Entri yang Diunggulkan

Simulacra dan Realitas Semu

Jean Baudrillard Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tak bisa dilepaskan dari filsup bernama Jean Baudrillard.  Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari pro…

Mari Kita Viralkan

Mari Kita Viralkan

Sering banget dapat inbox yang isinya seperti judul di atas: "Yuk kita viralkan orang ini", "Mari kita viralkan agar segera diciduk aparat!", "Mari kita viralkan penebar hoax satu ini, biar kapok!", dst.

Kata viral ini juga santer di televisi dan koran-koran. Apalagi koran atau televisi yang malas mencari berit. Merenka tinggal cari di twitter mana yang lagi tranding, atau di IG, FB, Periscope, dan sejeninsnya mana yang lagi viral.

Begitu juga dengan televisi atau koran yang memang hanya kejar omset. Mereka tak butuh reporter, bahkan ketika terjadi kecelakaan atau bencana sekalipun. Sebab, apapun yang terjadi di sudut-sudut dunia ini, hampir pasti ada orang yang mewartakannya sendiri. Entah Ya, minimal di akun medsos mereka.

(2)
Viral (dari kata virus atau virtual) adalah (informasi tentang) sesuatu yang menyebar begitu luas dan buas dalam waktu yang sangat singkat hingga menggemparkan dunia maya.
Seperti virus yang tak terlihat (virtual), demikian juga informasi (berita/peristiwa) tertentu dikatakan viral justru karena ia menyebar begitu cepat. Tentu disebar oleh warganet atau mesin pinter bernama articiail intelligence.

Maka, berita tentang pejabat yang Tertangkap Tangan oleh KPK, penghina presiden, artis yang doyan kawin-cerai, penjahat yang ketahuan merencanakan aksinya, orang yang memposting kelebihannya, atau Vlog Presiden Jokowi bisa saja jadi viral di medsos.

(3)
Jangan heran kalau saban hari (per 24 jam) selalu ada saja berita yang lagi viral. Itu karena begitu mudah mendapatkan informasi tentang segala sesuatu atau tentang seseorang. Anda tinggal masu ke akun privat mereka, cek yang apa saja yang terjadi dengan dia dan tinggal seleksi mana postingannya yang bisa menjual.

Sebab di akun-akun pribadi tersebut, mayoritas warganet rutin membuat laporan tentang apa yang telah/sedang/akan mereka lakukan, berapa jumlah anaknya, seberapa cantik putrinya, bahkan seperti apa nikmatnya bisa selingkuh atau berteman dengan pejabat korup.

So, sebagai warganet, Anda juga bisa jadi artis/selegram harian. Anda tinggal memposting sesuatu yang sangat hebat atau sangat jahat, seperti para penghina presiden Jokowi yang udah banyak jadi viral hingga berseragama oranye. 

(4)
Kalau Anda memang kepengen jadi bahan berita karena postingan Anda sedang viral, maka Anda tinggal memilih mau menjadi virus baik atau virus jahat, virus yang mematikan atau menyukut kebencian atau menjadi virus baik yang menghidupkan spirit positif.

Bukankah Anda adalah wartawan, reporter, atau pemasar bagi diri Anda sendiri? Jadi, sekali lagi, bila Anda kepengen menjadi "the most wanted" atau jadi tokoh yang lagi viral atau masuk Tranding Topic di media sosial, Anda cukup posting yang unik, aneh, ganjil, atau bila penting psotingnya sesuatu yang binal dan banal".

Selamat berburu postingan yang bakal jadi viral!

Lusius Sinurat
lusius-sinurat
Berbagai ide dan gagasan yang sempat terekam, dituliskan dan dibagikan kedalam tema-tema, seperti Filsafat, Teologi, Budaya, Politik, Pendidikan, dll oleh Lusius Sinurat. Kritik dan Saran silahkan kirimkan via email [email protected].

Related Posts

Posting Komentar






DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika Anda merasa artikel di Blog ini sungguh bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain lusius-sinurat.com. Terima kasih.

Subscribe Our Newsletter