sussy. Dia cantik dan pasti putih. T

adinya dia ingin kujadikan "teman ngobrol" sembari belajar mengasah bahasa Inggris. Hanya saja dia sangat pendiam.

Oh ya, ada satu lagi, Susi yang asli Tionghoa. Tentu dia cantik. Sepintas mirip Lucy Liu yang bintang film Hongkong. Dia romantis. Hanya saja dia terlalu sayang sama anjing peliharaannya.

Ada banyak Susi. Tapi hanya ada satu Susi yang menggetarkan pemikiran saya. Dialah Susi Pudjiastuti, sang Menteri Kelautan 2014-2019. Susi yang satu ini memang agak tomboy. Ya, agak kontras dengan Susi Susanti juara Olimpiadae bulutangkis beberapa tahun silam. 

Persoalannya, tomboy-nya Susi Pudjiastuti ternyata cocok dengan tugasnya. Dia mengusir pencuri ikan dengan ketegasan seorang jenderal perang, Jengis Khan. Lawan-lawan politik bosnya, Presiden Jokowi bahkan disemprotnya dengan style pria normal.. ya, maksudnya bukan pria jadi-jadian yang semakinbanyak beredar di pasaran.

Tak hanya itu, dia juga terlihat cuek dalam hal berpakaian. Pakaian casual adalah ciri khasnya, tetap serenak ia tak terlalu mementingkan apa yang mesti dikenakannya.

Begitulah Susi Pudjiatusti lebih mementingkan isi otak, suara nurani dan kepentingan publik. Saat ia dipuja-puji, bahkan oleh artis sebesar Leonardo di Caprio dan komikus Jepang, ia justru tak melambung tinggi. Ia malah sedang "ngudut" di luar ruangan saat itu.

Sama halnya ketika ia menghadapi serangan sana-sini, terutama para politisi anti-Jokowi, yang memang hidup dari memfitnah untuk mencari lahan kekuasaan.

"Mereka yang kerjanya mengkritik itu orangnya itu-itu aja," kata Susi dengan menyebut beberapa kelompok yang dirugikan berkat kebijakan pro rakyatnya saat ditanya Rosiana Silalahi dalam acara #SusiDiRosi. Susi memang tak hanya cerdas, bahkan tergolong lebihi cerdas dari para menteri pria di Kabinet Indonesia Hebat. 

Namun jangan salah. Susi ini penuh detail seperti wanita pada umumnya. "Konsumsi ikan meningkat dari 36 kg per KK menjadi 42 kg per KK. Itu artinya protein masyarakat kita semakin baik. Protein yang baik akan menjadi modal untuk melahirkan generasi yang cerdas," katanya enteng.

Ah, dasar Susi. Ada-ada aja candaanya. Ia tak kehabisan istilah lucu untuk menyebut dirinya. Ia memang suka bercanda. Bahkan teman-temannya tanpa terkecuali kena semprotan khasnya.

Tak heran bila di medsos, khususnya Twitter, Susi disukai 98% netizen. Kita sungguh tahu apa arti angka-angka itu: Pak Jokowi tak akan mereshufle menteri sehebat Susi.

#HorasSusiPudjiastuti.


Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter